Tank Rusia T-90SM, Mimpi Buruk Kompleks Antitank Terbaik AS

Tank Rusia T-90SM dipersenjatai dengan amunisi tambahan berupa senapan berdaya ledak tinggi terbaru ZVOF77V dengan peluru ZOF54. Foto: Wikipedia

Tank Rusia T-90SM dipersenjatai dengan amunisi tambahan berupa senapan berdaya ledak tinggi terbaru ZVOF77V dengan peluru ZOF54. Foto: Wikipedia

Tank tempur utama Rusia T-90SM dan Armata, yang akan dipamerkan dalam Parade Kemenangan Rusia pada Mei mendatang, dilengkapi dengan sistem pemantau khusus dan amunisi canggih yang dapat membuat kompleks antitank AS kehilangan taringnya, demikian diberitakan surat kabar Herald of Mordovia.

Di medan tempur, tank berhadapan dengan banyak musuh. Namun, yang paling berbahaya bagi tank di antaranya adalah peluncur roket, helikopter pembombardir, serta artileri ATRA. Untuk meningkatkan perlindungan dari ancaman-ancaman tersebut, tank Rusia T-90SM dipersenjatai dengan amunisi tambahan berupa senapan berdaya ledak tinggi terbaru ZVOF77V dengan peluru ZOF54, dan senapan ZVSH7 dengan proyektil mematikan ZSH7 Voron (Gagak).

Peluru yang dikembangkan oleh lembaga penelitian Poisk ini dilengkapi dengan pengontrol jarak jauh elektonik CWED, sekering ZVM17 (untuk pecahan peluru), dan ZVM18 (untuk serpihan ledakan tingkat tinggi).

Agar dapat meluncurkan amunisinya, tank akan dilengkapi dengan sistem detonasi jarak jauh Ainet. Sistem ini akan mencurahkan ‘hujan baja’ sungguhan bagi kompleks antitank milik musuh.

Ainet dilengkapi dengan pelacak laser. Penembak senjata menggunakan pelacak tersebut untuk memperkirakan jarak senjata ke target tembakan. Informasi mengenai jarak tersebut kemudian dikirim ke sekering elektronik yang dapat diprogram, dan proyektil tak akan meledak pada target, melainkan di jarak tertentu dari target.

Metode penembakan ini meningkatkan konsentrasi tembakan. Karakteristik fragmentasi radius kerusakan yang dihasilkan serta konsentrasi jangkauan tembak akan meningkat tiga kali lipat, serta mengurangi konsumsi rata-rata proyektil per target hingga separuhnya. Semua peluru berkaliber 125 mm yang ada saat ini cocok dengan sistem Ainet, hanya perlu menggantikan sekering reguler dengan CWED elektronik.

Ainet juga dapat menghancurkan pesawat, kendaraan pertahanan ringan, serta pasukan yang berada di area terbuka dan parit, pada jarak empat kilometer atau lebih.

Berdasarkan laporan Herald of Mordovia, dalam kasus pertempuran langsung antara tank Rusia yang dilengkapi dengan amunisi terbaru dengan ATGM Amerika Javelin (yang kemungkinan akan dikirim oleh pemerintah AS ke Ukraina), Javelin tak akan mampu menghadapi, apalagi mengalahkan Ainet.

Suka membaca artikel militer? Cari tahu lebih banyak di bagian Militer. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.