Sepanjang 2014, Ilmuwan Rusia Berlomba Ciptakan Metode Baru Pengobatan Kanker

Pada akhir November, Biocad, sebuah perusahaan biofarmasi Rusia, mengumumkan pembentukan sebuah platform teknologi "pintar" terbaru. Foto: Press photo

Pada akhir November, Biocad, sebuah perusahaan biofarmasi Rusia, mengumumkan pembentukan sebuah platform teknologi "pintar" terbaru. Foto: Press photo

Tahun 2014 telah menjadi tahun terobosan dalam bidang pengembangan obat kanker di Rusia. Para ilmuwan mengajukan beragam metode baru untuk memerangi tumor yang paling jinak dan ganas.

Pada akhir November, Biocad, sebuah perusahaan biofarmasi Rusia, mengumumkan pembentukan sebuah platformteknologi "pintar" terbaru. Platform ini dapat digunakan untuk membuat obat-obatan yang sangat spesifik, yang bahan aktifnya berwujud molekul dan beberapa di antaranya belum pernah ada di alam. Platform ini dikembangkan dalam kerangka kerja sebuah proyek unik bertajuk MabNext, yang bertujuan untuk menciptakan obat berdasarkan antibodi monoklon untuk mengobati penyakit onkologi. Obat-obat itu diproduksi oleh sel imun dan dapat digunakan untuk melawan hampir segala antigen alami. Platform ini dikembangkan menggunakan metode sintesis gen baru de novo, penyaringan efisiensi tinggi, serta teknik pemodelan matematis.

Terapi Target

"Satu-satunya cara untuk mengembangkan industri farmasi Rusia adalah menciptakan obat yang benar-benar hebat," kata Direktur Jenderal Biocad, Dmitri Morozov. Saat ini, perusahaan itu memiliki lebih dari sepuluh obat inovatif berbasis antibodi monoklon yang tengah berada di berbagai tahapan pengembangan. Keunggulan obat-obat itu adalah efek yang mereka miliki terhadap sel dan molekul tertentu atau, dengan kata lain, target dari terapi tersebut. Badan monoklon akan menetralkan target tanpa menyentuh sel sehat dari organisme terkait.

Menurut spesialis Biocad, berkat adanya platform "pintar" tersebut, tahap laboratorium obat revolusioner untuk menyembuhkan salah satu kanker kulit yang paling ganas, melanoma, telah selesai. Platform digunakan untuk memilih beberapa lusin molekul yang mampu segera memblokir fungsi reseptor yang berperan dalam perkembangan, antara lain jenis kanker ini. Spesialis memprediksi bahwa penggunaan antibodi monoklon terhadap antigen PD-1 akan menghentikan perkembangan tumor pada 30-40 persen penderita kanker. Obat ini diprediksi bisa tersedia di pasar pada 2018-2019.

Penanaman Kapsul Radioaktif

Kini, kapsul radioaktif (sumber mikro) yang lebih kecil dari sebutir beras bisa ditanam di dalam tumor. Kapsul tersebut akan meradiasi daerah kecil di sekelilingnya sehingga organ-organ sehat dan sel-sel di sekitar tumor tidak akan terkena dampak buruk. BEBIG, proyek bersama Eckert&Ziegler dari Eropa dan RUSNANO yang direalisasikan di zona ekonomi khusus Dubna, memproduksi sumber mikro untuk implantasi di kelenjar prostat. Sumber-sumber mikro itu memiliki kompatibilitas hayati dan visualisasi USG yang baik dan dimasukan menggunakan alat USI atau tomograf komputer.

Pada Agustus lalu, obat jenis baru diperkenalkan di Rusia, yakni terapi neuroblastoma MIBG. "MIBG adalah metaiodobezilguanidin, sebuah molekul yang aktif ditangkap oleh sel-sel tumor," jelas Alexei Maschan, Direktur Pusat Hematologi, Onkologi dan Imunologi Anak Nasional. "Obat tersebut mengandung yodium radioaktif yang akan terakumulasi di dalam inti tumor dan meradiasinya dari dalam," terang Maschan.

Dengan demikian, sel-sel tumor mendapat radiasi dalam jumlah yang lebih besar dibanding dengan terapi radiasi tradisional. Terapi tersebut mempersiapkan pasien untuk ototransplantasi sumsum tulang. Pusat Radiologi Rusia diberi sebuah kotak perlindungan khusus untuk melakukan terapi MIBG. Pasien harus tetap berada di dalam kotak selama beberapa hari setelah diberi obat, hingga bagian utama MIBG meninggalkan organisme. Pada saat itu, pasien dan segala yang keluar dari badannya bersifat radioaktif.

20 Inovasi

Forum Onkologi Rusia ke-28 yang berlangsung pada November lalu menyajikan 20 proyek inovatif terkait obat kanker. Proyek-proyek itu merupakan finalis kompetisi OncoBioMed 2014, sebuah proyek kerja sama antara Skolkovo Foundation dan komunitas profesional ahli onkologi dan kemoterapi RUSSCO). Salah satu pemenangnya, Roman Kholodenko, mengembangkan struktur nano antitumor yang mampu menghubungkan gangliosida tumor, zat yang berperan dalam keberlangsungan aktivitas antarsel dan menekan perkembangan tumor.

Di antara inovasi itu, terdapat sistem pengujian Biosoft.ru untuk melakukan diagnosa dini kanker usus besar dan sebuah senyawa baru yang berbahan dasar platina dan zat organik untuk menyembuhkan penyakit onkologi. "Di antara 200 lebih perusahaan baru dari kelompok biomedis Skolkovo, sekitar 50 mengembangkan proyek-proyek onkologi," terang pihak Skolkovo. Sebagian besar obat-obatan tersebut masih dalam tahap uji pra-klinis. Namun, beberapa mungkin akan muncul di pasar dunia dalam waktu dekat. Sebagai contoh, pengujian klinis obat dari perusahaan Incuron yang berbasis di Skolkovo sedang dilakukan di Rusia dan AS.

Artikel Terkait

Badan Pengawas Obat Rusia: Tingkat Kematian Akibat Obat Terlarang di Rusia 20 Kali Lipat Lebih Tinggi Dibanding Jepang

Rospotrebnadzor: Rusia Ambil Langkah Komprehensif Cegah Penyebaran Virus Ebola

Tes DNA Kian Populer di Rusia

Brain Target, ‘Mata Ketiga’ Ahli Bedah Saraf untuk Lawan Kanker

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.