Perang Sanksi, Rusia Tetap Penuhi Kontrak Pengiriman Helikopter Tempur dengan AS

Perusahaan Rusia Rosoboronexpor menandatangani kontrak dasar pengadaan helikopter Mi-17 ke Afganistan sebanyak 21 unit dengan pemerintah AS pada Mei 2011 lalu. Foto: Alexey Kudenko/RIA Novosti

Perusahaan Rusia Rosoboronexpor menandatangani kontrak dasar pengadaan helikopter Mi-17 ke Afganistan sebanyak 21 unit dengan pemerintah AS pada Mei 2011 lalu. Foto: Alexey Kudenko/RIA Novosti

Hingga akhir Oktober ini, Rusia akan menyelesaikan proses pengiriman helikopter Mi-17V-5 ke Afganistan, yang merupakan bagian dari kontrak pembelian Pentagon untuk Angkatan Bersenjata Afganistan. Rusia melakukan pengiriman terakhir yang terdiri dari tiga unit helikopter pada Rabu (29.10). Dengan demikian, Rusia telah mengirim 63 unit Mi-17V-5 ke Afganistan.

Meski AS memberlakukan berbagai sanksi terhadap Rusia, Pentagon tetap bersikeras memenuhi kontrak pembelian helikopter tersebut. Pada pertengahan Juli lalu, dalam sidang Kongres AS Komandan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional Joseph Dunford menyebutkan bahwa penghentian pengiriman helikopter Mi-17 ke Afganistan merupakan sebuah bencana besar bagi pemerintahan Kabul. Dunford menerangkan, militer Afganistan tak bisa menjaga keamanan dan kestabilan negaranya tanpa kekuatan operasional yang didukung oleh helikopter buatan perusahaan Rusia tersebut.

Tanpa helikopter Rusia—yang mampu terbang di pegunungan dan temperatur udara yang ekstrem—tentara Afganistan tidak bisa bekerja dengan efektif. Itu berarti, perlawanan terhadap teroris dan mafia narkoba di sana hanya bisa dilakukan oleh warga AS yang tinggal di Afganistan setelah penarikan kontingen militer internasional dari sana.

Perusahaan Rusia Rosoboronexpor menandatangani kontrak dasar pengadaan helikopter Mi-17 ke Afganistan sebanyak 21 unit dengan pemerintah AS pada Mei 2011 lalu. Kontrak tersebut juga mencakup pengiriman suku cadang helikopter dan pelatihan bagi para spesialis perawatan dan perbaikan helikopter tersebut. Selang satu tahun, kontrak tersebut telah terpenuhi dan kedua pihak menandatangani perjanjian tambahan, yakni Rusia kembali mengirimkan 12 unit helikopter ke negara itu. Pada 2013, kedua pihak sepakat melakukan pengiriman helikopter buatan Mil dalam partai besar ke Kabul, sebanyak 30 unit. Kontrak tersebut akan segera terpenuhi, namun sepertinya tidak akan ada lagi pesanan lebih lanjut dari Pentagon. Meski masih belum ada helikopter alternatif yang dapat menggantikan Mi-17V-5 di Afganistan, tentara Amerika sudah mengumumkan akan menghentikan pembelian helikopter tersebut bagi tentara Afganistan.

Helikopter Mi-17V-5

Mi-17V-5 merupakan modifikasi turunan dari helikopter tipe Mi-8/17, yang dibuat oleh Biro Konstruksi Mil bekerja sama dengan Pabrik Helikopter Kazan. Helikopter Mi-17V-5 dibuat dengan memperhitungkan pengalaman pengoperasian helikopter pendahulunya dalam peperangan di berbagai konflik bersenjata, termasuk di Afganistan. Saat ini, lebih dari 2.400 unit helikopter Mi-8/17 sudah digunakan di lebih dari 80 negara.

Mi-17V-5 dirancang untuk mengangkut orang dan berbagai jenis kargo. Konfigurasi yang dimiliki helikopter ini dapat melakukan pendaratan 36 penerjun dalam waktu 15 detik. Selain itu, Mi-17V-5 dilengkapi dengan sistem pendaratan personel tanpa parasut, yang dapat mendaratkan empat personel sekaligus dalam satu waktu. Tangki bahan bakar tambahan pada helikopter ini juga menjamin helikopter dapat melakukan penerbangan jarak jauh.

Mi-17V-5 versi bersenjata digunakan untuk bantuan serangan dari udara bagi pasukan darat.

 

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Rossiyskaya Gazeta.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.