Rusia Akan Bentuk Divisi Angkatan Udara Gabungan di Krimea

Pembentukan divisi Angkatan Udara dibentuk guna melindungi ruang udara Krimea dan melakukan pengiriman personel serta barang angkut ke markas komando angkatan bersenjata Rusia. Foto: RIA Novosti

Pembentukan divisi Angkatan Udara dibentuk guna melindungi ruang udara Krimea dan melakukan pengiriman personel serta barang angkut ke markas komando angkatan bersenjata Rusia. Foto: RIA Novosti

Dalam beberapa minggu mendatang, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu akan melaporkan perkembangan pembentukan angkatan bersenjata gabungan yang mandiri di Krimea pada Presiden Rusia. Tugas tersebut mendapat skala prioritas dalam instansi militer Rusia.

Para pimpinan angkatan bersenjata Rusia telah berupaya melakukan pembentukan pasukan sejak Semenanjung Krimea bergabung ke Rusia. Krimea harus membangun sistem pertahanan agar wilayah Rusia tersebut mampu melindungi dirinya sendiri dari serangan darat, udara, dan laut. Di antara tiga divisi tersebut, Angkatan Udara memainkan peran paling penting.

Pada Kamis (13/11) lalu, pembentukan divisi Angkatan Udara gabungan di Belbek sudah memasuki tahap akhir. Divisi itu dibentuk guna melindungi ruang udara Krimea dan melakukan pengiriman personel serta barang angkut ke markas komando angkatan bersenjata Rusia.

Menurut kabar, saat ini pesawat Su-27 telah dipindahkan ke pangkalan udara Krimea. Berdasarkan jenis satuan pasukan gabungan tersebut, hangar Krimea akan diisi pula oleh pesawat tempur, pesawat pengintai dan transportasi, helikopter, serta pesawat pengebom garis depan. Sekarang ini, Krimea telah memiliki Su-24 yang ditempatkan di hangar pesawat Gvardeyskoye.

Pada musim panas lalu, para produsen pesawat militer berjanji akan menyerahkan tiga unit pesawat antikapal Be-12 yang sudah diperbaiki untuk para pilot Laut Hitam. Namun, para jendral tidak bersedia menyebutkan di mana pesawat tersebut akan ditempatkan.

“Semua unit aviasi kami akan ditaruh di hangar pesawat yang ada. Saya pikir, tidak penting menanyakan di mana kami menempatkan pesawat tertentu. Kami akan menempatkan pesawat sesuai tempat yang seharusnya,” tutur Komandan Utama Angkatan Udara Rusia Viktor Bondarev.

Pada masa Uni Soviet, terdapat 16 hangar pesawat yang digunakan di Semenanjung Krimea.  Namun saat ini dirasa belum ada kebutuhan untuk mengaktifkan hangar pesawat sebanyak itu. Akan tetapi, setidaknya empat hangar pesawat yang ada di Belbek, Gvardeyskoye, Kacha, dan Saky memang diperlukan oleh angkatan laut dan udara Rusia. Kemungkinan besar, unit aviasi yang ditempatkan di sana ialah pesawat antikapal Tu-142 dan Il-38, pesawat tempur multifungsi Su-30, serta helikopter Ka-27 dan Ka-29.

Hangar pesawat Krimea yang sempat dijadikan pangkalan pesawat militer adalah Belbek (dekat Sevastopol), Kacha (dekat Sevastopol), NITKA (Saky), Gvardeyskoye (dekat Simrefopol), Oktyaberskoye (wilayah Krasnogvardeyskiy), Veseloye (Sudak), Jankoy, Bagerovo (Kerch), Severniy (Kirovskoye), Yuzhniy (Sevastopol), Donuzlav (dekat Evpatoriya), Evpatoriya, Kerch, Simferopol, Karagoz (wilayah Pervomayskiy), serta Primorskoye (Feodosiya).

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Rossiyskaya Gazeta.

Suka dengan dunia aviasi dan ingin tahu lebih banyak? Baca lebih lanjut. >>>

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.