Rusia Pamerkan Tiga Pesawat Unggul di Singapore Airshow 2014

Maskapai Indonesia Sky Aviation telah menggunakan pesawat Sukhoi Superjet 100 sejak Maret 2013. Kredit: ITAR-TASS

Maskapai Indonesia Sky Aviation telah menggunakan pesawat Sukhoi Superjet 100 sejak Maret 2013. Kredit: ITAR-TASS

RBTH mengulas tiga pesawat yang dipamerkan Rusia dalam Singapore Airshow 2014, pameran dirgantara terbesar di Asia yang menentukan tendensi pasar pesawat dunia.

Singapore Airshow 2014 yang berlangsung pada 11-16 Februari 2014 mengukuhkan posisi Rusia di pasar pesawat dan helikopter Asia. Dalam 20 tahun terakhir, Rusia telah mengirim 400 pesawat Sukhoi tipe Su dan pesawat tempur MiG ke region Asia, terutama ke Cina, India, Vietnam, Indonesia dan Myanmar.

Sukhoi Superjet 100

Superjet 100 merupakan pesawat low-cost pertama di dunia yang dapat beroperasi dengan biaya minim, sekaligus memberi pelayanan penerbangan yang nyaman bagi penumpang dan kondisi yang layak pada kabin pesawat. Maskapai Indonesia Sky Aviation telah menggunakan pesawat superjet ini sejak Maret 2013.

Kehadiran Sukhoi Superjet 100 pada Pameran Dirgantara Singapura 2014 menguatkan posisi jet ini di pasar secara signifikan. Superjet 100 menarik perhatian pengunjung pameran, termasuk pihak Cina yang memperhatikan dengan seksama jet regional tersebut.

Kredit: ITAR-TASS

Menteri Transportasi Singapura Lui Tuck Yew yang menjajal Superjet 100 pada hari pembukaan pameran juga mengaku menyukai pesawat tersebut. Ia menaiki kabin pesawat, menelusuri bagian dalam, duduk di kursi pesawat hingga  masuk ke dalam kabin pilot.

Yak-130

Satu pesawat lagi yang menarik perhatian pengunjung pameran, baik ahli militer maupun masyarakat awam, yakni pesawat latih tempur Yak-130. Peragaan pesawat ini dilakukan setiap hari selama Singapore Airshow berlangsung.

Yak-130 adalah pesawat latihan tempur generasi terbaru yang paling modern. Pesawat ini diciptakan untuk mengasah kemampuan para taruna dalam mengendalikan  pesawat tempur generasi kelima, meningkatkan keahlian dari segi peralatan teknis dan juga kemampuan manuver. Pengendalian pesawat cukup mudah dan tidak memerlukan karakteristik khusus, yang terpenting adalah ketangkasan.

Mulanya fungsi pesawat ini dalam pertempuran udara tidaklah jelas. Sebagai pesawat serang, Yak-130 tidak cukup terlindungi. Sementara sebagai pesawat tempur, kecepatannya tidak memadai. Pesawat ini akhirnya diprioritaskan menjadi target udara sebagai pesawat tanpa awak, baik untuk penyerangan maupun pengintaian. 

Kredit: ITAR-TASS

Drone, sebutan lain pesawat tanpa awak, merupakan salah satu aset persenjataan militer dunia dan dalam waktu dekat akan mendominasi semua medan peperangan. Pertempuran melawan pesawat tanpa awak akan berada di garis terdepan karena pesawat ini jauh lebih sulit dihancurkan dibanding pesawat tempur berukuran besar. Yak-130 terbang dengan lambat sehingga sulit terdeteksi oleh radar. Dampaknya, penggunaan pertahanan udara (anti-aircraft) untuk melawan mereka menelan biaya mahal dan tidak efektif. 

Yak-130 mampu membersihkan wilayah udara dari drone asing dengan mudah dan menyerang target di darat tanpa masuk ke dalam zona tembak anti-aircraft. Yak-130 memiliki berbagai keunggulan yakni rentang kecepatan yang besar, dilengkapi pilihan persenjataan yang beragam dan mempunyai sistem pengintai dengan karakteristik seperti milik pesawat tempur terbaik lainnya.

Pesawat ini dinilai sebagai pesawat latihan sekaligus pesawat tempur yang tak tersaingi dalam kelas pesawat tempur ringan di bawah kecepatan suara.

Helikopter Ka-52 Alligator

Kredit: ITAR-TASS

Russian Helicopters, produsen helikopter Mi-8/17 yang paling banyak digunakan di dunia, tidak membawa contoh fisik produk mereka di Pameran Dirgantara Singapura. Namun Russian Helicopters mengadakan konferensi mengenai helikopter Ka-62 untuk region Asia Pasifik dan helikopter tempur tipe Mi-8/17, Mi-35M dan Ka-52 Alligator.

Kehadiran helikopter Alligator dalam pameran menyedot perhatian pengunjung. Helikopter ini merupakan terobosan baru, wujud pencapaian pembuatan helikopter terbaik dunia. Perwakilan Rosoboroneskport yang juga mengikuti konferensi tersebut yakin bahwa Ka-52 bisa menjadi produk terunggul di pasar helikopter tempur. Selama pameran berlangsung, telah terjadi negosiasi penjualan Ka-52 Alligator dengan beberapa negara.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.