Latihan Perang, Jet Tempur Su-25 Grach Mendarat di Jalan Tol

Pesawat tempur Su-25 melakukan pendaratan di lintasan mobil di kawasan Primorye, Rusia. Foto: ITAR-TASS

Pesawat tempur Su-25 melakukan pendaratan di lintasan mobil di kawasan Primorye, Rusia. Foto: ITAR-TASS

Pesawat tempur Su-25 melakukan pendaratan di lintasan mobil di kawasan Primorye, Rusia.

Pendaratan tersebut menjadi salah satu bagian dari latihan perang yang dilaksanakan oleh Distrik Militer Timur Rusia. Pendaratan itu bisa dikatakan tidak sulit dari sudut pandang teknis, tapi para pilot sempat kebingungan oleh adanya gorong-gorong di sisi jalan.

Dalam siaran persnya, Komando Angkatan Udara Rusia memberitakan bahwa satu unit jet tempur dengan persenjataan lengkap untuk pertemuran udara dan dua blok roket S-80KOM telah berhasil mendarat di jalan tol M60 Ussuri, Primorye. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memenuhi agenda latihan milik Distrik Militer Timur Rusia. Manuver itu sehubungan dengan agenda penguasaan gerak militer dengan menggunakan jalan raya.

Setelah pendaratan, Grach langsung mendapat pelayanan teknis yang komprehensif, termasuk pengisian bahan bakar, pengisian udara terkompresi dan nitrogen, serta pergantian komponen senjata yang diangkut, yakni roket kelas udara-ke-permukaan digantikan dengan peluru kendali terbaru dengan kelas yang sama. Kemudian, Grach kembali mengudara untuk memenuhi misi lain.

Sebelum Grach, tiga pesawat lain dengan tipe yang sama sempat menyentuhkan chasis-nya ke jalan dan melaju sepanjang beberapa ratus meter sebelum akhirnya kembali terbang ke udara.

Pesawat tersebut dikendalikan oleh Komandan Resimen Serbu Udara 18 Kolonel Aleksandr Zaripov. Setelah mendaratkan pesawat, Zaripov melaporkan keberhasilan misi militer itu pada kepala pelatihan terkait, Wakil Menteri Pertahanan Jenderal Dmitry Bulgakov. “Tugas pendaratan di jalan raya merupakan hal baru bagi kami, tapi sebetulnya keahlian ini pernah dilupakan orang-orang. Tugas ini pernah dilakukan cukup sering pada masa Uni Soviet,” ungkap pilot ranking satu tersebut pada para wartawan.

Zaripov mengatakan kesulitan pendaratan pesawat di jalan tol bukan dari sudut teknis, melainkan dari sudut psikologis. “Gorong-gorong di sepanjang jalan tentu berpengaruh pada mental kami. Ini seperti pendaratan biasa ke aerodrom. Memang ada kendala dari luas jalur jalan tol, karena luas jalur aerodrom ialah 27 meter,” ujar Zaripov.

Sumber: Rossiya 24/YouTube

Komandan Distrik Militer Timur Rusia Kolonel Jenderal Sergey Surovikin menyatakan jalan seperti yang ada di jalan tol M60 Ussuri ini membantu mempercepat operasi penyebaran pasukan serbu di wilayah operasional yang telah ditentukan.

Dalam latihan tersebut, ada pula skenario pengawalan pendaratan pesawat  ke aerodrom sekitar Vladivostok, yang melanggar batas wilayah negara Rusia. Latihan penangkapan dan pengawalan pendaratan pesawat  dilakukan dengan jet tempur Su-27SM, sedangkan helikopter Mi-8 berperan sebagai obyek udara pelanggar batas.

Selain itu, latihan terencana untuk pasukan pertahanan udara dan aviasi dimulai di poligon militer Ashuluk, Karpustin Yar dan di Laut Kaspia dengan keikutsertaan kapal armada Kaspia.

Dalam pelaksanaan latihan tersebut, Distrik Militer Selatan Rusia mengerjakan perhitungan militer untuk melumpuhkan serangan roket dan udara mendadak dari musuh bayangan dan melakukan latihan tembak dari sistem peluncur rudal S-400 Triumph. Latihan tersebut juga akan menggunakan sistem pertahanan udara Pantsir-S1, sistem peluncur rudal Buk-M1, Top-M1, dan Tunguska.

Peran utama latihan ini dipegang oleh kesatuan pertahanan udara (pertahanan antirudal dan antipesawat), yaitu untuk melindungi Moskow dan objek vital kawasan industri sentral. Sistem peluncur rudal S-400 Triumph dan S-300 Favorit berhasil melumpuhkan lebih dari 100 sasaran di udara, di dalam poligon Ashuluk, meski berada dalam panas menyengat 50 derajat Celcius dan penggunaan sistem radio jamming di sekitar area latihan.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia di Rossiyskaya Gazeta.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.