Tiga Kereta Tempur Rusia: Besar, Tangguh, dan Siap Melaju

Rusia, Sankt Peterburg. Museum peralatan kereta api. Objek pameran terbaru dari Museum peralatan kereta api adalah kompleks rudal tempur kereta api.

Rusia, Sankt Peterburg. Museum peralatan kereta api. Objek pameran terbaru dari Museum peralatan kereta api adalah kompleks rudal tempur kereta api.

PhotoXPress
Setelah muncul pertama kali pada Perang Dunia I, teknologi kereta militer Rusia melindungi negara tersebut sepanjang abad ke-20. Kereta lapis baja, instalasi artileri berkaliber tinggi, serta sistem misil berbasis rel masih digunakan di Rusia hingga abad ke-20. RBTH mengulas tiga kereta tempur Rusia yang paling unik.

1. Kereta Logistik

Karena tak memiliki senjata, kereta ini tak digunakan dalam pertempuran dan ditempatkan di belakang.

Fasilitas kereta membantu memenuhi kebutuhan sanitari pasukan setiap harinya, dari mencuci seragam hingga membasmi kuman yang menempel pada tubuh para tentara. Kereta logistik ini juga dilengkapi dengan semua perangkat komunikasi modern yang membantu pejabat militer melakukan tugasnya memantau situasi melalui radio, telepon, telegram, satelit, dan teknologi video konferensi. Kehadiran generator listrik berkekuatan dua megawatt (kapasitas energi untuk pabrik kecil), membuat kereta ini memiliki sumber dayanya secara mandiri. Kereta logistik dilibatkan dalam semua latihan skala besar Tsentr 2015 yang dilakukan pada September lalu di Distrik Militer Pusat.

2. Sistem Misil Kereta Tempur

Sistem misil kereta tempur dibutuhkan untuk merespon serangan nuklir. Uni Soviet memiliki 12 kereta sejenis dengan misil 15P961 Molodets. Tiap kereta berisi tiga misil strategis dan sepuluh hulu ledak Stilet.

Sistem misil kereta tempur melakukan tugas tempurnya dari 1987 hingga 1994, yang kemudian di bawah trakat START II, Rusia memutuskan untuk melikuidasi semua misil RT-23 Molodets. Pada 2013, perusahaan Rusia memutuskan untuk membangkitkan sistem misil kereta tempur.

Sistem misil kereta tempur terbaru, berkamuflase sebagai mobil pendingin, akan dilengkapi dengan misil balistik antarbenua terbaru Rusia dengan sejumlah hulu ledak Yars.

3. Kereta Lapis Baja

Sepanjang operasi antiteroris di Kaukasus Utara antara 2002 dan 2009, militer menciptakan sejumlah kereta lapis baja. Mantan Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Serdyukov memerintahkan kereta khusus ditarik untuk konservasi, namun Menteri Pertahanan Rusia saat ini, Sergei Shoigu, memutuskan untuk mengembalikan kereta ini ke medan tempur.

Tujuan utama kereta lapis baja khusus modern ini ialah melindungi kereta sipil dan militer, serta mencegah aksi teroris yang hendak menyabotase rel kereta, karena kereta lapis baja ini bertugas mengantarkan tentara.

Saat ini, Rusia memiliki empat kereta lapis baja, yakni Baikal, Terek, Amur, dan Don. Mereka mulai beroperasi pada akhir 1980-an di perbatasan Soviet-Tiongkok.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.