WALL-E Bersenjata Lengkap Bergabung dengan Militer Rusia

Robot ini dipersenjatai senapan Kalashnikov yang terkenal yang dibuat di Izhevsk serta empat peluncur granat. Foto: RIA Novosti

Robot ini dipersenjatai senapan Kalashnikov yang terkenal yang dibuat di Izhevsk serta empat peluncur granat. Foto: RIA Novosti

Robot tempur Platform-M bersenjata peluncur granat dan senapan Kalashnikov melakukan debut pertama mereka saat Armada Baltik melakukan latihan militer pada pertengahan Juni lalu, pada waktu dan lokasi yang sama dengan latihan NATO. Para robot ini mengeksekusi misi militer bersama rekan-rekan manusia mereka.

Menurut skenario latihan, pasukan penerjun payung dan pasukan pesisir harus membasmi kelompok militan dengan dukungan senjata penghancur-pengebom SU-34, pengebom garis depan penerbangan angkatan laut SU-24, dan helikopter militer MI-24. Senjata-senjata tersebut sudah familiar, sama halnya seperti BPM, BTR, dan tank BPLA. Namun, kehadiran robot dalam angkatan bersenjata Rusia merupakan fenomena baru. Sebelumnya, teknologi semacam ini hanya disaksikan di berbagai pameran.

Robot tempur telah bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia sejak mereka muncul dalam parade militer perayaan kemenangan Perang Dunia II di Kaliningrad pada Mei lalu. Namun, saat itu belum jelas seberapa siap robot termpur melaksanakan misi militer mereka.

Berdasarkan informasi dari layanan pers Distrik Militer Barat, selama latihan robot militer Platform-M ditugasi menghancurkan formasi bersenjata ilegal perkotaan sementara serta menyerang target stasioner dan bergerak. Platform-M melakukan tugasnya didampingi drone pengintai mungil BPLA Grusha. Unit-unit tersebut juga digunakan untuk menjadi pemandu pengintai dan menciptakan jalur untuk melewati medan ranjau yang telah dibuat oleh teroris.

Karakter Kartun

Platform-M adalah unit robot yang dikendalikan dari jarak jauh di atas sebuah crawler. Secara fisik, ia menyerupai robot animasi WALL-E, namun tidak terlihat sentimental. Kemiripan juga dapat dilihat dalam prototipe robot dalam sebuah presentasi animasi yang tersebar di internet. Karakter terkemuka dalam presentasi itu, yang menyerupai Platform-M, tetapi berada di atas roda, dengan mudah menghancurkan militan musuh yang dipersenjatai dengan senjata NATO.

Sumber: Sergey Fatayants/YouTube

Menurut data dari militer Rusia, unit Platform-M dilengkapi dengan casis defensif yang terpisah, platform menembak, serta kemampuan bertempur pada malam hari tanpa terlihat.

Robot ini dipersenjatai senapan Kalashnikov yang terkenal yang dibuat di Izhevsk serta empat peluncur granat. Pihak Progress Scientific Research Technological Institute of Izhevsk, tempat robot ini dibuat, menjelaskan bahwa Platform-M merupakan platform tempur yang universal. Robot ini bisa digunakan untuk mengumpulkan pengintai, menemukan dan mengeliminasi target stasioner dan bergerak, mendukung daya tembak, melakukan patroli, serta menjaga objek-objek penting. Unit senjata ini dapat dipandu, melaksanakan tugas yang mendukung, serta menghancurkan target dalam sistem kontrol otomatis atau semi-otomatis. Platform-M juga dilengkapi dengan pencari pengintai optik-elektronik dan radio.

Pewaris Moon Rovers

Platform-M tidak muncul secara tiba-tiba. Teknologi robot di Rusia telah ada sejak zaman Moon Rovers. Pada 1964, Angkatan Udara Rusia memiliki sebuah sistem pengintaian teknologi foto dan radio jarak jauh nirpilot yang disebut DBP 1. Mesin pengintai yang diluncurkan dari bagian barat Rusia ini bisa melaksanakan tugas di seluruh Eropa Barat dan Tengah. Pada 1973, Uni Soviet memulai program ilmiah dan teknologi negara pertama yang ditujukan untuk menciptakan robot industri. Pada 1985, Uni Soviet memiliki 40 persen dari robot industri yang ada di dunia, melampaui Amerika Serikat. Robot-robot ini dipandu oleh prinsip jaringan-sentris.

 

Dengan kehadiran robot, kecerdasan buatan (artificial intelligence) masuk ke bidang militer. Unit granat anti-kapal P-700 telah digunakan di Angkatan Laut Soviet sejak 1983. Secara khusus, unit ini terdiri dari rudal yang akan berbaris dalam formasi tempur selama tembakan serentak, mampu bertukar informasi dan mendistribusikan target antara mereka sendiri. Salah satu roket bahkan bisa menjadi 'seorang' pemimpin, menempati jabatan eselon yang lebih tinggi dari yang lain. Sekarang, tugas interaksi kelompok memiliki dimensi yang lebih luas.

Rusia telah memiliki banyak landasan kerja teknologi di bidang robotik, melebihi negara lain. Kini, setelah menghilang selama 20 tahun, para ilmuwan Rusia berusaha kembali mengejar ketertinggalan.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.