Rusia Kembangkan Android untuk Hentikan Bencana Industri

Pada 20 Januari lalu, Presiden Vladimir Putin telah dipresentasikan sebuah pengembangan teknologi muktahir. Kredit: Mikhail Klimentiev/RIA Novosti

Pada 20 Januari lalu, Presiden Vladimir Putin telah dipresentasikan sebuah pengembangan teknologi muktahir. Kredit: Mikhail Klimentiev/RIA Novosti

Pada 20 Januari lalu, Presiden Vladimir Putin telah dipresentasikan sebuah pengembangan teknologi muktahir di lokasi pertahanan Yayasan Institut Studi Lanjutan TsNIITochMash dan Asosiasi Riset dan Produksi Teknologi Android.

Teknologi berupa avatar robot berperawakan manusia (humanoid) yang dikendalikan oleh operator dari ruang kendali ini mampu menembak jitu target sebanyak lima kali dan mengendarai ATV mengelilingi autodrome.

Pengembang robot tersebut berusaha mengembangkan kemampuan yang dapat dibandingkan dengan manusia. Android nonotomatis ini harus dapat bergerak dengan leluasa pada medan terjal dengan membawa beban berat, mengendalikan kendaraan, dan bahkan melakukan pertolongan pertama pada korban.

“Ide pembuatan robot penolong ini muncul sebenarnya sudah lama, dan di awal pembentukan proyek kerja sama perusahaan Androidnaya Tekhnika dan Yayasan Institut Studi Lanjutan TsNIITochMash, pengembangan robot tersebut sudah memiliki kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat serius dalam arah ini,” terang Perwakilan Resmi TsNIITochMash Andrey Veduta kepada RBTH.

Sumber: RT/YouTube

“Robot ini dikembangkan untuk dapat digunakan dalam menghentikan bencana-bencana industri. Robot ini dapat bekerja di lingkungan yang dapat menimbulkan bahaya serius kepada manusia, seperti kontaminasi kimia dan radiasi,” ujar Redaktur Utama Majalah Natsionalnaya Oborona Igor Korotchenko dalam wawancaranya bersama RBTH.

Robot Tempur

Terkait demonstrasi kemampuan menembak avatar tersebut, para pengembang robot ini telah menunjukkan kejituan yang dimiliki oleh android tersebut dalam menjalankan misinya. Namun demikian, robot seperti ini tidaklah berguna bagi angkatan bersenjata. “Tentara Rusia sedang membutuhkan teknologi pesawat tanpa awak dan robot dengan sasis roda ataupun roda rantai yang dilengkapi dengan persenjataan di atasnya,” terang Korotchenko.

Robot penolong otomatis yang mampu menempuh jarak jauh dan mengangkut beban, sangat berguna bagi angkatan darat dan pasukan lintas udara, yang harus melakukan pawai panjang. AS sendiri sudah memiliki “robot tunggang” dalam perbendaharaannya. 

Perusahaan Boston Dynamics telah membuat robot tersebut untuk memenuhi pesanan dari Pentagon AS, yaitu BigDog dan LS3, yang mampu mengangkut beban hampir mencapai 200 kg di medan yang sulit selama satu hari tanpa melakukan pengisian bahan bakar.

Menurut program pengembangan dan penggunaan teknologi robot hingga tahun 2025 yang disetujui di akhir tahun 2014 lalu, robot tempur harus muncul di seluruh distrik militer Rusia dalam waktu dekat ini. Anggota Kolega Komisi Industri Militer Rusia Oleg Martyanov mengatakan, “Tanpa diragukan lagi, tahap persiapan pasukan robot saat ini akan meningkatkan kesiapan perang pasukan ini ke tingkatan yang baru.”

Mau mendiskusikan berita ini? Silakan ikuti diskusi di halaman Facebook kami. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.