Merah vs Putih: 15 Poster Permusuhan Penuh Kebencian Selama Perang Saudara Rusia

Propaganda Perang Saudara Rusia sama kejamnya seperti konflik itu sendiri. Pesan Tentara Merah sangat jelas: Tentara Putih adalah bajingan.

1. “Ketika menyerah dari Tentara Merah, Penjaga Putih sedang membakar roti”

2. “Beginilah kaum Bolshevik bertindak di desa-desa orang Cossack”

3. “Wrangel akan datang! Angkat senjata kalian, kaum proletar!” Setelah kekalahan besar yang menimpa Tentara Putih di Moskow, Baron Pyotr Wrangel memimpin Tentara Putih yang tersisa di Krimea. Pada 1920, pasukan Wrangel yang terakhir dievakuasi dari semenanjung itu dan menjadi buntut kegagalan Gerakan Putih di Rusia Selatan.

4. “Perdamaian dan kebebasan di Rusia Soviet”

5. “Entente sedang mempersiapkan kampanye baru. Jangan lengah!” Lebih dari selusin negara, yang dimulai oleh Britania Raya dan sekutunya, melakukan intervensi di Rusia selama Perang Saudara.

6. “Beginilah bagaimana masalah kelas pekerja diselesaikan di Rusia Soviet”

7. “Musuh di depan mata! Semuanya, bersiaplah membela Petrograd!” Pada Oktober 1919, Panglima Tentara Barat Laut Jenderal Nikolay Yudenich yang didukung oleh pasukan Estonia dan Inggris, melancarkan serangan terhadap Petrograd (sekarang Sankt Peterburg). Namun, pasukan ofensif itu justru menderita kekalahan yang sangat besar.

8. “Di altar Internasionale”

9. “Entente bersembunyi di balik topeng perdamaian”

10. “Demi persatuan Rusia!”

11. “Pacu kuda kalian, kaum proletar!”

12. “Pertaruhkan hidup Anda demi membela Petrograd!”

13. “Cossack, kalian cuma punya satu jalan — menuju Rusia yang bekerja!”

14. “Musuh di depan mata! Mereka membawa perbudakan, kelaparan, dan kematian! Hentikan si sigung hitam! Semuanya, bertahanlah! Serang!”

15. “Wrangel masih hidup. Jangan beri ampun!”

Poster-poster iklan pada era Kekaisaran Rusia betul-betul merupakan mahakarya seni yang menggambarkan pertempuran bersejarah atau tokoh tertentu dari dongeng atau legenda rakyat Slavia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

Untuk mengikuti kisah dan video menarik lainnya kunjungi halaman Facebook Russia Beyond
More

Situs ini menggunakan kuki. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut.

Terima kuki