Meme Lawas Rusia dari Abad Sebelumnya

Дурацкие дореволюционные открытки
Meme sudah eksis di Rusia sejak seabad yang lalu, tapi karakter humornya masih terbilang kasar dan kelam saat itu.

Awalnya Maxim Kosmin yang tinggal di Sankt Peterburg hanya iseng menjadikannya sebagai hadiah, tapi di perjalanan, ia mulai menyukai kartu-kartu pos prarevolusi yang mengandung humor mengejek dan kemudian mendirikan komunitas daring untuk mengumpulkannya.

Koleksinya saat ini berjumlah sekitar 200 ratus kartu pos, yang sebagian besar ia dapatkan dari rumah lelang dan pasar loak. Setiap kartu memberikan gambaran, bagaimana humor Rusia yang baik di era prarevolusi. Selamat menikmati!

"Dua orang bodoh berkelahi, sementara si bodoh ketiga menonton."

"Evolusi orang Rusia"

Perangkap untuk pria

Seorang vegetarian: "Kalau saja saya lolos dari bahaya, saya berjanji untuk mulai makan daging."

"Jika kamu tidak menyebarkan desas-desus dan kebohongan, tikus itu tidak akan melahap lidahmu."

"Aku tidak bisa memahami dinginnya jiwamu."

"Telepon"

“Pertemuan yang intens”

"Aku sedang dalam perjalanan ke ternakku dan Tuhan mengirimmu."

"Selamat ulang tahun"

"Ingat, menggoda laki-laki pertama yang ada dapat mengakibatkan anak perempuan atau anak laki-laki."

"Oh, jangan bohong!"

"Di zaman feminis: Biarkan aku mengantarmu pulang, tuan!"

"Advokasi kesetaraan gender di pemandian pria."

Hitungan perkawinan: kebiasaan macam apa yang kau miliki, memanggilku "separuh aku" di depan semua orang? Aku bukan "separuh", aku "keseluruhan".

Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api cinta.

"Kristus telah bangkit."

Pesolek Sankt Peterburg

"Pembicaraan 'menarik'mu membosankan."

“Jangan iri padaku. Aku sibuk sepanjang minggu. Setiap hari aku harus mengunjungi salah satu istriku."

"Menikah"

"Bercerai"

Klik di sini untuk melihat sepuluh kartu pos yang “menyulap” revolusi Rusia menjadi permainan anak-anak.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki