Perbatasan di Bawah Gembok dan Kunci: Siapa dan Bagaimana Perbatasan Rusia Dijaga?

Pasukan penjaga perbatasan tetap pada tugasnya, tak hanya pada masa damai, tapi juga pada hari-hari terberat di negara kami.

Pasukan penjaga perbatasan tetap pada tugasnya, tak hanya pada masa damai, tapi juga pada hari-hari terberat di negara kami.

Ria Novosti/Ruslan Vahaev
Setiap tanggal 28 Maret, Hari Penjaga Perbatasan dirayakan di Federasi Rusia. Ini merupakan sebuah hari libur bagi para lelaki bertopi hijau. Hari penting ini diperingati sejak tahun 1918, yaitu hari ketika Dewan Komisaris Masyarakat mengadopsi dekrit untuk mendirikan Badan Penjaga Perbatasan di Rusia.

Perbatasan Rusia terletak di darat, air, dan udara. Perbatasan tersebut harus selalu dijaga dengan ketat. Lebih dari 15 negara berbatasan dengan Rusia dan situasi di beberapa tempat tak selalu damai.

Penjaga perbatasan merupakan pihak pertama yang berdiri untuk melindungi negara. Setiap hari terdapat lebih dari 11 ribu unit perbatasan yang bekerja, puluhan kru perbatasan di kapal, pesawat, dan helikopter.

Pasukan Penjaga Perbatasan: Kini dan Dulu

Pasukan penjaga perbatasan harus selalu loyal pada tugasnya, tak hanya pada masa damai, tapi juga pada hari-hari terberat di negara kami. Sebagai contoh, menurut Barbarossa Plan, Hitler mengalokasikan hanya 30 menit untuk merebut pos perbatasan Uni Soviet. Pos-pos perbatasan tersebut berhasil menangkis serangan dari satu jam hingga 30 hari, seperti yang terjadi dengan garnisun Benteng Brest. Pada 13 Juli 1993, di perbatasan Republik Tajikistan, penjaga Pos Perbatasan Moskow ke-12, selama sebelas jam menahan serangan dari 250 militan dari suku Afgan dan Tajik. Sebanyak 25 dari 48 orang penjaga tewas, setia pada sumpahnya sampai mati.

Badan Penjaga Perbatasan Rusia yang baru merupakan unit struktural dari Badan Keamanan Federal dan melapor langsung pada pemimpinnya.

Setiap wilayah menghadapi ancaman tersendiri. Di wilayah barat laut misalnya, para pasukan penjaga harus berhadapan dengan penyelundupan produk yang mengancam kepentingan ekonomi negara, sementara wilayah selatan menghadapi ancaman teroris, penjualan narkoba, serta penghancuran sumber daya biologi di Laut Kaspia.

Masalah di perbatasan negara-negara Asia Tengah hampir sama, namun ditambah dengan masalah imigran ilegal. Timur Jauh bisa dikatakan wilayah yang paling bermasalah, karena memiliki potensi destruktif bagi negara baik secara ekonomi, biologi, dan lingkup materi mentah.

Perlindungan yang Dapat Diandalkan

Di luar fakta bahwa kini ada beragam teknik yang digunakan oleh pasukan perbatasan untuk melakukan tugasnya, kami tak melihat hilangnya tanda perbatasan, garis pemeriksaan, fasilitas rekayasa dengan kawat berduri dan anjing patroli. Sebelumnya, peran paling penting dimainkan oleh penjaga perbatasan individual. Mereka harus melawan pelanggar perbatasan dan tak memberi kesempatan untuk menembus lini perbatasan negara. Namun, para penjahat bisa sangat cerdik saat hendak mengakali penjaga perbatasan. Mereka berjalan mundur, saling menggendong, menempelkan jejak kaki binatang di sol sepatu mereka, bahkan merangkak di tanah.

Badan Penjaga Perbatasan Rusia terus mendapat perangkat teknis yang modern, yang dapat meningkatkan level perlindungan perbatasan Rusia. Kontrol teknis otomatis untuk mengawasi situasi perbatasan dapat meningkatkan perlindungan bagi tempat-tempat yang sulit diakses manusia karena faktor alam. Sebagai contoh, Pegunungan Kaukasus. Cara berkomunikasi juga diperbaiki.

Penjaga perbatasan di laut memiliki kapal baru di gudang senjata mereka. Satu tahun lalu, pasukan ini mendapat kapal patroli perbatasan level pertama, Polyarnaya Zvyezda (Bintang Kutub), untuk melindungi kepentingan Rusia di Arktik.

Selain itu, struktur jaringan dan rekayasa di perbatasan Rusia yang bermasalah dibangun kembali, seperti di Timur Jauh, yang dirongrong oleh bencana alam tak terduga pada 2013.

Namun, masih banyak hal yang harus dilakukan. Saat ini, hanya sekitar 60 persen perbatasan darat dan laut serta 85 persen jalur lalu-lintas internasional yang dilengkapi dengan fasilitas teknis modern. Namun, pos perbatasan, yang dulu merupakan tempat yang suram dengan sebuah pos dan kawat berduri terbentang sepanjang perbatasan, kini menjadi kota kecil yang rapi, yang dalam situasi darurat dapat menangkis serangan untuk waktu lama.

 
 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.