Punya Senjata Terlalu Hebat, Garda Nasional Pesan yang Biasa Saja

Seorang tentara dari Angkatan Laut Rusia memamerkan senapan mesin Pecheneg pada pameran senjata dan peralatan khusus di Hari Inovasi Distrik Militer Timur Day di Vladivostok.

Seorang tentara dari Angkatan Laut Rusia memamerkan senapan mesin Pecheneg pada pameran senjata dan peralatan khusus di Hari Inovasi Distrik Militer Timur Day di Vladivostok.

Vitaliy Ankov/RIA Novosti
Rusia menciptakan senjata baru untuk Garda Nasional Rusia yang akan menggantikan “Pecheneg” dan senapan mesin Kalashnikov. Menurut para ahli militer, keputusan untuk mengembangkan senjata baru tersebut dibuat karena kemampuan senjata yang dimiliki saat ini terlalu besar untuk digunakan di daerah perkotaan.

Kementerian Dalam Negeri Rusia telah membeli senjata buatan dalam negeri terbaru untuk digunakan khusus di wilayah yang padat penduduk.

Tugas utama yang diminta pasukan keamanan kepada pihak pengembang senjata terbaru itu ialah bahwa senjata tersebut harus menjadi senjata yang tepat untuk digunakan di daerah tertutup.

Senjata terbaru ini harus ringan dan dilengkapi kaliber kecil dengan hentakan tembakan yang minimal.

Mengapa ada senjata yang tak cocok digunakan dalam pertempuran di tengah kota?

Model terbaru ini dibangun berdasarkan perlengkapan tempur “Ratnik” dan dimaksudkan untuk menggantikan senapan mesin “Pecheneg” yang digunakan oleh pasukan khusus Kementerian Dalam Negeri Rusia, kata Dmitry Safonov, seorang analis militer dari surat kabar Izvestia, berpendapat.

“Pecheneg dan Kalashnikov tak mudah untuk digunakan — hanya seorang profesional dan berpengalaman yang dapat menggunakan senjata ini. Kedua senjata ini dapat menyebabkan konsekuensi serius jika berada di tangan pasukan militer yang minim pengalaman. Misalnya, kaki-dua (bipod) senapan “Pecheneg” yang berada langsung di bawah pemicu tidak memungkinkan pasukan khusus menembakkan peluru langsung dari jendela sebuah gedung rumah susun. Senapan jenis ini memiliki posisi tembak dalam ruangan dan sebagai akibatnya, senapan ini tidak memungkinkan pasukan militer untuk melihat situasi di luar jendela,” kata sang ahli.

Sumber: Андрей Ханин / YouTube

Menurutnya, baik senapan mesin Kalashnikov maupun “Pecheneg” memiliki kekuatan tembak yang tinggi karena menggunakan peluru yang dapat terpencar luas. “Tembakan senjata api jenis ini dapat melubangi dinding antarruangan pada gedung rumah susun yang terbangun dari beton. Hal ini harus dihindari dalam kasus penembakan dalam kota. Hal tersebut, secara khusus, menjelaskan alasan pemilihan peluru 5,45 milimeter,” kata Safonov menambahkan.

Sebagaimana yang ia tekankan, saat ini, aparat penegak hukum bersenjata juga memiliki senapan mesin Kalashnikov dengan peluru serupa. “Modelnya bagus, tapi cadangan pelurunya terlalu sedikit, hanya 45 peluru. Butuh waktu lama untuk mengisi ulang. Senjata itu tidak nyaman digunakan dalam pertempuran di ruang yang terbatas,” kata Safonov.

Seperti apa senjata terbaru ini nantinya?

Model terbaru senjata ini dinamai “Kord-5,45” dan hadir sebagai versi mini dari senapan mesin kaliber besar dengan sabuk amunisi berukuran 12,7 x 108 milimeter. Kord-5,45 diciptakan untuk amunisi menengah berukuran 5,45 x 39 milimeter, dan menurut para pengembang, prototipe senapan sudah dapat dipamerkan pada akhir tahun ini.

Senapan ini mampu menghasilkan mulai dari 800 hingga 900 tembakan per menit. Pengisian ulang dapat dilakukan baik secara konvensional dengan sabuk amunisi maupun tabung (cartridge amunisi) dari senapan AK-74 dengan 30, 35, dan 60 butir peluru pada masing-masingnya. 

Senjata terbaru ini direncanakan akan dilengkapi laras senapan berukuran 900 dan 750 milimeter yang dapat diganti, serta popor (gagang senapan) lipat. Senapan ini juga dapat dilengkapi dengan pembidik tambahan.

Pembuatan senapan Kord-5,45 akan menelan biaya sekitar 25 juta rubel (sekitar 5,1 miliar rupiah)

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.