Aviadarts, Unjuk Kemampuan Akurasi Pilot Rusia

Para pilot terbaik Rusia unjuk kemampuan dalam kompetisi Aviadarts yang diselenggarakan pada 21-26 Mei di tempat latihan terbang Pogonovo, 600 km di selatan Moskow.

Foto: Igor Filonov

Helikopter serbu, pesawat tempur, dan pesawat serangan darat berhasil mengenai sasaran yang berada di darat, sementara helikopter angkutan militer sukses menjatuhkan kargo di tempat yang telah ditentukan. Mi-26 yang ikut dalam perlombaan juga mendemonstrasikan tembakan sungguhan.

Aviadarts merupakan lomba latihan terbang untuk seluruh awak Angkatan Udara. Di tahun kedua penyelenggaraan lomba ini, angkutan militer dan pesawat terbang jarak jauh turut berpartisipasi untuk pertama kalinya.

Salah satu peserta lomba adalah pesawat pengangkut rudal jelajah strategis Tu-22M3. Pesawat ini dapat mengangkut tiga rudal jelajah X-22 yang masing-masing mampu menenggelamkan kapal pengangkut pesawat, serta dapat menjatuhkan bom seberat 24 ton metrik ke arah musuh. Dalam Aviadarts, Tu-22M3 mengangkut sebuah bom tanpa kendali seberat 250 kilogram. Awak pesawat harus menjatuhkan bom ke sasaran yang berukuran sebesar truk dari ketinggian 600 meter, pada kecepatan yang telkah ditentukan. Aksi tersebut ibarat melemparkan sebuah koin ke dalam lubang dari mobil yang sedang berjalan. Hebatnya, para pilot berhasil mengenai sasaran dengan jitu.

Membanggakan dan Bergengsi

Nikolai Ageyev, komandan awak yang menjuarai perlombaan tersebut menyatakan bahwa misi lebih mudah dipenuhi karena perlombaan tersebut dilakukan pada siang hari yang cerah. Namun, bukan berarti hal tersebut gampang dilakukan. Para awak harus terbang dan menuju sasaran pada waktu yang telah ditentukan, menjatuhkan bom pada sasaran, dan pergi tepat waktu. “Kami bisa sukses berkat latihan dan pengalaman kami selama ini. Keikutsertaan dalam Aviadarts merupakan suatu hal yang membanggakan dan bergengsi. Kami ingin membuktikan bahwa kami adalah yang terbaik,” jelas awak yang berbasis di pangkalan udara Shaykovka, dekat Kaluga tersebut. Ageyev berhasil memenangkan dua babak kualifikasi untuk mencapai final.

Peserta lomba terdiri berjumlah 71 awak dari semua distrik militer Rusia. Pesawat dan helikopter terbang yang mengikuti Aviadarts berasal dari tiga pangkalan udara, yakni Voronezh, Lipetsk, dan Ryazan. Ketika mendekati tempat latihan, pesawat-pesawat itu akan dihadang oleh sistem misil pertahanan udara Plantsir-S1. Mengingat kemampuan sistem ini, pertemuan itu dapat berakhir tragis dalam pertempuran sesungguhnya.  Namun selama Aviadarts pertempuran dilakukan di atas gelombang udara, pada frekuensi yang tidak terlihat oleh peralatan perang radio-elektronik

Menteri Pertahanan Sergei Shoygu turut hadir untuk menyaksikan latihan tersebut. Selain melihat aksi pemboman dan penembakan, ia juga menyaksikan atraksi aerobatik. Jenderal Kharchevskiy, Kepala Pusat Uji Terbang Lipetsk, yang pernah membawa Putin terbang dengan pesawat tempur, melakukan tarian balet di udara dengan Su-30SM. Pesawat tersebut merupakan pesawat tempur supermanuver pertama di dunia. Pesawat tempur abu-abu itu berdiri menghadap ke atas, tak bergerak, lalu berputar-putar. Sepasang pesawat T-50 generasi kelima, yang lebar dan datar seperti mobil Ferrari, terbang melintasi tempat latihan. Sebuah Kamov Ka-52 melakukan aksi aerobatik yang sama seperti yang dilakukan pesawat tempur. Baling-baling koaksial Aligator membuat Kamov bisa terbang mundur dan ke samping, serta mengitari musuh sambil menembakinya terus-menerus tanpa memberi kesempatan untuk membalas. Seusai pertunjukan, Ka-52 memberi hormat kepada penonton dengan gerakan seperti membungkuk, lalu kembali ke pangkalan.

Perang

Saat perlombaan, para teknisi senjata menyusuri jalur terbang helikopter serbu di pangkalan udara Baltimor. Mereka mengisi persenjataan Krokodily (Buaya), Alligatory (Aligator), dan Nochnye Okhotniki (Pemburu Malam).

Karena ini adalah perlombaan akurasi, para awak hanya diberi amunisi minimum yakni dua roket dan sepuluh proyektil. Sebuah sabuk peluru pendek dimasukkan ke dalam perut helikopter dan pengaman pada senapan ditarik ke belakang menggunakan pegas sepanjang satu meter.

Helikopter-helikopter itu berangkat secara berpasangan menuju sasaran dan roket menyebar di langit berdesir seperti ular. Saat helikopter itu menggunakan senapannya, sasaran lenyap dalam kepulan asap dan debu. Para juri mengamati tembakan dengan bantuan pesawat remote control dan kamera yang ditempatkan di dekat sasaran.

Setelah pesawat serangan darat menyelesaikan aksi mereka, rerumputan di Pogonovo pun terbakar. Cuaca panas dan angin meniup jilatan api ke lapangan tempat latihan. Sebuah Mi-26, helikopter angkutan militer terbesar di dunia dari pangkalan udara Torzhok di daerah Tver, ditempeli sebuah wadah air dengan selang yang panjang dan terbang untuk mematikan api. Helikopter tersebut dapat mengambil tiga ton metrik air sekaligus dari sebuah danau yang tidak jauh dari Pos Komando dan menyiramkannya ke titik-titik hitam berasap di permukaan daratan.

Panglima Tertinggi Angkatan Udara Rusia Viktor Bondaryov menjelaskan, Aviadarts bertujuan menunjukkan kehebatan kemampuan terbang pilot Rusia. “Mereka dapat mengenai sasaran dalam sekali tembak. Ini juga menunjukkan bahwa uang dari para wajib pajak yang diberikan untuk militer tidak dihabiskan secara percuma,” jelas Bondaryov.

Panglima Tertinggi tersebut memberi medali kepada para pemenang. Pilot yang menjadi juara pertama berhak masuk ke Akademi secara langsung tanpa tes dan mengikuti fase Aviadarts internasional, yang diselenggarakan di Pogonovo pada akhir Juli mendatang. Para pilot dari Belarus, Kazakhstan, dan Tiongkok akan berpartisipasi dalam Aviadarts internasional untuk berkompetisi membawa pulang sebuah mobil baru.

Artikel Terkait

Indonesia Akan Buka Pusat Perawatan Helikopter Rusia

Helikopter-helikopter Pemegang Rekor Milik Rusia: Dari Sapi Hingga Aligator

PAK DA, Pesawat Pembom Strategis Baru Angkatan Udara Rusia

Pabrik Chkalov, Tempat Lahirnya Pesawat Tangguh Rusia

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.