Rusia Ciptakan Sistem Pertahanan Udara Baru untuk Pasukan Penerjun Payung

Sebuah kendaraan lapis baja Tentara Rusia BMD 4M selama latihan militer di medan pelatihan Dubrovich.

Sebuah kendaraan lapis baja Tentara Rusia BMD 4M selama latihan militer di medan pelatihan Dubrovich.

Alexander Ryumin / TASS
Produsen senjata Rusia tengah mengembangkan sistem misil pertahanan udara jarak dekat untuk para penerjun payung dengan nama Ptitselov (bahasa Rusia: penangkap burung). Sistem ini akan meluncur di depan para penerjun payung dan akan melindungi mereka dari serangan misil dan pesawat musuh.

Menurut pengamat militer dari surat kabar Izvestia Dmitri Safonov, Ptitselov dirancang berdasarkan pengembangan sistem misil pertahanan udara jarak dekat berbasis darat, Sosna. Namun, mesin baru tersebut juga akan dilengkapi peluncur, sistem kontrol elektronik-optik, serta perangkat radio-elektronik canggih. 

“Agar sistem bisa diluncurkan dengan sukses, senjata dan sistem elektroniknya akan menggunakan kendaraan tempur BMD-4M (sasis terlacak, serta badan, mesin, dan daya gerak baru),” tambah Safonov.

Ia juga menyebutkan banyak keterbatasan teknis dan persyaratan yang perlu dipenuhi, khususnya keamanan perangkat elektronik dalam teknologi penerbangan. “Saat menjatuhkan kendaraan tempur dengan berat berton-ton dari ketinggian satu kilometer, mustahil untuk menghindari benturan ini saat ia mendarat. Diperlukan sistem misil pertahanan udara ‘ringan’ yang berbobot kurang dari 18 ton dengan mekanika dan sistem elektronik yang stabil, yang tak akan rusak saat ia mendarat,” terang Safonov.

Pemimpin Redaksi Arsenal Otechestva (Fatherland Arsenal) Victor Murakhovsky menyebutkan, meski sejumlah keterbatasan teknis dalam teknologi udara, kapasitas tempur sistem pertahanan udara para penerjun payung tak akan berkurang. Ia yakin sistem ini memiliki jangkauan serang dari 1,3 hingga 10 kilometer dengan ketinggian 20 meter hingga lima kilometer.

Sistem ‘klasik’ Sosna dilengkapi dengan 12 misil dengan dua tipe hulu ledak: satu hulu ledak berkekuatan tinggi untuk target bergerak, dan satu hulu ledak berlapis baja untuk menyerang objek secara langsung. Modul tempur itu sendiri terletak pada paltform gyrostabilized, yang membantu menghindari pengaruh eksternal.

“Sosna mampu memburu beberapa target sekaligus. Ia tak sensitif terhadap pengaruh sistem radar musuh yang menekan sistem elektronik. Lapis bajanya mampu menahan peluru berkaliber 12,7 milimeter. Sementara, kru yang dibutuhkan hanya dua orang: pengemudi dan operator,” terang Safonov.

Divisi Penerjun Payung sudah memiliki artileri dan senapan otomatis antitank SAU 2S25 Sprut-SD, sementara perancangan sistem misil pertahanan udara jarak dekat akan menjamin penuh keamanan personel dan teknologi yang dimiliki sepanjang operasi mengekor musuh.

Safonov menilai, prototipe Ptitselov akan didemonstrasikan pada 2017.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.