Rusia Sediakan ‘Pengawas’ untuk Pantau AS dan Turki

Seorang karyawan Pusat Pengendalian Pertahanan Nasional.

Seorang karyawan Pusat Pengendalian Pertahanan Nasional.

Anton Novoderezhkin/TASS
Rusia tengah menciptakan sistem baru pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai pelaksanaan perjanjian internasional di bidang persenjataan. Permohonan atas penelitian ini telah dipublikasikan pada situs tender Kementerian Pertahanan Federasi Rusia.

Demi melaksanakan segala proyek yang disebut ‘Obyedinenie’, Kemenhan Rusia siap menyediakan dana hingga 25,9 juta rubel (sekitar 4,5 miliar rupiah). Sebagai gantinya, pihak kontraktor harus menyerahkan hasil penelitian mengenai kemungkinan teoretis pengimplementasian sistem baru dan solusi teknologi sampai dengan 15 Oktober 2016 .

Mengawasi dan Melaporkan

Sistem ini, sebagaimana yang diyakini pihak militer, akan menjadi ‘pengawas dunia’. Sistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan memproses informasi teknis sarana kontrol angkatan laut dan udara serta kelompok inspeksi yang akan melakukan pemantauan di wilayah negara peserta perjanjian dan membawa informasi untuk kepentingan seluruh kementerian Federasi Rusia yang terkait.

EIAS akan dilibatkan dalam pemantauan 20 perjanjian dan kesepakatan internasional, termasuk di antaranya adalah perjanjian antara Rusia dengan Amerika Serikat mengenai ‘Tindakan Pengurangan dan Pembatasan Senjata Strategis Lebih Lanjut (SNV-3), Kesepakatan 1987 mengenai penghapusan rudal jarak menengah dan pendek (INF), perjanjian mengenai pelarangan komprehensif uji coba nuklir, serta Perjanjian Langit Terbuka.

Sistem baru ini juga akan mempermudah dan mempercepat komunikasi dengan mitra asing. Ia akan secara otomatis mengenali teks untuk menerjemahkan pesan standar, menampilkan informasi pada peta elektronik, dan menghasilkan dokumen standar.

Operator utama sistem ini akan menjadi bagian dari Pusat Pengurangan Risiko Nuklir (NTsUYAO) yang merupakan bagian dari Kemenhan Rusia, yang memilki kontrol atas pelaksanaan perjanjian dan kesepakatan internasional mengenai pembatasan angkatan bersenjata dan persenjataan. NTsUYAO bekerja sama dengan pusat serupa di Amerika Serikat serta otoritas terkait di negara-negara anggota OSCE dan Tiongkok.

Pengintaian dalam Modus Otomatis

NTsUYAO telah memiliki sistem khusus yang menyediakan pertukaran notifikasi dengan mitra asing, sehingga yang akan dibahas adalah mengenai modernisasi infrastruktur serta perluasan fungsi yang telah ada, demikian hal tersebut diutarakan salah seorang narasumber dari industri pertahanan kepada RBTH. Maka dari itu, awal pengerjaan EIAS terbaru tidak ada hubungannya dengan situasi politik internasional meskipun belum lama ini telah terjadi insiden dengan Turki yang menolak Rusia untuk melakukan penerbangan pengintaian di atas wilayah udaranya dalam rangka perjanjian Langit Terbuka.

Pada 2015, Perusahaan Desain Peralatan Gabungan (OPK) mengumumkan pembentukan sistem pemantauan dan analisis situasi militer-politik di Rusia dan di dunia yang akan digunakan saat terjadinya perang informasi.

Pakar militer independen Yury Gromov mengungkapkan bahwa integrasi dan otomatisasi komponen informasi dari organ komando militer merupakan tahap penting dalam perkembangan angkatan bersenjata di dalam dan luar negeri. Pengerjaan di bidang ini memicu rasa ketidakpercayaan dan memperkuat kontrol kekuatan militer. “Setidaknya dalam waktu 15 tahun, sistem pengintaian dan pengolahan data di semua tingkatan akan sepenuhnya bekerja secara otomatis dan akan dikendalikan oleh pusat kendali tunggal,” kata sang pakar dalam wawancaranya dengan RBTH.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.