Pemburu Meteorit Menjadi Tokoh Tahun Ini

Grokhovskiy kemudian memimpin sebuah ekspedisi untuk mengumpulkan lebih dari 700 serpihan benda angkasa ini. Sumber: RG

Grokhovskiy kemudian memimpin sebuah ekspedisi untuk mengumpulkan lebih dari 700 serpihan benda angkasa ini. Sumber: RG

Majalah Nature telah menerbitkan tinjauan tahun 2013 dalam dunia ilmu pengetahuan. Di antara puluhan orang yang telah mengubah dunia adalah ilmuwan Viktor Grokhovskiy dari Ural. Profesor dari Universitas Federal Ural dan anggota Komite Meteorit RAN (Rossiyskaya Akademiya Nauk, atau Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia) menjadi termasyhur berkat penelitiannya mengenai meteorit yang meledak di atas Chelyabinsk pada 15 Februari 2013.

 

“Pengakuan ini benar-benar datang kepada saya dari suatu tempat yang tidak pernah saya duga,” gurau Viktor Grokhovskiy. “Sejujurnya saya punya kecurigaan tentang apa yang sedang terjadi; dua minggu yang lalu saya mulai menerima panggilan telepon dari majalah itu yang meminta foto saya, tapi tanpa memberikan alasan. Ketika edisi ini terbit, semua orang mulai mengucapkan selamat kepada saya.”

Pada tahun 2013 Nanotech kebanjiran lamaran dari para ilmuwan di seluruh dunia untuk ikut mempelajari meteorit tersebut. Banyak dari para ilmuwan itu kini tengah menunggu program pascasarjana dalam ‘Kimia Kosmik dan Planetologi’ dan ‘Astrobiologi’ untuk memulai.

“Dalam kenyataannya, rasanya seperti mendapat Hadiah Nobel. Meskipun saya tidak benar-benar memenangkan hadiah, tapi ini tetap sangat menyenangkan. Kami sangat senang. Semua hal dipertimbangkan, bukan hanya saya yang layak mendapat pujian - sejumlah besar orang, rekan-rekan saya, memberikan kontribusi terhadap prestasi ini,” tambahnya.

Meteorit, yang jatuh di wilayah Chelyabinsk pada 15 Februari 2013, mendekati Bumi dari arah yang tidak terlihat oleh teleskop dari Bumi dan membuat para astronom terkejut. Namun, dua hari kemudian, Grokhovskiy telah secara efisien menghitung lintasan meteorit tersebut dan di mana kepingan-kepingannya kira-kira mendarat. Dia kemudian memimpin sebuah ekspedisi untuk mengumpulkan lebih dari 700 serpihan benda angkasa ini.

Mahasiswa, mahasiswa pascasarjana, dan dosen dari ‘Nanotech’ Nauchno-Issledovatelskiy Tsentr (Pusat Penelitian Ilmiah) telah menemukan potongan-potongan pertama pada tanggal 17 Februari. Para ilmuwan memasang kamera web dalam semalam dan menunjukkan puing-puing batu bintang itu ke seluruh dunia pada tanggal 18 Februari. Saat itulah mereka menetapkan jenis materi dan menghitung lintasan akhir ‘tamu dari luar angkasa’ ini guna menentukan di mana bagian utama meteorit mendarat. Atas dasar perhitungan tersebut, ekspedisi Grokhovskiy ini mengarahkan ilmuwan ke danau Chebarkul, dan di tempat inilah kepingan-kepingan kecil meteorit dengan berat 5,5 kg sampai bongkahan yang lebih besar dengan berat 570 kg ditemukan dan diambil. Ketika potongan terbesar diangkat dari dasar danau pada tanggal 17 Oktober, Viktor Grokhovskiy mengatakan: “Bahkan sampai sekarang saya hampir tidak percaya berita ini! Materi yang dibawa pulang dari Bulan tak sebanyak yang kita temukan hanya di satu danau!”

Menurut para ilmuwan, penelitian mengenai benda asing dari luar angkasa ini masih berlangsung: “Kami sekarang meneliti untuk mengetahui apakah hipotesis kami terbukti. Saya tidak bisa mengatakan hipotesis-hipotesis yang mana karena ini rahasia akademik. Jika saya memberitahu Anda sekarang, ilmuwan lain bisa mulai menggarap teori-teori ini. Persaingan dalam dunia ilmiah sangat sengit,” jelas Grokhovskiy.

Foto-foto dapat ditemukan di sini.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.