Santun, Citra Baru Tentara Rusia

Istilah “tentara santun” pertama kali muncul pada akhir Februari lalu, saat ada kelompok bersenjata di Semenanjung Krimea yang menyamar menjadi warga biasa tanpa menggunakan atribut tentara. Foto: ITAR-TASS

Istilah “tentara santun” pertama kali muncul pada akhir Februari lalu, saat ada kelompok bersenjata di Semenanjung Krimea yang menyamar menjadi warga biasa tanpa menggunakan atribut tentara. Foto: ITAR-TASS

Pasukan Komando Distrik Militer Sentral Rusia menetapkan 2014 sebagai tahun budaya militer. Hal tersebut bermaksud membentuk dan memperkuat citra “santun” di angkatan bersenjata Rusia.

Frasa “tentara santun” pertama kali muncul pada akhir Februari lalu, saat ada kelompok bersenjata di Semenanjung Krimea yang menyamar menjadi warga biasa tanpa menggunakan atribut tentara. Media setempat memberitakan mereka “memblokir secara santun” obyek-obyek militer dan titik transportasi setempat menjelang pelaksanaan referendum Krimea pada 16 Maret.

Sehari setelah referendum dilaksanakan, Vladimir Putin menyatakan bahwa kelompok bersenjata di Krimea tersebut merupakan perwakilan dari tentara Rusia. Ia menjelaskan angkatan bersenjata Rusia berada di belakang kelompok pertahanan sipil Krimea. Menurut Putin, tindakan tersebut diambil agar warga Krimea dapat melaksanakan referendum dan mengungkapkan pendapatnya secara terbuka, jujur, dan adil.

Sejak saat itu, frasa "santun” mulai digunakan sebagai istilah politik, tidak hanya di Rusia, tetapi juga di seluruh dunia. Istilah "orang santun" dengan cepat menjadi fenomena internet. Meme "orang santun" langsung menyebar luas. Salah satu lelucon terpopuler di dunia maya Rusia adalah poster yang bertuliskan “Sopan santun meluluhkan kota. 2014, tahun budaya di Rusia”, dengan ilustrasi seorang tentara membawa senapan mesin dan berwajah tertutup.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoygu pun bahkan sempat bergurau perihal istilah “orang santun” tersebut, saat mengomentari pengumuman yang dilakukan Kiev mengenai tuduhan keterlibatan pasukan khusus Rusia dalam peristiwa yang terjadi di Donbass. “Saya hanya akan mengatakan satu hal, sulit mencari seekor kucing hitam di ruang gelap, apalagi jika sebenarnya kucing tersebut tidak ada. Lebih konyol lagi jika kucing itu ternyata pintar, berani, dan santun,” ujar sang Jenderal.

Lekat dengan Angkatan Bersenjata

Kementerian Pertahanan Rusia tidak berdiam diri melihat fenomena "orang santun" di masyarakat. Mereka menjadikan “orang santun” sebagai citra pelayanan tentara Rusia. Kepala Dinas Kebudayaan Lembaga Militer Rusia Anton Gubanko menyelipkan frasa “orang santun” dalam syair himne yang ia ciptakan. Lagu tersebut pertama kali dinyanyikan dalam Gastrolle ansambel Aleksandrov di Krimea. Penampilan mereka disambut dengan sorak sorai dan dengan cepat tersebar di internet.

Sumber: Alexandrov Ensemble/ YouTube

Kementerian Pertahanan Rusia juga menjual pernak-pernik berlogo “orang santun” secara komersil menjelang perayaan Hari Kemenangan pada 9 Mei lalu. Kaos “santun” menjadi barang dagangan terpopuler musim ini. Setelah Hari Kemenangan, kaos-kaos tersebut mulai dijual di online shop.

Untuk menggenapi citra "santun", Komando Distrik Militer Sentral Rusia berniat untuk melakukan pelatihan dan masterclass komunikasi interpersonal bagi para calon tentara baru.  Mereka mendefinisikan sopan santun bukan hanya berupa kebijaksanaan, kesederhanaan, atau keramahan dalam berkomunikasi dengan sesama rekan militer dan masyarakat sipil, tetapi juga berupa kesiapan untuk tanggap menolong orang yang membutuhkan.

Pencitraan Baru?

April lalu, Dewan Kota Bakhcysarai di Krimea memutuskan untuk membuat monumen ”tentara santun” di kota tersebut. Pemerintah setempat mengatakan monumen itu dibuat atas permintaan penduduk Bakhcysarai yang ingin mengabadikan kenangan tentang para tentara yang berusaha menjaga kedamaian dan kebebasan berpendapat di Bakhcysarai saat pelaksanaan referendum Krimea.

Di sisi lain, Ketua Komisi Dewan Presiden Hubungan Militer dengan Warga Sipil Sergey Krivenko menilai bahwa citra “orang santun” diciptakan hanya untuk pasukan khusus, dan tidak semua tentara Rusia dilabeli citra tersebut. “Tentara santun adalah istilah untuk menggambarkan situasi yang khusus, seperti yang terjadi di Krimea. Penggunaan citra tersebut untuk seluruh tentara Rusia, sepertinya kurang tepat," ujar Krivenko.

Sementara, Wakil Ketua Komisi Majelis Rendah Duma Rusia Bidang Pertahanan yang juga merupakan veteran operasi militer di Afganistan Frans Klintsevich menilai istilah “orang santun” tidak muncul dari hasil pemberitaan media massa semata, namun merupakan pertanda adanya perubahan pandangan yang nyata dalam para anggota militer sendiri. “Orang yang mengabdi sebagai tentara nasional memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan kebanggaan atas profesi yang dijalaninya. Mereka juga menerima penghormatan dari orang-orang. Banyak perubahan yang terjadi di badan militer Rusia, dan yang paling penting adalah para perwira dan prajurit mengerti bahwa mereka dibutuhkan negara. Mereka tahu bahwa negara mencintai dan menghargai mereka," kata Klintsevich.

Sebuah video yang menggambarkan hari-hari pelayanan dalam angkatan militer Rusia tersebar di dunia maya. Kementerian Pertahanan Rusia juga ikut serta dalam pembuatan video berjudul, "Ini adalah hari perdana kehidupan barumu”, yang diunggah ke situs YouTube oleh seorang pengguna bernama mrdmitry187 pada 4 Mei lalu. Hingga kini video tersebut telah disaksikan oleh 1,5 juta penonton dan menuai ribuan komentar.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan terkejut sekaligus senang atas besarnya dukungan dari generasi muda saat ini. "Kini kita bisa melihat bahwa  “sopan santun” tidak hanya dapat meluluhkan sebuah kota, tetapi juga hati masyarakat. Masyarakat kami sangat rindu terhadap citra pria biasa yang santun dalam diri tentara Rusia,”, tulis Kementerian Pertahanan .

Sumber: mrdmitry187/YouTube

Berdasarkan materi yang dipublikasikan di mil.ru, RIA Novosti, dan ITAR-TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.