Ukraina Minta Lumba-lumba Militer Krimea Dikembalikan

Lumba-lumba di dolphinarium Sevastopol, Krimea. Foto: RIA Novosti

Lumba-lumba di dolphinarium Sevastopol, Krimea. Foto: RIA Novosti

Lumba-lumba militer Krimea yang digunakan untuk kepentingan Angkatan Laut Ukraina kini ada di bawah kewenangan Rusia, setelah Krimea bergabung dengan Rusia sejak Maret lalu. Pihak Ukraina sangat tidak senang atas situasi ini dan meminta hewan-hewan tersebut dikembalikan.

Ukraina yang akan mengadakan aksi protes dan mengambil lumba-lumba militer itu dari pusat ilmiah Sevastopol di Teluk Cossack, untuk dipindahkan ke dolphinarium di distrik Henichesk, daerah Kherson, yang baru dibuka pada 21 Juni lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Satu Pemerintah Daerah Henichesk, Dmitry Yunusov.

“Lumba-lumba militer itu harus dikembalikan pada negara kami sebagaimana Rusia mengembalikan rampasan peralatan militer Ukraina,” kata Yunusov. Menurut Yunusov, dolphinarium baru tersebut dilengkapi fasilitas yang memenuhi semua spesifikasi modern. Volume basinnya mencapai 2.400 meter kubik dan mampu menyediakan kondisi hidup yang nyaman dan beradab bagi para lumba-lumba.

Saat ini, lumba-lumba militer itu dipelihara di akuarium umum di Teluk Cossack, Sevastopol. Akuarium itu sebelumnya merupakan milik Kementerian Pertahanan Ukraina, dan awalnya merupakan kepunyaan Uni Soviet. Binatang unik ini memiliki fungsi sipil berupa sebuah program kesejahteraan unik yang dikembangkan menggunakan lumba-lumba di akuarium. Mamalia laut itu bekerja sebagai ahli saraf yang merawat anak-anak dan dewasa yang menderita berbagai penyakit.

Pada Maret 2014, tersiar kabar binatang ini akan digunakan oleh Angkatan Laut Rusia. Menurut informasi dari pekerja akuarium, pada Maret lalu Rusia mengonfirmasi niatnya untuk membeli peralatan baru yang akan membuat lumba-lumba itu bekerja lebih efektif. “Belum ada uang yang dialokasikan untuk merawat lumba-lumba ini. Saat ini uang yang ada hanya cukup untuk pakan mereka. Peralatan yang digunakan oleh lumba-lumba sudah dari tahun 1990-an,” kata petugas akuarium. Para staf berharap pemerintah Rusia akan memberi dana perawatan, yang tidak mereka dapatkan selama akuarium itu berada di bawah kewenangan Ukraina.

Pada April lalu, akuarium tersebut hanya memiliki satu singa laut dan satu keluarga lumba-lumba. Menurut informasi dari ahli independen dalam bidang persenjataan laut Vladimir Shcherbakov, pada saat pembubaran Uni Soviet, lebih dari 150 lumba-lumba hidung botol dan paus beluga, serta hampir 50 singa laut digunakan di unit-unit spesial angkatan laut. Pada 1995, setelah runtuhnya Uni Soviet, lumba-lumba di Sevastopol menjadi milik Ukraina. Pada tahun 2000, 27 binatang dan peralatan khusus yang masih tersisa dijual ke Iran.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.