Berbarengan dengan NATO, Militer Rusia Latihan Perang di Laut Baltik

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Vladimir Titov mengatakan bahwa Moskow tidak dapat berdiam diri melihat peningkatan kekuatan militer negara-negara sekitar. Foto: Igor Zarembo/Ria Novosti

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Vladimir Titov mengatakan bahwa Moskow tidak dapat berdiam diri melihat peningkatan kekuatan militer negara-negara sekitar. Foto: Igor Zarembo/Ria Novosti

Kementerian Pertahanan Rusia telah menjadwalkan latihan dan manuver perang hingga akhir tahun ini untuk meningkatkan kesiapan militer angkatan bersenjata Rusia. Mereka baru saja memulai latihan perang di Laut Baltik.

Latihan tersebut diikuti oleh armada Laut Baltik, pasukan lintas udara (airborne forces) dan Angkatan Udara Rusia. Manuver perang berlangsung secara paralel dengan operasi latihan NATO Saber Strike-2014 dan Baltops-2014 di wilayah yang sama.

Militer Rusia tersebut akan melakukan latihan penjagaan perbatasan Rusia dan perlindungan jalur komunikasi laut. Mereka akan mencari kapal selam dan kapal milik musuh bayangan lalu menghancurkannya. 

Manuver tersebut juga dilengkapi kesatuan pertahanan udara, pesawat tempur Su-34, helikopter Mi-24, dan pesawat pembom Tu-22M3. Pasukan penerjun payung berlatih keterampilan untuk menghindari perlawanan musuh dan mendarat di bangunan yang telah ditentukan. Divisi Layanan Pers dan Informasi Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa jumlah kekuatan dan pengeluaran Kementerian Pertahanan Rusia yang diberdayakan dalam latihan perang di Kaliningradskaya Oblast tersebut setara dengan jumlah personil, persenjataan, dan perlengkapan militer yang digunakan oleh negara-negara NATO dalam latihan serupa di sekitar perbatasan.

Latihan ini bukanlah yang terakhir bagi militer Rusia untuk tahun ini. Angkatan bersenjata Rusia akan berada di pusat pelatihan militer selama musim panas dan sebagian besar musim gugur 2014. Hingga akhir tahun, Divisi Roket Strategis Rusia (DRSR) berencana meluncurkan 12 rudal balistik antarbenua dengan berbagai tipe. DRSR akan melakukan uji coba peluncuran rudal sebagai bagian dari penelitian dan pengembangan rudal canggih yang detailnya masih dirahasiakan, serta peluncuran untuk tahap penyempurnaan persenjataan rudal dan percobaan peluncuran rudal alih fungsi ke orbit untuk bidang antariksa.

Pemberitahuan pada Pentagon

Latihan peluncuran roket juga termasuk peluncuran roket pengangkut (carrier rocket) Dnepr yang dimodifikasi dari roket tempur strategis tertangguh Voevoda (R-36M2, Barat menyebutnya SS-18). Dnepr akan diluncurkan ke angkasa dari rayon Yasniy yang terletak di pinggir kota Orenburg. Percobaan peluncuran Topol-M (SS-27) dan Yars (RS-24) akan dilaksanakan di Plesetsk (Arkhangelskaya Oblast) dari pusat pelatihan Kura yang terletak di Kamchatka. Sedangkan percobaan roket tempur yang baru akan dilakukan dari pusat pelatihan Kapustin Yar ke arah kosmodrom Baikonur. Selain itu, juru bicara angkatan Rusia mengatakan rudal-rudal strategis ukuran kecil akan diikutsertakan dalam 40 latihan staf angkatan bersenjata dan 20 latihan staf komando serta 50 latihan perang taktis. Semua latihan tersebut akan dilaksanakan secara mendadak. Waktu dan tempat latihan akan diumumkan di awal pelaksanaan latihan manuver perang.

Berdasarkan perjanjian START (Strategic Arms Reduction Treaty), Rusia dan Amerika Serikat harus memberitahukan rencana latihan militer mereka. Rencana latihan peluncuran rudal strategis kali ini pun telah disampaikan pada Pentagon. Washington akan diberi tahu mengenai dua uji coba peluncuran roket laut strategis Bulava (SS-N-30) dari kapal selam Vladimir Monomakh. Itu semua dilakukan agar tidak ada peserta perjanjian START-3 yang menganggap uji coba atau percobaan peluncuran roket strategis itu sebagai pernyataan perang.

Jawaban untuk NATO

Militer Rusia akan mengadakan lomba antara dua awak pengendali kendaraan perang pesisir armada Laut Baltik Pada pertengahan Juni di pusat latihan sekitar Kaliningrad. Agenda utama angkatan laut tahun ini adalah latihan bersama angkatan bersenjata Rusia-India, Indra 2014. Itu belum termasuk ekspedisi kapal perang Rusia ke Laut Mediterania dan Teluk Aden untuk menjaga kapal-kapal dagang dari serangan perompak Somalia.

Angkatan Udara Rusia juga mengambil bagian di latihan bersama Rusia-Mongolia Selenga 2014 seperti angkatan laut Rusia di Indra 2014. Selain itu, staf komando Rusia dengan pasukan perdamaian Collective Security Treaty Organization (CSTO) akan melakukan latihan bersama Nerushimoe brastvo 2014 yang berlangsung di Kirgistan.

Juru Bicara Divisi Pers dan Informasi Kementerian Pertahanan Rusia, Letkol Evgeniy Meshkov mengumumkan bahwa pasukan penerjun payung akan melakukan lebih dari seratus ribu penerjunan dengan parasut, 40 ribu penerjunan akan dilakukan pada Juni ini. Selain penerjunan personil, akan ada penerjunan perlengkapan militer dalam latihan tersebut. Tahap terakhir dalam pelatihan tahun ini adalah manuver strategis Vostok 2014 yang direncanakan pada September mendatang.

Seluruh angkatan bersenjata dan seluruh jenis pasukan Rusia yang ada akan bergabung dalam latihan tersebut, bahkan kesatuan yang masuk CSTO. Selain itu, semua perlengkapan militer terbaru dan sistem pengaman dalam medan tempur pun dikerahkan pada latihan kali ini.

Semua manuver perang tersebut merupakan jawaban atas keaktifan NATO mengerahkan pasukannya di sekitar perbatasan Rusia. “Kami menganggap penambahan anggota aliansi NATO di sekitar perbatasan Rusia adalah pernyataan permusuhan,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Vladimir Titov dalam wawancara bersama Interfax.

Titov menyatakan Moskow tidak dapat berdiam diri melihat peningkatan kekuatan militer negara-negara sekitar, dan merasa harus mengambil tindakan politik dan militer yang dibutuhkan untuk menjamin keamanan negaranya.

Artikel Terkait

Pertemuan G7 Tanpa Rusia, Pertama Kali Setelah 17 Tahun

Ketergantungan Ekonomi Buat Abkhazia Tetap Pro-Rusia

Perusahaan Rusia Garap Ladang Minyak Irak

Rudal Rusia SS-18, Ancaman Terbesar bagi AS

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.