Sembilan Dasawarsa Gorbachev: Pria yang Mengubah Dunia (FOTO)

AP
Hari ini, presiden Uni Soviet yang pertama dan terakhir Mikhail Gorbachev merayakan ulang tahunnya yang ke-90. Berikut galeri yang memuat cuplikan kehidupan sang penerima Penghargaan Nobel Perdamaian itu.

Mikhail Gorbachev lahir pada 1931, yaitu tahun ketika Josef Stalin mencoba melenyapkan kelas petani dengan "tangan besinya": Dia melarang pertanian pribadi dan menciptakan pertanian kolektif sebagai gantinya, serta meneror orang-orang yang tidak setuju dengannya. Tak ada yang menyangka bahwa enam dekade kemudian, seorang anak laki-laki dari Desa Stavropol di Kaukasus Utara menciptakan kebebasan yang dapat dinikmati semua orang.

Gorbachev saat berusia empat tahun.

Gorbachev dibesarkan dalam keluarga petani biasa. Ia menghabiskan masa mudanya di ladang, mengoperasikan mesin pemanen gabungan. Dia sangat akrab dengan kebijakan kolektivisasi. Namun, berbagai kengerian kolektivisasi seperti kelaparan, penangkapan, dan kerja paksa, tidak memengaruhi keluarganya karena salah satu kakeknya adalah kepala kolkhoz (pertanian kolektif Soviet).

Penampilan Mikhail dan Raisa Gorbachev ketika masih muda.

Seusai Perang Dunia II (keluarganya menghabiskan empat bulan di bawah pendudukan Jerman), Gorbachev lulus sekolah menengah dengan pujian, menjadi aktivis Ikatan Pemuda Komunis (Komsomol), dan bahkan menerima tanda jasa Bendera Merah Buruh karena membantu ayahnya yang bekerja sebagai operator dalam memecahkan rekor panen. 

Sekretaris Jenderal Komite Pusat CPSU Mikhail Gorvachev menyampaikan pidatao, 1973.

Pengalaman itu merupakan bekal yang bermanfaat baginya di kemudian hari, ketika dirinya menjabat sebagai Menteri Pertanian Uni Soviet. Namun, dia terlebih dahulu menempuh pendidikan hukum di universitas terbaik Soviet, Universitas Negeri Moskow (MGU), agar bisa menjadi pengacara. Menurutnya, itu adalah "awal dari proses panjang memikirkan kembali sejarah negara". 

Gorbachev dan istrinya Raisa menanam pohon Ciampac tradisional India.

Gorbachev bertemu dengan calon istrinya Raisa pada 1950, yang akan menjadi mitra setia dan sahabatnya. Tiga tahun kemudian, mereka melangsungkan upacara pernikahan di kantin asrama mahasiswa, tempat ia tinggal.

Pemimpin Kuba Fidel Castro dan Presiden Soviet Mikhail Gorbachev pada tahun 1989.

Sejak saat itu, karier politik Gorbachev di Partai Komunis Uni Soviet (CPSU) mulai berkembang pesat. Dia berhasil menduduki posisi sebagai orang nomor dua dan ketiga negara itu di bawah Leonid Brezhnev, serta memiliki reputasi yang baik di mata sang pemimpin Tirai Besi. Di jajaran CPSU, ia secara tak resmi disebut sebagai ‘Bos Stavropol’.

Mikhail Gorbachev bersama Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

Pada 1985, Gorbachev mengambil alih kepemimpinan Soviet. Sebagai Sekretaris Jenderal CPSU, dia sangat berbeda dari para pendahulunya. Mereka tidak memiliki kesehatan yang kuat, atau kejernihan pikirannya. Pada usia 54 tahun, ia relatif muda untuk jabatan itu. Keterbukaan, pendidikan, dan kemauannya untuk bergaul dengan orang-orang biasa tidak hanya mendatangkan simpati dari rakyatnya sendiri yang mendambakan perubahan, tetapi juga dari Barat.

"Orang yang terlalu normal dan tidak terduga," ujar penulis drama dan novelis Prancis Francois Sagan, mengomentari sosok Gorbachev. 

