Di Tengah “Perang Sanksi”, Helikopter Bell AS Tetap Dirakit di Rusia

Foto: RIa Novosti / Mikhail Voskresenskiy

Foto: RIa Novosti / Mikhail Voskresenskiy

Pabrik Aviasi Sipil Ural (UZGA) telah menandatangani kontrak dengan perusahaan AS Bell Helicopter untuk melakukan perakitan helikopter di Rusia. Meski proyek serupa biasanya hanya sampai tahap diskusi, kali ini para pakar optimis kesuksesan produksi helikopter rakitan lokal bisa diraih dengan dukungan negara dalam penjualan helikopter tersebut.

Perusahaan AS Bell Helicopter telah menandatangani kesepakatan dengan Pabrik Aviasi Sipil Ural (UZGA) yang berbasis di Yekateninburg untuk melakukan perakitan berlisensi helikopter ringan bermesin tunggal modifikasi terbaru mereka, Bell 407GXP.

Ini merupakan pertama kalinya Bell mengalihkan perakitan helikopter mereka ke pihak asing. Direktur Pelaksana UZGA Vadim Badekha menjelaskan pada Kommersant bahwa tiga helikopter pertama diperkirakan akan dirakit di Yekaterinburg sebelum akhir tahun ini. Produksi pesawat gelombang pertama tersebut mungkin akan dibeli oleh lembaga transportasi federal Rusia Rosaviatsia untuk digunakan di sekolah pilot.

Jika produksi helikopter tersebut dilokalisasi seluruhnya, lanjut Badekha, investasi akan mencapai 500-600 juta rubel (10-12 juta dolar AS), karena kesepakatan tersebut tidak membatasi jumlah produksi. Helikopter ini diperkirakan akan diminati oleh kepolisian, bisnis swasta, dan sekolah pilot.

Rusia tak perlu melakukan sertifikasi tambahan karena helikopter serupa buatan AS telah digunakan di Rusia. Saat ini, biaya pembuatan sebuah helikopter Bell 407GXP mencapai setidaknya lima juta dolar AS, namun jika diproduksi secara lokal, biaya produksinya dapat berkurang hingga 17 persen karena tak perlu menerapkan kebijakan impor, terang Badekha.

'Tak Kenal Risiko Sanksi'

Berdasarkan informasi di situs UZGA, pabrik ini merupakan bagian dari perusahaan Oboronprom, yang ternyata berada di bawah naungan perusahaan negara Rostec, salah satu perusahaan yang masuk daftar sanksi AS. Namun, United Engine Corporation, menyebutkan bahwa Rostec hanya memiliki 48,6 persen saham di UZGA, sementara sisanya merupakan milik para investor swasta (terutama NK-Bank, berdasarkan data SPARK). Badekha yakin bahwa mereka tak menghadapi risiko sanksi karena "kesepakatan awal dengan pihak Amerika" telah tercapai.

Ini bukan pertama kalinya UZGA terlibat dalam produksi lokal pesawat asing. Pada 2013, pabrik ini memulai perakitan helikopter latihan bermesin tunggal DA40 NG dengan komponen yang didapatkan dari perusahaan Austria Diamond Aircraft. Sebanyak 49 helikopter DA40 NG pertama akan diperkenalkan pada akhir tahun ini. Rencananya, pada 2015 UZGA akan memproduksi 60 helikopter, dan pada 2016 jumlahnya meningkat menjadi 70 helikopter.

Di Rusia, produksi helikopter fokus pada perusahaan Rusia Helicopters of Russia, yang juga merupakan bagian dari Rostec, namun perusahaan ini lebih banyak memproduksi model helikopter kelas berat dan berukuran lebih besar untuk keperluan militer.

Menurut Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia, pada 2014 Rusia memproduksi 257 helikopter militer dan 14 helikopter sipil.

Dukungan Negara

Vladimir Karnozov, seorang pakar dari situs Aviation Explorer, menyebutkan bahwa Rusia telah beberapa kali mencoba merancang helikopter kelas ringan. Salah satu perusahaan yang berhasil ialah Biro Desain Mil, yang sukses menciptakan helikopter Mi-34C. Namun, helikopter tersebut hanya diproduksi dalam jumlah terbatas.

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen helikopter Rusia mempertimbangkan pelaksanaan proyek perakitan helikopter ringan dari Airbus Helicopter AS350 Ecureuil di wilayah Leningrad. Selain itu, perusahaan gabungan Helivert di Tomilino, pinggiran Moskow, telah bernegosiasi dengan perusahaan Italia AgustaWestland untuk memproduksi helikopter kelas ringan. Namun, upaya tersebut dan beberapa upaya lainnya tak pernah mencapai tahap implementasi.

Saat ini, armada helikopter ringan Rusia terdiri dari ratusan unit helikopter produksi Robinson, Bell, dan Airbus Helicopters. Menurut Vladimir Karnozov, produksi helikopter Bell di Rusia bisa sukses jika negara ikut membantu pemasaran helikopter ini dan memastikan distribusi helikopter tersebut.

Pertama kali dipublikasikan di Kommersant

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.