Tentara Rusia Hadapi ‘Tantangan di Neraka’ Demi Dapatkan Baret Merah

Setiap anggota spetsnaz (pasukan khusus) Rusia harus melalui salah satu persaingan yang paling sulit dan keras di dunia untuk menerima baret merah, sebagai pengakuan atas kualifikasi unggul mereka.

Foto: Sergey Shapran

Baret merah atau baret crimson adalah bagian dari seragam tentara yang banyak digunakan oleh tentara di dunia. Biasanya, topi tersebut merupakan simbol pasukan khusus. Baret Merah di Rusia terwujud dengan pembentukan kompi latihan pasukan khusus di bawah divisi F. Dzerzhinsky, yang dibentuk pada 1978 sebelum Olimpiade Moskow 1980. URSN (Kompi Latihan Tujuan Khusus) menjadi dasar datasemen spetsnaz Vityaz yang ternama.

Gagasan ujian bagi prajurit yang ingin mengenakan baret merah berasal dari mantan komandan Vityaz yang juga merupakan Pahlawan Nasional Federasi Rusia, Sergey Lysyuk. “Semua ini bermula ketika saya membaca buku Alpha Team karya Miklуs Szabу, seorang mantan prajurit pasukan khusus AS. Di situ tertulis hak untuk mengenakan baret hijau diperoleh melalui tes yang sangat sulit, dengan darah dan keringat. Buku itu begitu membekas pada saya dan membuat saya berpikir untuk mengadakan tes bagi divisi saya, untuk mendapatkan hak mengenakan baret merah. Baret merah bukan sekadar topi, tetapi simbol sebuah komando spetsnaz yang berkualitas tinggi,” kata Lysyuk.

Sergei Lysyuk dan temannya Victor Putilov menyusun persyaratan tes dengan latihan fisik dan taktis khusus, yang telah digunakan sejak 31 Mei 1993 di semua unit spetsnaz pasukan dalam negeri Rusia.

Tes baret merah Rusia biasanya terdiri dari tiga langkah. Tes pertama bertujuan menguji kebugaran jasmani, terdiri dari balap lari lintas alam yang sulit sepanjang delapan kilometer, diakhiri dengan sprint 100 meter.

Ujian ini mengharuskan peserta mengatasi rintangan air, rawa kotor setinggi dada, genangan air, serta area “terkontaminasi” dengan mengenakan topeng gas. Rute lintas alam pun dipenuhi rintangan khusus, mulai dari ladang ranjau, area penuh asap, hingga api. Kadang prajurit harus merangkak atau berlari sambil ditembaki dengan persenjataan kecil.

Selain itu, sebuah kelompok “manipulasi psikologis” khusus dikerahkan sepanjang balapan. Orang-orang itu berlari bersama para prajurit peserta untuk meneriaki mereka, memerciki mereka dengan lumpur dan air, bahkan melemparkan granat gas air mata ke kaki mereka.

Setelah mengakhiri bagian ini tanpa jeda, prajurit harus melakukan sprint 100 meter sebanyak empat kali. Kemudian, ia harus melakukan chin-up dan akrobat.

Tahap kedua dimulai segera setelah tes pertama selesai. Setiap peserta harus menunjukkan kemampuan menembakan peluncur granat antitank RPG-7, peluncur granat otomatis AGS-17, senapan mesin PK atau PKT, pistol AK74M otomatis, Makarov atau Stechkin, dan senapan jitu SVD.

Tahap terakhir hanya berlangsung 12 menit, tetapi para prajurit menyebutnya “12 menit di neraka”. Kurun waktu tersebut terbagi menjadi periode 3 menit. Masing-masing dari empat periode tersebut berupa ronde pertarungan tangan kosong dengan musuh yang sudah menjadi Baret Merah.

Mereka yang berhasil melalui semua tahap akan mendapat Baret Merah. Namun, Dewan Baret Merah yang ada di setiap divisi besar spetsnaz dapat mencopot hak seorang prajurit untuk mengenakan baret merah jika ia melakukan pelanggaran tertentu. Selain pasukan dalam negeri, biasanya beberapa unit elit MVD bersaing mendapatkan baret merah. OMON Berkut di Kiev dan unit pasukan khusus di Belarus juga menggunakan tes baret merah yang serupa.

Artikel Terkait

Santun, Citra Baru Tentara Rusia

Spesifikasi Misil BUK, Senjata Terduga Penyebab Jatuhnya MH17

Ekor dan Sirip Kini Jadi Anggota Pasukan Militer Rusia

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.