Trem Baru Rusia, Trem ‘Luar Angkasa’

Trem inovatif generasi baru Russia One (R1) yang dijuluki sebagai “iPhone di atas rel” ini pertama kali dipamerkan ke publik dalam pameran dagang industri internasional tahunan INNOPROM, 9 Juli 2014. Foto: Darya Kezina

Trem inovatif generasi baru Russia One (R1) yang dijuluki sebagai “iPhone di atas rel” ini pertama kali dipamerkan ke publik dalam pameran dagang industri internasional tahunan INNOPROM, 9 Juli 2014. Foto: Darya Kezina

Sebuah trem baru yang dikembangkan di Rusia, Russia One, dipamerkan untuk pertama kali di Yekaterinburg. Tampilan futuristik trem, yang mengingatkan pada Decepticons dan Death Star dari Star Wars, tengah menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan pengguna jejaring sosial Rusia.

Para pengunjung pameran dagang industri internasional tahunan INNOPROM yang berlangsung di Yekaterinburg (1.400 kilometer sebelah timur Moskow) pada 9-12 Juli lalu, menjuluki trem inovatif generasi baru Russia One (R1) sebagai “iPhone di atas rel”. Trem ini dikembangkan oleh Uraltransmash, anak perusahaan ilmiah dan produksi Uralvagonzavod, bersama biro desain eksperimental Atom.

Trem bernuansa ultramodern ini berbentuk unik, lebih mirip kristal hitam besar atau kereta api berkecepatan tinggi dari film sci-fi daripada angkutan umum perkotaan. Produsen menyebut hasil karya mereka ini sebagai “trem kelas bisnis pertama di dunia.”

“Kami ingin mengubah sikap warga kota terhadap konsep transportasi umum menjadi lebih baik dan menetapkan standar baru untuk angkutan umum di seluruh negeri, bahkan kalau bisa hingga luar negeri. Kami bersaing dengan raksasa-raksasa industri seperti Alstom, Bombardier, dan Siemens,” kata Alexei Maslov, desainer “trem luar angkasa” ini pada RBTH.

Uji coba trem baru Rusia ini akan dimulai pada Februari 2015. Produksi berskala penuh dijadwalkan akan mulai pada awal 2016. Super trem pertama tersebut akan beroperasi di Yekaterinburg, Omsk, Moskow, dan merambah ke luar negeri.

Di Bawah Kap

Nama resmi kendaraan ini adalah New Three-Section Low-Floor Tram R1. Trem ini dilengkapi dengan Wi-Fi, GPS, sistem navigasi satelit, kamera video (bukan cermin), dan AC. Lampu-lampu khusus yang dipasang di trem dapat beralih dari berbagai tingkat kecerahan, tergantung kondisi iklim kota tertentu.

Hampir seluruh bahan baku R1 berasal dari Rusia. Foto: Darya Kezina

Pegangan tangan trem ini dibuat dari tembaga antimikroba, bahan unik yang mencegah penyebaran bakteri. Sebuah sistem lampu kuarsa terpadu yang dipasang untuk membersihkan kompartemen penumpang, berfungsi mendisinfektan semua permukaan dalam semalam, yang juga mengurangi risiko penyakit menular antara penumpang.

Russia One merupakan trem berlantai rendah pertama yang diproduksi di Rusia. Para insinyur dihadapkan dengan tugas sulit untuk menciptakan trem yang memenuhi standar industri internasional sepenuhnya dari awal. Hampir seluruh bahan baku R1 berasal dari Rusia. Badan trem “reflektif” yang ditutupi panel terbuat dari Mosavsteklo yang canggih. Trem ini hanya menggunakan dua komponen asing yaitu mekanisme keamanan untuk membuka pintu dan unit yang menghubungkan gerbang trem.

Kepala Produksi Trem Uraltransmash Nikolai Kirnos menjelaskan keunikan desain trem terletak pada roda yang memiliki mesin terpisah sendiri. Ini membedakan R1 dari trem biasa, yang memiliki satu mesin per pasangan roda. R1 dapat terus beroperasi bahkan jika salah satu gerbong rusak.

Foto: 1-4 Press Photo, 5 - Darya Kezina

Dalam hal kecepatan, trem baru ini setara dengan kereta listrik dan dapat digunakan untuk transportasi antarkota yang berdekatan. Trem dapat melakukan perjalanan hingga 50 kilometer dengan menggunakan baterai. Desain modular badan trem memungkinkan untuk mengubah konfigurasi kompartemen penumpang sesuai rute tertentu, untuk mengurangi atau meningkatkan jumlah kursi.

Layar sentuh di kabin menampilkan gambar dari kamera di dalam kompartemen penumpang dan perekam eksternal. Kabin menggantung di atas trek, meningkatkan 15 persen jangkauan pandang masinis. Hal ini memungkinkan mereka menghindari salah satu situasi berisiko tinggi yang paling umum, yakni pejalan kaki yang berada di titik buta yang lebih rendah dari masinis, yang menyeberang jalan langsung di depan trem di halte trem.

Layar sentuh di kabin menampilkan gambar dari kamera di dalam kompartemen penumpang dan perekam eksternal.  Foto: Darya Kezina

Biaya pembuatan “trem pintar” ini setengah dari harga dari trem-trem serupa di Eropa, yakni 1 juta euro berbanding 2 juta euro untuk trem tiga bagian Pesa. Gerbong trem, sebagai komponen yang paling mahal yang menghabiskan sepertiga biaya, dibuat langsung oleh Uraltransmash.

Reaksi di Jejaring Sosial

Foto-foto pertama trem ini langsung tersebar dan disambut gembira oleh pengguna jejaring sosial Rusia. Beberapa orang berkomentar trem ini mengingatkan mereka akan film Star Wars. “The Imperial March mulai diputar di pengeras suara”, atau “Trem ini sangat Darth Vader”, demikian beberapa komentar yang bermunculan di bawah foto.

Beberapa orang menganggap desainnya tampak mirip dengan sandcrawler Jawa dari Star Wars yang terkenal. Ada pula yang menganggap trem ini cocok untuk Batman dan dijuluki sebagai “Bat-trem”.

Namun, ada pula yang skeptis mengenai seberapa sesuai trem baru ini dengan situasi di kota-kota Rusia, yang biasanya cukup kotor pada musim semi dan musim gugur. Ia mengirim gambar olahan photoshop yang memperlihatkan R1 mencoba melakukan perjalanan melintasi genangan air dan tumpukan salju di Yekaterinburg.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.