Sekretaris Jenderal Komite Sentral CPSU Mikhail Gorbachev dipindahkan dari Kiev ke Moskow oleh anggota Komite Sentral CPSU, Sekretaris Pertama Partai Komunis Ukraina Vladimir Shcherbitsky.

"Setelah kemudian saya setuju untuk menerima jabatan tertinggi Sekretaris Jenderal Komite Pusat CPSU, saya menyadari bahwa tidak mungkin untuk hidup seperti ini lebih lama lagi. Saya tidak akan membiarkan diri saya mempertahankan jabatan ini jika saya tidak mendapatkan dukungan dalam mengimplementasikan perubahan utama," kenang Gorbachev. Perubahan pun menyusul segera menyusul.

Mikhail Gorbachev menyapa masyarakat, 1986.

Misi pertama yang ia jalankan adalah "pertempuran untuk ketenangan" dengan meluncurkan kampanye anti alkohol. Memang, pada saat itu alkohol merupakan masalah besar bagi negara yang sekarat karena vodka dan minuman beralkohol lainnya.

Mantan Presiden AS Ronald Reagan dan mantan Presiden Soviet Mikhail Gorbachev saat bertemu di Rancho del Cielo Reagan, utara Santa Barbara, 1992.

Setelah memimpin, Gorbachev bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Ronald Reagan, menandai pertama kalinya dalam beberapa tahun para pemimpin kedua negara berjabat tangan. Pertemuan itulah yang menjadi awal dari berakhirnya Perang Dingin, sekaligus pelucutan senjata nuklir yang mencegah pecahnya Perang Dunia III. Hari baru pun menyingsing dengan cepat. 

Mikhail Gorbachev mengemudikan mesin pemanen biji-bijian.

Gorbachev mengambil alih monopoli CPSU atas kekuasaan dan melakukan pembersihan besar-besaran di jajaran pemerintahan. Pemilihan umum yang demokratis digelar di negara komunis itu, penyensoran pun dihapuskan bersama dengan sejumlah praktik berbahaya lainnya, termasuk monopoli negara atas ekspor. 

George H. Bush dan Mikhail Gorbachev.

Setelah itu, dia beberapa kali bertemu dengan presiden AS. ‘Arsitek perestroika’, begitulah julukan yang disematkan Presiden AS George Bush kepada Gorbachev.

Gorbachev mulai menarik pasukan Soviet dari Afghanistan pada 7 April 1988.

Mikhail Gorbachev bertemu Pemimpin Jerman Timur Erich Honecker, 1987.

Dua tahun kemudian, dia memainkan peran kunci dalam reunifikasi Jerman dan runtuhnya Tembok Berlin. Pada Maret 1990, ia menjadi presiden Uni Soviet pertama (dan terakhir) yang terpilih secara demokratis.

Mikhail Gorbachev saat akan menyampaikan kuliah Nobel Perdamaian yang telah lama tertunda.

Sebagai pengakuan atas peran utamanya dalam proses perdamaian, namanya diabadikan dalam catatan sejarah sebagai peraih Penghargaan Nobel Perdamaian pada 1991.

Mikhail Gorbachev dan Presiden AS Ronald Reagan berjalan-jalan di Lapangan Merah pada 1988.

Namun, kebijakan nonkekerasan dan demokratisasi juga memiliki konsekuensi lain. Gorbachev masih disalahkan atas konflik internal yang terjadi di antara republik-republik Soviet, yang berujung pada pecahnya Uni Soviet.

Gorbachev, Oktober 2006.

Setelah mengundurkan diri pada 1991, Gorbachev menarik diri sepenuhnya dari kancah politik. Ia kemudian mendirikan Yayasan Amal Gorbachev dan Palang Hijau Internasional, serta menentang keras Presiden pertama Federasi Rusia Boris Yeltsin. Pada 2014, ketika berbicara di depan mahasiswa MGU, dia mengaku bertanggung jawab atas pecahnya Soviet.

“Saya sudah berusaha menyelamatkannya, tetapi tidak berhasil … Saya bertanggung jawab untuk itu. Tidak ada yang memecat saya dari pekerjaan itu. Saya pergi atas kehendak saya sendiri, karena saya tidak bisa mengatasi mereka.”

Setelah semua yang dilakukannya, apakah dunia berhutang kepada Gorbachev?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki