Tragedi Tenggelamnya 'Titanic Soviet'

Kapal penumpang Admiral Nakhimov.

Valeriy Shustov/Sputnik
Tenggelamnya kapal penumpang Admiral Nakhimov yang dikenal sebagai 'Titanic Soviet' merenggut 423 nyawa. Tragedi ini adalah bencana paling mematikan di Laut Hitam selama masa damai.

Kapal penumpang Admiral Nakhimov meninggalkan Teluk Tsemes dekat Novorossiysk pada 31 Agustus 1986, malam. Kapal itu akan berlayar menuju Sochi dan pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam lainnya.

Dibangun pada masa Republik Weimar (sebutan sejarah tidak resmi untuk negara Jerman dari 1918 hingga 1933) dengan nama Berlin, kapal itu diberikan kepada Uni Soviet sebagai kompensasi perang dan sudah melayani sebagai kapal penumpang selama hampir 30 tahun dengan nama yang baru.

Namun, kapal besar yang mewah itu telah melampaui harapan hidupnya dan dijadwalkan untuk pensiun. Perjalanan itu direncanakan menjadi salah satu yang terakhir, dan benar-benar menjadi yang terakhir.

Tabrakan    

Tak satu pun dari 1.243 orang di kapal (897 penumpang dan 346 anggota awak) yang menyadari bahaya apa yang menanti mereka. Pada saat tabrakan, beberapa orang sedang asik menari atau sedang menonton film. Namun, sebagian besar penumpang tengah bersiap untuk tidur.

Kapal penumpang Admiral Nakhimov.

Pada saat yang sama, kapal barang Pyotr Vasev dalam perjalanan menuju pelabuhan. Sang kapten Pyotr Tkachenko, berjanji untuk memberi jalan kepada kapal penumpang.  

Namun, semuanya benar-benar berjalan salah. Pyotr Vasev membuat ayunan penuh menuju Admiral Nakhimov. Para awak di kedua kapal mulai khawatir, tetapi Tkachenko yang memantau pergerakan automatic radar plotting aid (sistem radar yang digunakan untuk menghindari tabrakan di laut), dengan tenang menjawab bahwa semuanya berjalan sesuai rencana dan kedua kapal akan selamat terhindar dari tabrakan.

Pada saat yang sama, kapten kapal penumpang Vadim Markov sedang tidak berada di ruang kendali karena sedang makan malam. 

Ketika tabrakan semakin jelas di depan mata, para pelaut mulai panik. Baru saat itulah Tkachenko mengalihkan pandangannya dari radar dan menyadari bahwa sistem itu sepenuhnya salah. Perintah terlambat untuk menghentikan kapal itu pun sia-sia. 

Malapetaka

Pada pukul 23.12 , kapal barang menghantam kapal penumpang dan melubangi sisinya seluas 80 meter persegi. Admiral Nakhimov pun mulai terjungkal ke samping.

Kondisi kapal barang Pyotr Vasev yang menghantam Kapal penumpang Admiral Nakhimov.

Listrik langsung padam, dan hanya butuh delapan menit bagi kapal untuk tenggelam bersama dengan banyak orang yang terjebak di kabin mereka dalam kegelapan total. Di antara mereka terdapat 23 anak yang kemungkinan sudah terlelap tidur pada waktu selarut itu.

Meskipun kapal memiliki sekoci, awak kapal tidak punya banyak waktu untuk meluncurkannya. “Kekacauan terjadi di kapal: orang-orang berteriak, yang lain menangis atau tertawa gugup, orang-orang menyalakan zippo dan korek api. Awalnya tidak terjadi kepanikan,” kenang Yekaterina Kishman, salah seorang korban yang selamat dari bencana itu.

Dengan kapal yang tenggelam dengan cepat, ratusan orang mulai melompat ke dalam air untuk menyelamatkan diri. “Seorang pria jangkung dengan celana putih menabrak saya dan berteriak: 'Lompat! - 'Saya tidak bisa berenang!' - 'Pokoknya, lompat!' Dia meraih saya dan melemparkan saya ke laut,” ujar Yekaterina.

Korban selamat lainnya, Vladimir Puzyrko, mengenang: “Saya melompat dan dengan seluruh kekuatan mencoba berenang menjauhi kapal yang tenggelam untuk menghindari terhisap pusaran air. Saya melihat ke belakang dan melihat bagaimana kapal itu tenggelam. Saya juga sempat terseret ke bawah... Saya tidak ingin mati dan berjuang keras untuk sampai ke permukaan. Saya pun berhasil. Saya melepas baju, celana panjang, dan sepatu saya. Saya sadar bahwa arus membawa saya ke laut terbuka. Tiba-tiba saya melihat kapal besar tak jauh dari saya. Kapal itu adalah  Pyotr Vasev."

Pyotr Vasev adalah kapal pertama yang melakukan penyelamatan, dan dalam beberapa jam kemudian kapal dan perahu dari Novorossiysk bergabung.   

Kuburan Massal

Tenggelamnya Admiral Nakhimov, yang kemudian dikenal sebagai 'Titanic Soviet', merenggut 423 nyawa: 359 penumpang dan 64 awak kapal. Kapten kedua kapal selamat, dan kemudian dinyatakan bersalah atas kelalaian yang menyebabkan tragedi itu. Masing-masing dihukum penjara selama 15 tahun, tetapi dibebaskan pada 1992. 

Pada awal-awal September, penyelam mulai mengevakuasi jasad dari kapal yang tenggelam. Namun, karena panas yang ekstrem, jasad para korban membusuk secara dramatis. Fotografer harus mengambil foto secepat mungkin untuk membuat identifikasi positif. Beberapa dari mereka bahkan mengalami gangguan saraf.

Ketika dua penyelam meninggal pada proses evakuasi bawah laut di kapal, seluruh operasi langsung dihentikan. Admiral Nakhimov dan jasad penumpang yang tersisa diputuskan ditinggalkan untuk beristirahat dengan damai di dasar laut.  

Terlepas dari upaya pemerintah Soviet untuk menutupinya, bencana-bencana ini begitu mengerikan sehingga kebenaran tidak mungkin disembunyikan. Inilah lima bencana Industri dan transportasi paling mematikan di Soviet.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki