Tak Gentar Hadapi Krisis, Rusia Akan Tetap Memproduksi Masal Pesawat Penumpang MS-21

Pesawat tipe ini ditujukan untuk fokus pada salah satu segmen pasar paling ramai di dunia. Foto: Marina Lystseva/TASS

Pesawat tipe ini ditujukan untuk fokus pada salah satu segmen pasar paling ramai di dunia. Foto: Marina Lystseva/TASS

Krisis keuangan yang tengah menimpa Rusia saat ini tidak akan menghentikan rencana United Aircraft Corporation untuk memproduksi massal pesawat jarak pendek menengah MS-21. Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Yuriy Slyutsar mengatakan, prototipe siap terbang pesawat MS-21 akan muncul tahun ini.

Pesawat MS-21 diciptakan dalam dua jenis, yaitu MS-21-300 dengan kapasitas 160-211 tempat duduk penumpang dan MS-21-200 untuk 130-176 tempat duduk penumpang.

Pesawat tipe ini ditujukan untuk fokus pada salah satu segmen pasar paling ramai di dunia. Mesin dan pesawat terbang buatan Rusia ini harus mampu menghadapi persaingan keras dengan produk pesawat terbang jarak menengah lainnya, seperti Boeing-737 buatan AS dan Airbus A320 buatan Eropa, yang menjadi pemimpin dalam bisnis aviasi penumpang dunia saat ini.

Dalam pembuatan MS-21, pesawat ini menggunakan solusi-solusi teknis aerodinamika, mesin penggerak, serta material konstruksi yang terdepan. Selain itu, sistem pesawat generasi terbaru dari segi kenyamanan penumpang juga digunakan dalam pesawat ini. Para pemesan potensial akan ditawarkan dua jenis sistem tenaga penggerak pesawat, yaitu mesin penggerak buatan Rusia PD-14 atau menggunakan mesin buatan asing PW1400G.

“Secara keseluruhan, semua (fitur) itu akan menjamin tingkat keekonomisan pesawat yang tinggi, efektivitas penggunaan bahan bakar serta spesifikasi penerbangan yang tinggi. Semua hal ini akan membuat MS-21 benar-benar menarik bagi para pelaku bisnis transportasi udara,” terang Kepala Redaktur majalah Vzlyet Andrey Fomin kepada RBTH.

Selain itu, MS-21 akan menggunakan sayap “hitam” (dibuat dari material komposit) yang memberikan pesawat ini kemampuan terbang yang apik dan menurunkan beban pesawat akibat massanya sendiri.

“Bisa dikatakan, konstruksi pesawat dari material komposit dapat menjawab kriteria keamanan dan ketahanan layaknya material dari metal, tetapi di satu sisi lebih unggul dari segi massa,” ujar Kepala Divisi Ketahanan Statis dan Panas TsAGI Aleksandr Dzyuba. “Bagi pihak penyedia jasa transportasi, penggunaan material komposit akan lebih menguntungkan secara ekonomi karena berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Hal ini juga akan berpengaruh pada kapasitas penumpang atau barang yang bisa diangkut.” Material komposit di MS-21 mencapai 30-40 persen dari total keseluruhan material yang digunakan.

Badan pesawat ini memilki diameter yang lebih besar, yang tidak hanya memberikan kemampuan untuk menambah ruang bagi bagasi di bagian bawah, tetapi juga memberikan maskapai udara lebih banyak pilihan untuk optimasi pemanfaatan dimensi ruang—memperlebar bantalan kursi atau memperlebar jalan koridor. Hal ini dinilai mampu meningkatkan tingkat kenyamanan bagi para penumpang karena tata letak ruang kabin akan membuat bagian dalam pesawat lebih nyaman, kompartemen bagasi, jendela, serta jalan koridor pun akan lebih besar. Hal ini pun menambah kecepatan arus keluar-masuk penumpang sehingga maskapai dapat menghemat hingga dua juta dolar AS per tahunnya berkat tingginya arus mobilisasi pesawat di bandara.

Lebih Banyak Menggunakan Komponen Lokal

Berbeda dengan pendahulunya, pesawat regional Superjet, MS-21 akan memiliki lebih banyak komponen buatan dalam negeri.

“Sebagai gambaran, dengan penggunaan mesin penggerak PD-14 buatan Rusia, tingkat pemakaian komponen dalam negeri pada MS-21-300 bertambah hingga lebih dari 50 persen,” terang Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov kepada para wartawan dalam kunjungannya ke Pabrik Aviasi Irkut di Irkutsk pada November 2014 lalu.

“MS-21 adalah proyek prioritas di bidang aviasi sipil. Kami memandang proyek ini sebagai lokomotif dalam inovasi teknologi canggih di bidang aerodinamika, mesin penggerak pesawat, serta di bidang sistem komputerisasi pesawat,” tegas Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Yuriy Slyusar dalam wawancaranya bersama Rossiyskaya Gazeta belum lama ini. “Dalam hal kemampuan terbang, kenyamanan, dan—yang paling penting—indikator ekonomi, pesawat ini mendahului para pesaingnya, dan bahkan akan tetap lebih efektif daripada pesawat modifikasi produksi luar negeri, yang saat ini baru saja disiapkan untuk produksi massal.”

Penerbangan perdana MS-21 direncanakan akan berlangsung pada 2016 nanti. Sementara, sertifikat dari Interstate Aviation Committee rencananya akan didapat pada akhir 2017 hingga awal 2018. Setelah itu, pesawat MS-21 akan menyemarakkan jalur penerbangan pesawat penumpang di dunia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.