Hari Jadi Pasukan Terjun Payung Rusia ke-85: "Tak Ada yang Lain Kecuali Kami!"

Para prajurit pasukan terjun payung di pesawat angkut militer An-26 sebelum pendaratan selama sesi latihan dalam rangka pemeriksaan kesiapan tempur tentara di Distrik Militer Timur. Foto: Vitalyi Ankov/RIA

Para prajurit pasukan terjun payung di pesawat angkut militer An-26 sebelum pendaratan selama sesi latihan dalam rangka pemeriksaan kesiapan tempur tentara di Distrik Militer Timur. Foto: Vitalyi Ankov/RIA

Setiap awal Agustus, Rusia merayakan Hari Pasukan Terjun Payung atau VDV (Vozdushno-desantnye voyska). Tahun ini, infanteri udara tersebut memperingati hari jadi yang ke-85. Kini, VDV ditugaskan untuk menjalankan misi tempur yang paling rumit, mereka menerima sejumlah besar perangkat dan senjata modern, dan korps militer itu sendiri telah terkena perubahan besar dalam beberapa tahun belakangan. RBTH mencari tahu seperti apa VDV saat ini.

Di Rusia, VDV dianggap sebagai elit militer, unit sekaligus formasi siap tempur terbaik yang paling terlatih. Pasukan ini menyandang status khusus dari Panglima Tertingi Federasi Rusia. Komando militer selalu memerhatikan pasukan terjun payung: mereka selalu punya senjata dan perangkat tercanggih, pejabatnya mendapat gaji lebih besar, dan anggota barunya dipilih dari para taruna terbaik. Bahkan slogan VDV sendiri menekankan 'keelitan' pasukan ini: 'Tak ada yang lain kecuali kami'.

Tantangan Baru

Kini VDV merupakan tim inti dari Pasukan Gerak Cepat Rusia yang baru dibentuk. Dengan jangkauan geografi yang luas di wilayah Rusia, VDV dapat segera membentuk formasi di area yang terancam (tak lebih dari sehari). Pasukan Gerak Cepat Rusia terdiri dari sepuluh batalion penerjun payung dan pasukan udara.

Kini pasukan terjun payung Rusia semakin matang dalam operasi latihan tempur di Arktik. Lokasi latihan tempur pasukan tersebut antara lain Novaya Zemlya, Semenanjung Kola, dan Franz Josef Land. Tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, korps penerjun payung mendarat di bongkahan es terapung, mendemonstrasikan kesiapan mereka untuk melakukan tugas sulit di wilayah Utara.

 

Perangkat bagi 'Infanteri Terbang'

Bersamaan dengan perubahan latihan tempur, persenjataan pasukan ini juga terus diperkuat. Rencananya, VDV akan menerima lebih dari 1.500 kendaraan tempur baru BDM-4M dan lebih dari 2.500 kendaraan lapis baja 'Rakushka" sebelum 2025, serta senapan otomatis Sprut-SD. Semua perangkat terbaru itu dapat diterjunkan dari pesawat bersama kru langsung ke area musuh, mengatasi hambatan air, turun dari kapal di zona selancar dan segera bergerak melawan pasukan musuh. Uji coba perangkat di pasukan menunjukan hasil yang baik dan saat ini persiapan seri produksi sedang berjalan.

Senjata terbaru para penerjun payung bahkan sudah dipamerkan ke publik pada Parade Hari Kemenangan lalu. Sebagai tambahan, semua unit dilengkapi dengan pesawat serang tanpa awak yang berperan sebagai 'mata' dan 'telinga' pasukan penerjun, melakukan pengintaian, berpatroli, dan mengincar musuh.

Mobilitas dan kemampuan tempur VDV sebagai Pasukan Gerak Cepat bergantung pada kondisi pesawat transportasi militer, oleh karena itu perluasan kapabilitas mereka telah dijadwalkan untuk periode 2018-2020. Kementerian Pertahanan Rusia akan membeli pesawat transportasi kelas berat Il-46, yang dapat mengantarkan tentara dan pasukan langsung ke wilayah operasi tempur. Di bawah rancangan komado baru, pesawat tersebut tak hanya dapat mengirim sebuah resimen, namun bahkan seluruh divisi.

"Kami berencana meningkatkan potensi tempur pasukan kami serta memperluas zona kehadiran mereka, termasuk di luar Rusia," tutur Komandan VDV Vladimir Shamanov.

Tantangan yang dihadapi komando VDV saat ini menjadi lebih penting karena situasi di Ukraina. NATO memutuskan untuk membangkitkan kembali Pasukan Gerak Cepat di Eropa, menempatkan mereka sedekat mungkin dengan perbatasan Rusia. Karena kondisi tersebut, langkah komado militer Rusia untuk meningkatkan kapasitas kesiapan tempur 'komponen dinamis' terlihat sebagai langkah yang logis. Rusia tak lagi punya sekutu seperti Barat saat ini, jadi tugas untuk memerangi terorisme dan menangkis NATO akan dibebankan seluruhnya pada unit dinamis yang dilatih khusus untuk selalu siap tempur, mampu memberi respon simetris terkait peningkatan ancaman keamanan nasional Rusia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.