Beda dengan AS dan Eropa: Bagaimana Uni Soviet Melukis Pesawat Tempurnya pada Perang Dunia II?

Foto Arsip
Berbeda dengan Amerika dan Britania, Tentara Merah tidak pernah menghias pesawat-pesawatnya dengan lukisan perempuan. Sebaliknya, para pilot Soviet menggunakan pesawat dengan tulisan terima kasih kepada para pemberi bantuan keuangan sehingga mereka bisa beroperasi di udara.

Foto dan tulisan yang menghias pesawat tempur Soviet adalah bentuk ketulusan dari masyarakat yang menginginkan kemenangan terhadap para penjajah Nazi. Barulah setelahnya, lukisan-lukisan yang lebih ceria muncul.

Tulisan pertama di pesawat tempur Soviet merupakan bentuk penghormatan terhadap mereka yang menyumbangkan uang dan benda berharga lainnya ke badan pengadaan barang negara. Aturannya, pilot menuliskan nama dan pesan dari para dermawan di badan pesawat.

Tulisan ini adalah penghormatan untuk seorang petani, A. Selivanova, atas kontribusinya untuk kemenangan.

Banyak pesawat yang juga memberi penghormatan untuk perkebunan kolektif yang para pekerjanya menyumbangkan uang.

Pada umumnya, sulit melacak siapa yang menyumbang karena kebanyakan uang datang dari dana umum. Namun begitu, terkadang sumbernya dapat diidentifikasi.

Pesawat-pesawat yang berbaris rapi ini, misalnya, mendapat dana dari Teater Maly di Moskow.

Teater Vakhtango di Moskow juga membantu dana untuk pembelian empat pesawat tempur yang dijuluki “Vakhtangovets” oleh para tentara.

Kadang juga pilot ikut membantu. Pesawat ini, misalnya, dibayar dengan uang para kru, seperti tertulis di badan pesawat.

Peramal ternama, Wolf Messing, membeli dua pesawat untuk tentara dengan uangnya sendiri. Satu dipersembahkan untuk pilot Soviet Konstantin Kovalev, yang merupakan kerabat dekat Messing selama perang.

Di pesawat ini, ada bintang besar dan tulisan “Dari Lenochka, untuk ayahnya”. Lenochka adalah seorang pelajar Soviet yang ayahnya dibunuh saat pertempuran udara dengan Nazi, dan ia mengadakan kampanye nasional pengumpulan dana untuk Tentara Merah.

Setelahnya saat perang, pilot Soviet mulai menghias pesawat dengan gaya mirip nose art yang populer di AS dan Eropa.

Lukisan predator mengerikan ini menghias pesawat tempur Lavochkin La-5.

Kepala singa adalah alternatif lain yang digunakan para tentara Soviet.

Ada beberapa gambar yang bertujuan mencemooh pilot-pilot Jerman. Lukisan kucing yang bermain dengan tikus ini menyimbolkan superioritas pesawat tempur Soviet.

Lukisan-lukisan lain punya makna harfiah.

Kadang-ladang lukisan tertentu merupakan pesan eksplisit untuk musuh. Lukisan macan tutul yang merobek hati ini berarti seorang pilot Soviet telah menembak jatuh sebuah pesawat Nazi yang menggunakan lambang hati di emblemnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.

More