“Adik Kecil” Kapal Tempur Raup Popularitas di Pasar Asing

Kapal patroli Sobol ikut serta dalam latihan militer yang diadakan salama Forum Kemitraan Penjagaan Perbatasan Antara Negara Kawasan Laut Hitam ke-11.

Kapal patroli Sobol ikut serta dalam latihan militer yang diadakan salama Forum Kemitraan Penjagaan Perbatasan Antara Negara Kawasan Laut Hitam ke-11.

Mikhail Mokrushin/RIA Novosti
Apa kesamaan Angkatan Laut Azerbaijan, Lebanon, Malaysia, Nikaragua, dan Rusia? Mereka semua membeli — atau setidaknya siap membeli — kapal militer buatan Rusia. Kapal patroli Rusia memenangkan pertarungan popularitas di pasar global. Berikut lini produk kapal patroli buatan Rusia yang telah dirangkum oleh RBTH.

Kapal Misil Kelas Komar, Osa, dan Penerusnya

Kapal kelas Molniya (Proyek 12418) yang dilengkapi dengan sistem misil Uran-E menempati posisi khusus di antara ekspor Rusia. Kapal misil Molniya dirancang untuk menyerang kapal permukaan, transportasi, dan pendaratan milik musuh di area pesisir dan laut terbuka. Penggunaan sistem misil antikapal Uran-E membuat kapal ini menjadi salah satu kapal terkuat di dunia di kelasnya dalam konteks potensi penyerangan. Kapal ini telah digunakan oleh Vietnam dan Nikaragua.

Proyek 12418 Molniya. Sumber: Vasiliy Batanov/RIA Novosti

Proyek terbaru peluncur misil dan artileri berkecepatan tinggi, Proyek 133RA, Antares RA, belum ditawarkan untuk ekspor, tapi sudah dilirik oleh para pembeli asing. Fitur utama yang membedakan Antares dari kapal lain adalah unit pembangkit daya listrik yang kuat dan penggunaan sayap bawah air yang membuat kapal dapat bergerak cepat saat mencegat kapal lain. Desain kapal juga menggunakan teknologi siluman dan memiliki misil dan artileri yang dapat diluncurkan dengan kecepatan skala 5 Beaufort. Selain itu, kapal juga mampu bergerak dengan kecepatan 40 knot dalam kondisi tersebut.

Kapal Pendaratan dengan Kontrol Jarak Jauh

Kapal pendaratan Rusia memiliki potensi besar di pasar senjata global. Selain itu, spektrum proyek terkait tawaran tersebut sangat luas. Faktanya, galangan kapal Rusia dapat menyajikan beragam desain yang menarik.

Sobol dan Mangust

Kapal patroli Proyek 12200 Sobol didesain untuk melindungi area perairan dan berpatroli di zona ekonomi eksklusif, serta menggelar operasi pencarian dan penyelamatan. Bobot: 57 ton; Kecepatan: 47 knot; Kru: enam. Senjata: sistem artileri misil Vikhr-K (empat misil, senapan AK-306 kaliber 30 mm), senapan mesin 14,5 mm.

Proyek 12150 Mangust, di sisi lain, didesain untuk melakukan tugas yang sama dengan Sobol. Bobot: 23,6 ton; Kecepatan: hingga 71 knot; Kru: empat. Senjata: sistem artileri misil Vikhr-K MANPADS Igla, senapan mesin 14,5 mm, senapan mesin 7,62 mm, peluncur granat AGS-17 dan DP-64.

Perusahaan Kalashnikov menawarkan sejumlah kapal pendaratan mulai dari kapal pendaratan-transportasi BK-16, kapal pendaratan-penyerang BK-10, dan kapal pendukung serangan BK-9. Kapal tersebut bersifat multifungsi dan perangkatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembeli dan situasi tertentu. Secara khusus, kapal Kalashnikov didesain untuk dilengkapi dengan pesawat tanpa awak pengintai dan sejumlah senjata canggih, termasuk pengendali jarak jauh. Kapal dapat bergerak dengan kecepatan hingga 40 knot dan memiliki jangkauan hingga 400 mil laut. Tugas kapal ini antara lain berpatroli, mendaratkan pasukan, mendukung penyerangan, serta menggelar operasi gerilya atau antigerilya.

Cepat dan Universal

Saat ini, kapal penyerang, misil, atau torpedo tak terlalu diminati, begitu pula kapal artileri khusus. Kapal yang menjadi idola pasar saat ini adalah kapal patroli, yaitu sebuah kapal tempur kelas khusus yang berhasil mengombinasikan keunggulan artileri, torpedo, dan bahkan kapal misil. Kapal tersebut dapat dilengkapi dengan misil, tapi tak dilengkapi senjata jarak jauh, melainkan misil berkaliber kecil untuk bertempur dari jarak dekat. Rusia menawarkan kapal patroli Mangust dan Sobol untuk ekspor.

Proyek 12150 ‘Mangust’. Sumber: Vitaly Nevar/TASS

Belum lama ini, Direktur Jenderal Biro Desain Central Marine Almaz Alexander Shlyakhtenko menyatakan bahwa ia berharap dapat segera menandatangani kontrak dengan Malaysia terkait pasokan empat buah kapal patroli Sobol Proyek 12200 akhir tahun ini.

Pada awal Agustus 2015, Galangan Kapal Rybinsk Vympel dikunjungi oleh delegasi dari Republik Angola, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Angola João Lourenço. Militer Angola tertarik pada kapal patroli berkecepatan tinggi Mongust.

Alasan utama tingginya minat terhadap kapal patroli adalah keserbagunaannya serta kecepatannya yang tinggi dan karakter manuver yang canggih. Sifat kapal yang universal berasal dari fitur desain kapal yang dapat dilengkapi dengan berbagai jenis senjata berbeda, mulai dari misil jarak dekat, torpedo berkaliber kecil, serta artileri universal, senapan mesin, dan peluncur granat.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.