Sejarah Parlemen Rusia dari Masa ke Masa

Pertemuan Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet (CPSU), Soviet Tertinggi Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFSR), dan Soviet Tertinggi Uni Soviet, dalam rangka memperingati 50 tahun pembentukan Uni Soviet di Istana Kongres Kremlin, 21 Desember 1972.

Pertemuan Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet (CPSU), Soviet Tertinggi Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia (RSFSR), dan Soviet Tertinggi Uni Soviet, dalam rangka memperingati 50 tahun pembentukan Uni Soviet di Istana Kongres Kremlin, 21 Desember 1972.

Mikhail Kuleshov/Sputnik
Jauh sebelum Duma Negara dibentuk, orang-orang Rusia memiliki cara untuk mengambil keputusan dengan berkumpul di berbagai badan, yang mempelopori pembentukan parlemen.

Ciri khas demokrasi Rusia kuno adalah bahwa kebutuhan para petani dan penduduk kota yang miskin sebagian besar diwakili oleh tuan tanah, penduduk kota yang kaya, dan komandan militer mereka. Pemilihan umum baru diperkenalkan pertama kali pada awal abad ke-20.

Veche

'Veche di Pskov', 1909, karya Apollinary Vasnetsov.

Sebelum para pangeran Dinasti Rurik berkuasa di tanah Rusia, banyak kota besar, termasuk Novgorod, Pskov, dan Kiev, diperintah oleh veche — sebuah majelis terkenal yang terdiri dari semua warga kota yang aktif. Dalam arti sempit, veche bukanlah parlemen karena tidak ada pemilihan sama sekali. Hanya ada warga yang paling berkuasa, kaya, dan dihormati, berkumpul di alun-alun kota. Veche Novgorod misalnya, terdiri dari sekitar 300 orang.

Selama pemecahan feodal tanah Rusia pada abad 11—13, para veche di kota-kota yang berbeda bertindak bersama pangeran Rurikid yang berbasis di kota-kota tersebut. Sejarawan terkenal Soviet Mikhail Tikhomirov menyatakan, ada dwikekuasaan yang dipegang oleh pangeran dan veche. Sementara pangeran memegang kekuasaan yudikatif dan legislatif, veche menyuarakan pendapat masyarakat.

Prinsip utama veche adalah kebulatan suara. Setiap keputusan yang diajukan di hadapan veche oleh seorang pangeran atau bangsawan yang berkuasa, harus disetujui dengan suara bulat oleh semua anggota veche. Jadi, terkadang pertemuan veche berlanjut selama berminggu-minggu sampai hampir semua orang puas dengan solusinya. Para veche yang kuat seperti yang dimiliki Novgorod dan Pskov, bahkan dapat melarang para pangeran memerintah di kota-kota, mendistribusikan tanah, memilih uskup, dan mengumumkan eksekusi.

Para veche tidak ada lagi sejak sentralisasi tanah Rusia di bawah kepemimpinan Moskow. Untuk memerangi Tatar Mongol secara kolektif , keputusan dibuat oleh Pangeran Agung Moskow, yang juga memimpin pasukan Rusia. Para veche yang paling lama bertahan di Novgorod, Pskov, dan Vyatka (sekarang Kirov) juga tidak ada lagi setelah kota-kota ini ditaklukkan oleh Moskow pada abad ke-15 hingga ke-16.

Zemsky Sobor

'Zemsky Sobor pada abad ke-17', karya Sergei Ivanov, 1908.

Zemsky Sobor ‘Dewan Negara’ dinamai demikian untuk membedakannya dari dewan gereja. Zemsky Sobor tidak pernah bekerja rutin. Mereka biasanya berkumpul atas panggilan tsar untuk membahas masalah-masalah penting negara.

Zemsky Sobor pertama dikumpulkan atas perintah Ivan yang Mengerikan pada 1549, untuk mengesahkan Kode Hukum (Sudebnik) baru dan reformasi yang akan datang. Perwakilan dari semua kategori masyarakat dan semua tanah Ketsaran Moskow, hadir dalam pertemuan itu.

Zemsky Sobor terdiri dari Gereja Sobor (kumpulan para imam dari semua negeri, dipimpin oleh Metropolis, dan kemudian oleh Patriark), Boyar Duma (pemerintah ketsaran), dan perwakilan dari tuan tanah. Mereka berkumpul secara tidak teratur untuk membahas hal-hal mendesak seperti memulai perang, atau memperkenalkan pajak.

Zemsky Sobor ada sejak 1549 hingga 1680-an. Jumlah pasti sesi yang diadakan tidak diketahui, tetapi ada sekitar 60 di antaranya, dengan sebagian besar berlangsung pada abad ke-17. Zemsky Sobor berakhir ketika Pyotr yang Agung memulai reformasi besarnya dengan memperkenalkan monarki absolut di Rusia, yang tidak menyisakan tempat untuk organ-organ perwakilan.

Kekaisaran Rusia: Dua Abad Tanpa Parlemen

'Hari Libur Troitsa ('Na Miru')' oleh Sergey Korovin, 1893, menggambarkan komunitas desa yang berkumpul di alun-alun pasar Rusia.

Pyotr yang Agung melihat kaum bangsawan dan tuan tanah sebagai wakil dari pendapat rakyat di negaranya. Tentu saja, kesejahteraan tuan tanah didasarkan pada kesejahteraan para petani yang bekerja di tanah mereka, menyediakan makanan, membangun perumahan, dan bertugas di militer sebagai tentara. Jadi, dalam pikiran pembuat undang-undang, kaum bangsawan berkewajiban untuk memastikan kesejahteraan petani mereka. Namun, pada kenyataannya tidak semua bangsawan memperhatikan petani mereka dan kadang-kadang memandang mereka sebagai sumber daya yang dapat dihabiskan. Sebagian besar bangsawan seperti itu gulung tikar hingga harus menjual tanah dan petani mereka.

Namun, para petani sendiri mempertahankan lembaga demokrasi komunitas pedesaan bernama Obschina ('hal yang umum'), tempat keputusan diambil secara kolektif. Obschina memilih rekrutan untuk wajib militer di tentara, mendistribusikan beban pajak ke seluruh anggotanya, dan bisa menutupi kejahatan atau mendukung seseorang dari lingkarannya secara finansial. Setelah emansipasi pada 1861, masyarakat desa diberi status resmi sebagai badan pemerintahan sendiri. Pada awal abad ke-20, terdapat lebih dari 100.000 komunitas desa di Rusia.

Duma Negara Kekaisaran Rusia

Pembukaan Duma Negara dan Dewan Negara di Istana Musim Dingin, 27 April 1906.

Revolusi 1905 merupakan serangkaian pemberontakan massa, pemogokan buruh, dan kerusuhan di berbagai wilayah Kekaisaran Rusia. Salah satu tuntutan utama rakyat adalah pembatasan kekuasaan kaisar dengan membentuk badan perwakilan negara.

Pada 6 Agustus 1905, Duma Negara (duma berarti 'pemikiran' dalam bahasa Rusia) didirikan sebagai dewan legislatif. Namun, ini tidak menghentikan kerusuhan. Pada 17 Oktober 1905, Duma Negara diberikan kekuasaan legislatif, artinya tidak ada undang-undang yang dapat ditetapkan tanpa persetujuan dari mereka. Namun, undang-undang tersebut juga harus disahkan oleh Dewan Negara dan kemudian oleh kaisar.

Berdasarkan undang-undang pemilihan baru 11 Desember 1905, 49 persen dari wakil di Duma Negara yang baru dipilih oleh para petani. Hak untuk memilih, diberikan kepada orang-orang yang memiliki properti (misalnya hanya petani yang memiliki rumah yang diizinkan untuk memilih), dan perempuan sama sekali tidak diizinkan untuk memilih. Pemilihan itu dilakukan tidak langsung — pemilih memilih dewan majelis, yang pada gilirannya memilih para deputi.

Pertemuan pertama Duma Negara baru, berlangsung pada 27 April 1906. Namun, Duma Negara dengan cepat mulai menuntut tindakan mendesak seperti melarang hukuman mati, amnesti tahanan politik, memberikan lebih banyak tanah kepada petani, membuat Dewan Menteri bertanggung jawab kepada Duma Negara, dst. Semua tuntutan mereka ditolak oleh pemerintah dan akhirnya Duma Negara dibubarkan pada 8 Juli 1906 oleh Nikolai II.

Ruang pertemuan Duma Negara pada 1906-1917.

Duma Negara kedua hadir sejak 20 Februari hingga 3 Juni 1907, dan juga dibubarkan mengikuti perintah Nikolai II. Alasannya adalah peningkatan jumlah partai politik sayap kiri di Duma Negara. Perdana Menteri Pyotr Stolypin tidak dapat menemukan titik temu atas tuntutan radikal mereka. Jadi, dia membujuk Kaisar untuk membubarkan Duma Negara dan mengubah undang-undang pemilu.

Duma ketiga sebagian besar terdiri dari partai-partai sayap kanan yang dekat dengan pemerintah. Namun, Dum ini tidak mewakili tuntutan dan keinginan masyarakat. Duma ketiga adalah satu-satunya dari empat Dum yang bekerja untuk seluruh masa lima tahun, sebagaimana ditentukan oleh undang-undang tentang pemilihan.

Dum keempat, yang memulai masa jabatannya pada November 1912, bekerja hingga dibubarkan oleh Nikolai II pada 25 Februari 1917. Namun, Dum tidak mematuhi perintah Kaisar dan terus berkumpul dalam pertemuan-pertemuan pribadi. Pada akhirnya, terbentuklah Pemerintahan Sementara yang memainkan peran penting dalam Revolusi Februari 1917. Pada 6 Oktober 1917, Pemerintahan Sementara akhirnya membubarkan Duma Negara.

Uni Soviet: Kongres Soviet dan Soviet Tertinggi

Pertemuan Komite Sentral CPSU, Soviet Tertinggi RSFSR, dan Soviet Tertinggi Uni Soviet, dalam rangkang memperingati 50 tahun pembentukan Uni Soviet di Istana Kongres Kremlin, 21 Desember 1972.

Selama kurun 1918—1936, struktur menyerupai parlementer yang disebut Kongres Soviet, hadir di Uni Soviet. Para soviet, (soviet berarti ‘dewan’ dalam bahasa Rusia), merupakan dasar dari sistem pemerintahan Soviet, yang memberikan namanya ke seluruh Uni Soviet. Soviet merupakan sekelompok orang yang dipilih di desa, pabrik, dan kota untuk mewakili keinginan dan kebutuhan penduduk.

Soviet Pabrik dan Desa akan mengirim delegasi ke Soviet Kota, dan Soviet Kota akan mengirim delegasi ke Soviet Regional. Soviet Kota dan Regional mengirim perwakilan ke Soviet Provinsi, lalu Soviet Provinsi mengirim delegasi ke Soviet Republik Konstituen, dan Soviet Uni Republik, pertama mengirim delegasi ke Kongres Soviet Uni Soviet sejak 1918 hingga 1936. Lalu, mulai dari 1938, mengirim delegasi ke Soviet Tertinggi Uni Soviet, yang ada hingga 1989.

Soviet Tertinggi terdiri dari dua majelis yang setara, yakni Soviet Persatuan dan Soviet Kebangsaan. Kedua majelis bisa duduk secara terpisah atau bersama-sama. Pada 1989—1991, Soviet Tertinggi digantikan oleh Kongres Deputi Rakyat Uni Soviet.

Pada pertemuan-pertemuan Soviet Tertinggi, para delegasi memberikan pidato, memberikan suara, dan mendiskusikan hal-hal terkini. Namun, itu semua hanya pertunjukan. Tidak ada diskusi yang benar-benar yang terjadi dan semua keputusan diambil dengan suara bulat. Jadi, kita dapat menyebut Soviet Tertinggi sebagai parlemen semu. Pada kenyataannya, semua keputusan penting negara dibuat oleh Politbiro (Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet), yaitu para pemimpin Partai Komunis, di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal, yang sebenarnya adalah kepala negara.

Federasi Rusia: Majelis Federal Rusia

Deputi mengikuti sesi pleno Duma Negara Federasi Rusia.

Saat ini, parlemen Rusia disebut Majelis Federal Rusia. Ini terdiri dari dua majelis, yakni Duma Negara (majelis rendah) dan Dewan Federasi (majelis tinggi).

Dewan Federasi terdiri dari dua perwakilan dari setiap subjek federal (wilayah) Federasi Rusia, yakni satu perwakilan dari cabang legislatif (parlemen regional) dan satu lagi dari cabang eksekutif (pemerintah daerah). Anggota Dewan Federasi disebut senator. Selain itu, 30 senator diangkat oleh presiden. Dewan Federasi adalah badan permanen. Berbeda dari Duma Negara, dewan ini tidak dapat dibubarkan oleh presiden. Pertemuannya diadakan seperlunya, tetapi setidaknya dua kali sebulan.

Gedung Duma Negara di Moskow, rancangan arsitek Arkady Langman, 1935. Foto di ambil pada 2017.

Duma Negara pertama kali dipilih pada 12 Desember 1993, pada hari yang sama ketika Konstitusi Federasi Rusia disetujui pada referendum konstitusional nasional. Sesuai konstitusi Rusia, Duma Negara memiliki 450 deputi. Pemilihan Duma Negara diadakan setiap lima tahun. Berbeda dengan Dewan Federasi, para deputi di Duma Negara berasal dari partai politik yang berbeda.

Duma Negara memiliki sejumlah fungsi yang berbeda, yang paling penting adalah membahas dan menyetujui atau menolak rancangan undang-undang, menyetujui penunjukan perdana menteri, mendengarkan laporan kerja tahunan pemerintah, pengumuman amnesti, dan bahkan mengajukan pemakzulan terhadap presiden (diperlukan dua pertiga mayoritas untuk melakukan pemakzulan). Setiap warga negara Rusia yang berusia di atas 21 tahun dan memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam pemilihan, dapat dipilih sebagai wakil Duma Negara.

Uni Soviet, Kongres Soviet, Federasi Soviet — istilah-istilah tersebut masih digunakan secara luas, tetapi inilah makna sebenarnya dari kata 'Soviet'.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki