Lepas dari Beban: Rusia Lunasi Utang Warisan Uni Soviet

Anggaran Soviet tidak cukup untuk memenuhi utang, sehingga harus diwariskan ke Rusia setelah ia runtuh.

Anggaran Soviet tidak cukup untuk memenuhi utang, sehingga harus diwariskan ke Rusia setelah ia runtuh.

Iliya Pitalev/RIA Novosti
Setelah Uni Soviet kolaps, Rusia tidak hanya harus menggunakan strategi keuangan untuk masa depannya, namun juga melunasi miliaran dolar utang yang dipinjam Uni Soviet dari luar negeri.

Pada 21 Agustus 2017, Kementerian Keuangan Rusia mengumumkan telah membayar sisa utang luar negeri yang diwariskan dari Uni Soviet. Sebelumnya, pada 8 Agustus, kementerian mentransfer 125,2 juta dolar AS (1,67 triliun rupiah) ke kas Bosnia dan Herzegovina untuk melunasi barang impor yang belum dibayar dari Yugoslavia ke Uni Soviet — dan ini merupakan utang terakhir.

Awalnya merupakan obligasi yang dimiliki bersama oleh seluruh republik di Uni Soviet, pelunasan utang ini kemudian menjadi beban Rusia karena republik lain menyerahkan klaim aset luar negeri mereka pada 1993. Saat itu utang era Soviet mencapai 104,5 miliar dolar AS, kata Bank Sentral Rusia.

Seiring meningkatnya harga minyak saat pergantian abad, Moskow perlahan berhasil keluar dari beban ini.

Kenapa Utangnya Bisa Menumpuk?

“Uni Soviet aktif meminjam dari luar negeri untuk membeli perlengkapan dan produk obat-obatan Barat serta memenuhi kebutuhan anggaran harian,” kata Alexey Mikheev, Direktur Pusat Bisnis Inovatif dan Pengembangan Kewiraswastaan. “Utang ini bertambah pada ’80-an saat harga minyak menurun dan Rusia harus menghadapi ekonomi yang tidak efektif, dan di saat yang bersamaan membantu rezim komunis di seluruh dunia.”

Selain pinjaman dari negara-negara lain, utang keseluruhan juga termasuk obligasi pinjaman dalam mata uang lokal, obligasi Vnesheconombank, dan pinjaman dari kreditur The London Club, kata Roman Alekhin, direktur di agen pemasaran Alekhin dan Rekan.

Anggaran Soviet tidak cukup untuk memenuhi utang ini, sehingga harus diwariskan ke Rusia setelah ia runtuh.

Negara Mana yang Diutang Paling Banyak?

Jumlah utang terbanyak – 47,6 miliar dolar AS pada 1994 – adalah milik kreditur dari Paris Club (negara industri besar dari Eropa dan AS). Moskow mampu melunasi utang ini pada 2006 karena harga minyak yang meningkat, dengan mengirim 38,7 miliar dolar AS serta menyimpan 7,7 miliar dolar AS sebagai ganti untuk barang dan jasa.

Pada 2009, Rusia juga melunasi sisa utang 1 juta dolar untuk kreditur London Club, kebanyakan untuk bank komersial dari Eropa Barat, AS, dan Jepang. Utang ini adalah pinjaman dari Vnesheconombank hingga 1991.

Untuk negara lainnya, utang diregulasi berdasarkan perjanjian bilateral, terkadang tidak dengan uang namun dengan barang dan jasa. Satu dekade terakhir, Rusia telah membayar utang era Soviet ke negara-negara sebagai berikut:

  • Slovenia - 129,2 juta dolar AS pada 2007 (melalui pengiriman barang)
  • United Emirat Arab - 470 juta dolar AS pada 2007 (partly paid with industrial products)
  • Kroasia – 185,7 juta dolar AS pada 2011 (produk teknologi tinggi dan perlengkapan energi untuk Pembangkit Listrik Termal Sisak di Kroasia)
  • Republik Ceko – 3,6 miliar dolar AS pada 2013
  • Hongaria - 18 juta dolar AS pada 2013 (sebagian dibayar dengan produk industrial)
  • Finlandia - 30 juta dolar AS pada 2013 (sebagian dibayar dengan produk industrial)
  • Slowakia – 1,7 miliar dolar AS in 2013 (sebagian dibayar dengan produk industrial)
  • Serbia – 288,8 juta dolar AS pada 2013 (sebagian dibayar dengan produk industrial)
  • Tiongkok – 451,1 juta dolar AS pada 2015 (sebagian dibayar dengan produk industrial dan penelitian medis)
  • Kuwait – 1,1 miliar dolar AS pada 2016 (plus 620 juta untuk produk teknologi tinggi)
  • Makedonia – 60,6 juta dolar AS pada 2017 (dibayar dengan produk dan jasa industrial)

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.