Kalashnikov atau Degtyarev: Rusia Mulai Uji Sistem Senapan Otomatis Terbaru

Kalashnikov AK-12

Kalashnikov AK-12

Sergey Bobylev / TASS
Kementerian Pertahanan Rusia memulai uji coba lapangan senapan AK-12. Seperti yang disampaikan Direktur Pemasaran perusahaan “Kalashnikov” Vladimir Dmitriev kepada RBTH, sebelum akhir tahun ini, Kementerian Pertahanan akan menentukan salah satu di antara dua sistem senapan, yaitu AEK-971 dan AK-12, yang akan masuk menjadi bagian dari peralatan persenjataan tentara “Ratnik” di masa depan.

Kementerian Pertahanan Rusia mengadakan uji coba militer senapan AK-12 milik Kalashnikov yang diharapkan dapat diadopsi sebagai bagian dari peralatan persenjataan tentara “Ratnik” di masa depan. Hingga akhir tahun ini, sistem senapan apa yang akan digunakan prajurit Angkatan Bersenjata Rusia dapat diketahui.

Senapan Masa Depan

“Uji coba militer merupakan tahapan terakhir sebelum sebuah model sistem terbaru diadopsi ke dalam layanan. Senjata ini akan dipindahkan dari satu unit militer ke unit militer lainnya untuk mengonfirmasi karakteristiknya di bawah kondisi operasi yang berbeda. Keputusan akhir mengenai penggunaan senjata ini akan diberikan setidaknya pada awal Oktober mendatang,” kata Vladimir Dmitriev kepada RBTH.

Ada dua senapan yang mengikuti tender untuk masuk ke dalam perangkat Ratnik, yaitu Kalashnikov AK-12 (pabriknya terletak di kota Izhevsk, 1.200 kilometer sebelah timur Moksow) dan AEK-971 oleh pabrik Degtyarev (terletak di kota Kovrov, 260 kilometer sebelah timur Moskow).

Hal utama yang menjadi perbedaan antara mesin Izhevsk dan Kovrov adalah mekanisme pelatuknya. AK-12 tetap mempertahankan jenis pelatuk klasiknya yang sudah berjalan selama setengah abad dan sistem ini tetap setia melayani seluruh senapan otomatis Mikhail Kalashnikov.

Pada AEK-971, bolt berlawanan dari penyeimbang teleskopik dengan massa yang sama. Setelah penembakan, bolt dan penyeimbang secara bersamaan menghantam bagian depan dan belakang senapan dan dengan demikian meredam getaran pada gagang senapan (faktanya, senapan mengalami hentakan sebagai gaya rekasi dari peluru yang meluncur keluar dari laras). Karena itu, tiga peluru pertama yang ditembakkan dari AEK-971, meluncur tepat pada sasaran, sementara pada senapan AK, hanya salah satu peluru yang jatuh tepat di tengah target, sisanya meleset tidak mengenai tengah target.

Senapan Favorit dalam Perlombaan

Faktanya adalah bahwa sampai saat terakhir, Kovrov AEK-971 dianggap sebagai senjata favorit yang tak terbantahkan. Namun, detail konstruksi terbaru membuat mesin dari Kovrov berbobot lebih berat daripada AK-12. Perancang Izhevsk mengambil dasar dari senapan klasik Kalashnikov, tapi dengan mengurangi kekuataan hentakan rekoil. Tubuh senapan menjadi sedikit lebih pendek jika dibandingkan dengan AK-74, gagang senapan bergeser sedikit ke depan untuk mendistribusikan berat bagian bolt dengan lebih baik. Namun, dampak dari serangan dengan bolt pada receiver (dan kemudian ketika kembali ke posisi awal) hanya berkurang, dan tidak tersingkir sepenuhnya.

Model senapan AK-12. Sumber: RIA NovostiModel senapan AK-12. Sumber: RIA Novosti

Keunggulan AK-12 adalah desain terbaru mekanisme pemicu yang memungkinkan pengisian ulang amunisi senapan dengan menggunakan hanya satu tangan. Dengan begitu, tidak perlu lagi mengubah bidikan setiap kali pengisian. Meski begitu, kedua mesin dilengkapi dengan teleskopik. Pada kedua senapan juga terdapat picatinny rail yang memungkinkan pemasangan sejumlah alat tambahan pada laras, termasuk sistem pengamatan thermal.

Keandalan operasi kedua senapan telah diuji, misalnya, saat penembakan di kondisi kering (tanpa pelumas) pada suhu 50 derajat celcius hingga minus 50 derajat celcius, pada penembakan selama beberapa hari tanpa pembersihan dan pelumasan, dengan sudut tembakan yang berbeda dan pada putaran posisi sumbu longitudinal. Seperti yang telah berulang kali disampaikan dan telah diakui secara luas bahwa AEK-971 menunjukkan hasil terbaik.

Langkah Terakhir Sebelum Pengadopsian Oleh “Ratnik”

Kepada Divisi Manajemen Pertahanan Negara Mikhail Osyko menyampaikan bahwa selain senapan yang masuk ke dalam perangkat, tidak tersisa bagain Ratnik lainnya yang belum dipilih. Setelah pemilihan, kompleks senjata “Ratnik” akan masuk ke dalam layanan. Osyko menekankan bahwa pemilihan mesin terbaru ini dikepalai Kementerian Pertahanan — produk mana yang memiliki harga lebih murah maka itulah yang akan dibeli.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.