Kendaraan Perang Indonesia, Rasa Rusia

Korps marinir Indonesia telah menerima kendaraan tempur amphibi infanteri buatan Russia, BMP-3F, pada 27 Januari 2014. Kredit: ITAR TASS

Korps marinir Indonesia telah menerima kendaraan tempur amphibi infanteri buatan Russia, BMP-3F, pada 27 Januari 2014. Kredit: ITAR TASS

Indonesia semakin diperhitungkan sebagai rekan yang sangat strategis bagi Rusia, khususnya dalam bidang kerjasama militer di Asia Tenggara.

Pada hari Senin, tanggal 27 Januari 2014, bertempat di Pusat Latihan Tempur (Puslaptur) Karang Tekok, Jakarta, telah dilaksanakan upacara penyerahan kendaraan tempur amphibi infanteri buatan Russia, BMP-3F, kepada korps marinir Indonesia. Menurut pendapat para ahli militer, sebanyak 54 BMP buatan Russia dapat meningkatkan ketahanan dan kekuatan marinir Indonesia secara signifikan. BMP-3F (amphibi) memang merupakan modifikasi dari BMP-3, yang diciptakan untuk angkatan laut. Kendaraan tersebut telah diakui oleh para ahli militer sebagai salah satu  yang terbaik di kelasnya.

Sebagai pemain baru, BMP-3F harus berkompetisi dengan kendaraan tempur milik Amerika (Bradley), CV-90 buatan Swedia dan Marder-2 buatan Jerman. Yang menjadi perbedaan BMP-3F dengan yang lainnya adalah ukuran kendaraan yang lebih kompak, sehingga hanya memiliki berat 20 ton. Inilah yang membuat BMP dapat diangkut lewat jalur udara ataupun kapal pendarat kecil, namun tak mengurangi kemampuan berperangnya yang tetap bisa melebihi pesaing.

Kemampuan lain, kendaraan tempur ini berbeda dengan kendaraan tempur sekelasnya. BMP-3 dapat bergerak di air dengan bantuan mesin jet air di belakang kendaraan tersebut. BMP juga dapat bergerak di air dengan kecepatan relatif tinggi, yaitu 10 km/jam. Kemampuan untuk berperang di air dan mendarat di pantai bahkan pada saat terjadi ombak dengan kecepatan angin berskala 3.

Peralatan pengurasan air yang cepat (1500 liter/menit) membuat BMP aman berada di air tak kurang dari 7 jam. Konstruksi BMP-3F juga memungkinkan untuk menarik kendaraan tempur sekelas BMP di dalam air, ataupun ditarik oleh kapal perang. Kapal ini juga dilengkapi dengan gabungan persenjataan dalam satu wadah. Ini merupakan murni buah pikiran pembuat senjata asal Rusia.BMP-3 pada bagian turel (di atasnya) dilengkapi dengan senapan 100 mm dan juga peluncur rudal anti-tank. Jarak tembaknya mencapai 4 000 m, sedangkan hulu ludak kumulatif rudal dapat menembus kendaraan lapis baja setebal 700 mm.

Di BMP-3 juga terdapat senapan 30 mm yang diperuntukkan untuk peperangan dengan sasaran udara dan kendaraan tempur darat kelas lapis baja ringan. Kecepatan tembaknya rata-rata 500 kali/menit. Di sana juga dirancang senapa mesin kaliber 7.62 mm PKT. Di 2 sisi bagian depan BMP, terdapat 2 senapan mesin yang dapat dioperasikan oleh salah satu dari awak kendaraan lapis baja yang duduk di samping pengemudi, ataupun pengemudi itu sendiri.

Di dalam BMP juga disediakan tempat untuk peluncur granat genggam, peluncur roket ringan “Igla” dan “Strela-2”, ada juga dudukan untuk senapan mesin dan peluncur otomatis granat AGS-17 “Plamya”.  Kendaraan tempur itu sendiri dapat menampung sampai 7 personil di dalamnya.

Sebagai perbandingan, CV-90 buatan Swedia memiliki senapan otomatis 40 mm. “Bradley” buatan Amerika memiliki senapan 45 mm, sedangkan. “Marder-2” buatan Jerman memiliki senapan 50 mm, yang menjadi dasar percobaan kendaraan tempur dengan persenjataan kaliber 75-120 mm. Tetapi berat kendaraan tersebut membuatnya masuk kategori yang lain, sehingga tidak bisa dibandingkan lagi dengan BMP-3.

Tetapi bukan karakteristik kendaraan tempur ini saja yang menjadikan kendaraan tempur Russia tersebut terdepan. Keunggulannya dibuktikan oleh lolos uji praktek yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, sebagai contoh, di Uni Emirat Arab.

Di era 90-an, telah terjadi operasi militer pertama Storm Dessert angkatan perang Amerika dan Inggris melawan Irak. Saat itu, perusahaan pemerintah Russia Rosoboroneksport pertama kali menawarkan ekspor kendaraan perang baru. Pada saat tender, perusahaan Russia harus melawan Bradley milik Amerika.

Seperti yang teringat oleh saksi mata kejadian itu, pesawat transport militer Russia mendarat di pangkalan militer Amerika di UAE dan menurunkan 2 unit BMP-3 yang disamarkan dengan warna pasir di gurun. Setelah itu, truk trailer pun dibawa ke pusat latihan tempur milik Amerika untuk diujicoba.

Percobaan yang dilakukan untuk pengujian sangatlah ekstrem: dengan suhu udara 45-50 derajat Celsius, dan kelembaban 90%.

BMP harus melewati bukit berpasir dengan kecepatan maksimum yang berjarak tidak kurang dari 2000 km. Di puslatpur tersebut juga diadakan uji tembak sasaran untuk BMP. Pada saat yang sama, uji tembak sasaran juga dilakukan oleh Bradley. Ujian terdiri atas kemampuan mengenai sasaran yang tidak lebih dari 1 km. Dalam ujian ini, BMP-3 dapat mengenai sasaran berjarak 2 km lebih.

Kontrak pun ditandatangani oleh Moskow dan Abu Dhabi mengenai ekspor BMP-3. Dan dari situlah, pintu kesempatan untuk ekspor kendaraan tersebut  ke Indonesia terbuka. Rosoboroneksport tidak membeberkan isi dari kontrak tersebut. Pengiriman pertama sebanyak 17 unit sudah dilakukan Russia pada tahun 2010.Kontrak baru untuk pengiriman kedua BMP-3F telah ditandatangani bulan Mei 2012.

Berdasarkan informasi media setempat, kontrak itu bernilai 114 juta dolar AS, di mana Jakarta memesan lagi 37 unit BMP-3F dari Moskow. Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat puas dengan performa BMP-3F, baik dari segi mobilisasi sampai kemampuan perang dan tembak kendaraan tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.