Mesin Pencari Yandex Laporkan Google Langgar Undang-undang Antimonopoli di Rusia

Perusahaan teknologi dari Rusia tersebut menilai, ketergantungan produsen dan pengembang ponsel pintar terhadap GMS telah meningkat berkali-kali lipat, sehingga Google kini dapat mendikte peraturan main di pasar ini. Foto: Sergey Kuznetsov/RIA Novosti

Perusahaan teknologi dari Rusia tersebut menilai, ketergantungan produsen dan pengembang ponsel pintar terhadap GMS telah meningkat berkali-kali lipat, sehingga Google kini dapat mendikte peraturan main di pasar ini. Foto: Sergey Kuznetsov/RIA Novosti

Mesin pencari Rusia Yandex menuduh Google secara ilegal telah memonopoli pasar dengan memaksa produsen perangkat Android menginstal aplikasi Google dan melarang penggunaan aplikasi dari kompetitor.

Mesin pencari Rusia Yandex telah mengajukan permohonan pada Federal Antimonopoly Service (FAS) atau Layanan Antimonopoli Federal Rusia, untuk memeriksa Google atas pelanggaran undang-undang antimonopoli di Rusia. Permohonan tersebut dikirim pada Rabu (18/2), demikian disampaikan dalam pernyataan resmi Yandex.

Yandex meminta FAS untuk memaksa Google memisahkan instalasi aplikasi pencarian dan aplikasi kunci lain dari sistem operasi perangkat Android.

Yandex juga terlibat dalam investigasi yang dilakukan oleh Komisi Eropa terkait dominasi yang dilakukan Google Android.

“Kami menilai, layanan penting seperti mesin pencari, peta, pesan, dan lain-lain harus terpisah dari sistem operasi Android,” kata Yandex.

Perusahaan Rusia tersebut menyebutkan, tahun lalu tiga vendor ponsel pintar, yakni Prestigio, Fly, dan Explay, melaporkan bahwa mereka tak bisa melakukan pra-install layanan Yandex di ponsel Android mereka.

Ada pula laporan yang menyebutkan bahwa para produsen perangkat Android dilarang meng-install layanan lain yang berasal dari kompetitor Google.

“Keterbukaan OS Android kini hanya menjadi masa lalu. Basis perangkat Android telah menjadi paket teknologi Google Mobile Services (GMS) yang tertutup, termasuk Google Play dan beberapa komponen lain,” kata Yandex

Perusahaan teknologi dari Rusia tersebut menilai, ketergantungan produsen dan pengembang ponsel pintar terhadap GMS telah meningkat berkali-kali lipat, sehingga Google kini dapat mendikte peraturan main di pasar ini. “Jika produsen tidak setuju untuk mempromosikan layanan Google di perangkat mereka, terutama menetapkan mesin pencari Google sebagai mesin pencari utama, mereka bisa kehilangan akses atas komponen platform Android yang menentukan kesuksesan ponsel pintar mereka,” kata Yandex.

“Kami percaya bahwa produsen perangkat Android seharusnya memiliki kebebasan untuk menetapkan mesin pencari mana yang digunakan, atau layanan apa yang bisa dipasang di perangkat mereka. Google tidak boleh melarang produsen untuk melakukan pra-install aplikasi kompetitor,” terang Direktur Hubungan Masyarakat Yandex Ochir Mandzhikov.

Sebelumnya pada Desember lalu, dalam wawancara bersama surat kabar Vedomosti, CEO Yandex Arkady Volozh menyatakan perusahaannya tidak akan mengajukan permohonan demikian pada FAS. “Kita harus bisa melawan mereka dengan kekuatan sendiri,” kata Volozh. Namun ia menambahkan pengajuan laporan tersebut bisa saja dilakukan jika pangsa pasar Yandex terus merosot.

Artikel Terkait

Analis Konten Pornografi, Bekerja untuk Melindungi Anak

‘Secret’ di Rusia, Ungkap Rahasia Kehidupan Pribadi

SLMMSK, Aplikasi Antiselfie dari Rusia

‘Demokrasi Elektronik’ Rusia, Berkembang Pelan tapi Pasti

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.