Jawab Tekanan Sanksi Barat, Rusia Siapkan Forum Army 2015

Forum ini akan menjalankan dua fungsi kunci yang saat ini tidak ada satu pun pameran di dunia yang memilikinya. Foto: TASS.

Forum ini akan menjalankan dua fungsi kunci yang saat ini tidak ada satu pun pameran di dunia yang memilikinya. Foto: TASS.

Kementerian Pertahanan Federasi Rusia akan menyelenggarakan forum pertahanan dan teknologi internasional Army 2015 di Kubinka, wilayah Moskow, pada 16-19 Juni mendatang. Melalui forum ini, Rusia ingin menciptakan platform globalnya sendiri. Dengan begitu, Rusia dapat memamerkan teknologi militernya tanpa harus bergantung kepada mitra-mitra dari Eropa.

Forum Army 2015 yang akan diselenggarakan bulan ini berhubungan dengan keinginan Rusia untuk lepas dari ketergantungan terhadap berbagai pameran teknologi militer asing sejenis. Ketergantungan tersebut paling dirasakan selama berlangsungnya konflik dengan Eropa Barat, terutama terkait dengan penjatuhan berbagai sanksi secara sepihak kepada Rusia. Sanksi-sanksi ini pun ternyata berimbas pada keikutsertaan Rusia dalam berbagai ajang pameran senjata.

Pada bulan Februari lalu, grup perusahaan senjata Rusia Rostech tidak diizinkan untuk ikut serta dalam pameran senjata DSEI 2015 di Inggris akibat sanksi dijatuhkan pada Rusia. "Kami dikirimi surat penolakan dan mereka (penyelenggara) mengatakan bahwa mereka tidak ingin melihat kami dalam pameran tersebut," ujar Wakil Dirut Grup Rostech Dmitry Shugaev. Perlakuan yang tidak adil terhadap Rusia ini, di sisi lain, memberikan keuntungan bagi para pesaing terdekat Rusia, yaitu perusahaan-perusahaan asal Amerika dan Eropa.

Saat ini, AS dan Rusia merupakan dua pesaing utama dalam pangsa ekspor senjata dunia. AS menguasai 31 persen pasar senjata dunia, sedangkan Rusia menempel ketat dengan angka 27 persen. Segala upaya isolasi terhadap salah satu pemain tersebut di dalam pasar akan berdampak pada tingkat penjualan. Namun, pada akhirnya kebutuhan terhadap solusi dari segala upaya isolasi oleh Barat telah terjawab. Berbagai ajang pameran serupa yang terus tumbuh di wilayah Rusia menjadi jawabannya.

Bukan Sekadar Pameran

Pada Forum Army 2015 yang akan dibuka pada 16 Juni mendatang di kota Kubinka, wilayah Moskow, Rusia akan mempertunjukkan semua teknologi militer mutakhir berikut contoh pengembangan tingkat lanjut persenjataan miliknya. Selain contoh senjata yang dipamerkan di forum tersebut, proses uji coba terhadap berbagai senjata itu juga dapat dilihat di lapangan uji coba yang telah ditentukan.

Dalam forum ini, sejumlah agenda pertemuan bisnis dan ilmiah dalam format "meja bundar" juga telah dijadwalkan. Berbagai agenda ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi penentu arah kerja sama di masa depan. Jika memperhitungkan bahwa orientasi sejumlah pembeli potensial, baik perorangan maupun negara, dalam beberapa tahun terakhir bukan untuk sekadar membeli senjata fisik, melainkan teknologi dalam bentuk timbal balik atau sistem ofset, Forum Army 2015 adalah sebuah sarana yang penting.

Terus Tumbuh

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pameran di Rusia terus bertumbuh. Pada tahun 2012, pameran Technologies of Mechanical Engineering yang diadakan di luar Moskow telah diperluas berkat masuknya pameran Oboronexpo (pameran pertahanan) ke dalamnya yang mulai diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia Pencetus menjadi penyelenggaraan pameran tersebut. Sementera, Forum Army akan dibuka oleh Kementerian Pertahanan. Hal ini memberikan harapan bahwa pameran-pameran ini tidak akan diduplikasi, melainkan memberikan efek sinergi. Para penyelenggara pameran baru ini dihadapkan dengan tugas untuk membawa proyek yang menjanjikan ini ke tingkat yang lebih tinggi, tanpa membayangi pameran-pameran Rusia yang telah ada sebelumnya, seperti Russia Arms Expo yang diselenggarakan di kota Nizhny Tagil.

"Keunggulan dari pameran senjata Internasional RAE (Russia Arms Expo) di kota Nizhny Tagil (daerah Ural) terdapat pada kedekatan lokasi acara ke tempat pembuatan kendaraan lapis baja," kata pakar militer Aleksey Khlopotov kepada RBTH. "Berbagai jenis tank terbaru, seperti T-90 dan Armata diproduksi di pabrik Ural Vagon Zavod (UVZ) yang terletak di Nizhny Tagil. Selain itu, lapangan uji coba senjata di sana juga memiliki kelebihan tersendiri karena didukung dengan infrastruktur yang berkualitas."

Kini sangatlah penting bagi Forum Army 2015 untuk memberikan penekanan di sektor lain. Penekanan yang dimaksud terutama mengenai pembentukan citra positif dan pengembangan merek-merek Rusia. Dalam kondisi terikat sanksi dan upaya isolasi oleh para mitra Barat, industri pertahanan Rusia tengah memasuki fase persaingan yang tajam. Oleh sebab itu, politik pemasaran teknologi militer Rusia harus berada pada tingkat tinggi. Pameran ini harus menarik perhatian dan mendapatkan dukungan masyarakat.

Pemilihan tempat penyelenggaraan forum ini bukanlah tanpa disengaja. Kubinka merupakan tempat diselenggarakannya pameran tank perang yang bersejarah dan juga merupakan pusat budaya dan peristirahatan "Patriot". Bila pameran Oboronexpo 2014 di Zhukovsky berhasil menarik lebih dari 70 ribu pengunjung maka "Army 2015" harus menarik ratusan ribu pengunjung.

Forum ini akan menjalankan dua fungsi kunci yang saat ini tidak ada satu pun pameran di dunia yang memilikinya. Forum ini menawarkan berbagai pengembangan terbaru kepada para pemesan dan sekaligus mempopulerkan senjata Rusia di tengah-tengah kawula muda. Hal ini merupakan aspek penting dalam konteks pengembangan industri pertahanan Rusia di tengah defisitnya kader-kader militer, yang saat ini sedang dihadapi oleh industri pertahanan Rusia.

Anda dapat registrasi online dan mengunjungi Pameran Army 2015 secara gratis.

Cari tahu selengkapnya mengenai:

    Program Forum Army 2015 >>>
    Peta Forum Army 2015 >>>
    Cara menuju pameran Army 2015:

    1. Ada bus gratis dari Moskow. Naik dari Stasiun Metro Park Pobedy sampai Gedung Patriot.
    2. Naik kereta dari Stasiun Belorusskiy vokzal sampai Stasiun Kubinka-1, lalu naik bus gratis.
    3. Naik kereta dari Stasiun Kievskiy vokzal, turun di stasiun Selyatino, lalu naik bus gratis.

        Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.