Kosmonot Perempuan Rusia Lakukan Ekspedisi Luar Angkasa 170 Hari

Kosmonot Badan Antariksa Federal Rusia Roscosmos Yelena Serova saat konferensi pers di Kosmodrom Baikonur sebelum peluncuran pesawat ruang angkasa Soyuz TMA-14M. Foto: Ramol Sitdikov/RIA Novosti

Kosmonot Badan Antariksa Federal Rusia Roscosmos Yelena Serova saat konferensi pers di Kosmodrom Baikonur sebelum peluncuran pesawat ruang angkasa Soyuz TMA-14M. Foto: Ramol Sitdikov/RIA Novosti

Pada Jumat (26/9) lalu, Yelena Serova meluncur ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) menggunakan Soyuz-FG bersama Aleksander Samokutyaev dan astronot NASA Barry Wilmore untuk melakukan ekspedisi selama 170 hari.

Yelena Serova (38) akan menjadi kosmonot perempuan keempat dalam sejarahruang angkasa Rusia dan yang pertama memasuki orbit dalam 17 tahun. Ia dan kedua rekannya akan melakukan ekspedisi selama 170 hari.

Yelena direkrut sebagai kosmonot oleh Badan Antariksa Federal Rusia Roscosmos sejak 2011. Serova bercerita ia tertarik pada eksperimen-eksperimen ilmiah yang dilakukan di atas ISS. Salah satu eksperimen tersebut ialah Firestation, sebuah eksperimen yang meneliti kilasan sinar gamma dan pendaran optis di atmosfer ketika badai petir terjadi.

Sejak kecil, Yelena telah bercita-cita untuk menjadi kosmonot. Ia lahir di kota Vozdvizhenka, Distrik Ussuriysky, Daerah Primorsky. Saat tumbuh dewasa, ia masih memegang teguh mimpi masa kecilnya dan mendaftarkan diri di Fakultas Dirgantara Institut Penerbangan Moskow, tempat ia memperoleh kualifikasi teknik. Setelah berhasil mempertahankan tesisnya, Yelena mendapat pekerjaan di S.P. Korolev Rocket dan Perusahaan Ruang Angkasa Energia. Pada 2004, ia pindah ke Pusat Kendali Misi.

Setelah menjalani latihan di Pusat Pelatihan Kosmonot Riset dan Tes Gagarin yang terkenal, pada 2005 Yelena melamar untuk menjadi kosmonot. Sesudah menjalani serangkaian panjang pemeriksaan medis, permohonan Yelena pun disetujui. Ia bergabung dalam pelatihan ruang angkasa umum pada 2007. Ia lulus ujian pada 2008 dan menerima kualifikasi sebagai kosmonot tes.

Tes terakhir Serova adalah bertahan hidup di padang pasir sebagai anggota awak bersama Sergey Ryzhikov dan Oleg Novitskiy. Setelah itu, pada Desember 2011 Yelena ditunjuk sebagai teknisi penerbangan untuk Soyuz-TMA.

Serova menjelaskan bahwa tak ada diskriminasi terhadap perempuan di bidang ruang angkasa. “Pada tahap persiapan saat ini, saya telah mendapat persetujuan untuk menjadi awak ekspedisi, sementara beberapa rekan saya yang laki-laki masih menunggu panggilan,” terang Serova.

Namun, ia mengakui bahwa memang kosmonot perempuan menanggung beban besar karena harus profesional dalam pekerjaan sekaligus menjadi ibu rumah tangga yang baik, dan itu tidak boleh memengaruhi kualitas profesionalnya. Yelena sendiri telah menikah dengan mantan kosmonot dan pilot tes Mark Serov. Yelena dan suaminya memiliki seorang putri berusia 11 tahun.

Misi yang berlangsung cukup lama tak membuat Yelena gentar. Untuk menjaga komunikasi dengan keluarga, ia akan menelepon mereka secara teratur. “Tidak ada masalah soal itu. ISS kini dilengkapi dengan segala jenis alat komunikasi modern. Ada telepon IP dan email,” terang kosmonot pada RIA Novosti dalam sebuah wawancara.

Ia juga menyatakan tidak takut menghadapi kesulitan perjalanan ruang angkasa. “Ini pekerjaan saya dan pilihan profesional saya,” kata Yelena bangga.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.