Masa Lalu Kelam: Berapa Sebenarnya Jumlah Korban Kekejaman Stalin?

Seorang pendukung komunis mengangkat foto Josef Stalin.

Seorang pendukung komunis mengangkat foto Josef Stalin.

Reuters
Selama tahun 1980-an dan 1990-an, orang Rusia kebanyakan menganggap jumlah korban jiwa selama era pemimpin Uni Soviet Josef Stalin tidak pernah terungkap, dan banyak yang mengklaim sebenarnya jumlahnya lebih banyak dari yang dilaporkan. Sudah 80 tahun berlalu sejak persekusi besar-besaran terjadi di Uni Soviet. jadi sekarang waktu yang tepat untuk melihat dan membahas hal ini, dengan mengamati bagaimana mereka membuang jauh fakta menyakitkan tentang masa lalu.

"Pada awal 1990-an, saya berhadapan dengan banyak statistik terkait teror di era Soviet. Menurut perhitungan saya, selama rezim Soviet ada 7,1 juta orang yang ditangkap petugas keamanan. Namun begitu, masyarakat Rusia percaya bahwa pada 1937 – 1939 saja ada 12 juta orang yang ditangkap. Jadi, saya tidak memedulikan perhitungan sejak lama."

Kata-kata di atas diungkapkan oleh Ketua Memorial Arseny Roginsky. Memorial adalah organisasi sejarah dan hak masyarakat sipil yang bertujuan untuk “mengungkapkan fakta dari masa lalu dan mengabadikan kenangan korban penindasan politis.”

Sebagai salah satu pendiri Memorial, Roginsky tak diragukan lagi telah melakukan banyak upaya untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi terkait persekusi politik di era Uni Soviet.

Di saat yang bersamaan, seperti yang ia ingat, estimasi terpopuler jumlah korban pemimpin tangan besi Soviet Josef Stalin pada akhir 1980-an dan awal 1990-an juga tidak pernah dipublikasikan. Suasana masyarakat saat itu sangat emosional bahkan sejarawan ternama pun tidak mau memublikasikan penemuan kontroversialnya, meski pun itu telah diteliti dengan baik dan sesuai fakta. Jika Anda melihat jumlah estimasi yang beredar saat itu, jelas mengapa Roginsky tidak ingin membeberkan datanya ke publik.

Jumlah yang Tidak Realistis

Alexander Solzhenitsyn — oposisi terkenal di era pemimpin terakhir Uni Soviet Mikhail Gorbachevy — pernah mengungkapkan dalam bukunya Gulag Archipelago bahwa ada 66,7 juta korban di era Uni Soviet tahun 1917 – 1959.

Alexander Solzhenitsyn ditahan di penjara buruh selama delapan tahun. Sumber: Unknown AuthorAlexander Solzhenitsyn ditahan di penjara buruh selama delapan tahun. Sumber: Unknown Author

Pada 1991, harian terbesar Soviet Komsomolskaya Pravda memuat wawancara Solzhenitsyn dengan sebuah saluran televisi Spanyol, di mana ia menambahkan 44 juta orang lagi ke jumlah korban; mereka adalah penduduk Soviet yang tewas selama Perang Dunia II. Berarti, total jumlah korban Stalin adalah sekitar 110 juta, sedangkan total populasi Uni Soviet sebelum perang adalah 170 juta, menurut sensus tahun 1939. Kedua angka ini sering dipertanyakan kebenarannya.

Angka yang berlebihan tersebut dipermasalahkan tidak hanya oleh para oposisi, tapi juga oleh anggota Partai Komunis Uni Soviet. Pada 1990, sejarawan Roy Medvedev mengklaim bahwa jumlah korban penindasan politis di Uni Soviet dari 1927 hingga 1953 adalah 40 juta.

Selain oposisi dan pejabat Partai Komunis Uni Soviet, sejarawan profesional Barat juga telah melakukan penghitungan jumlah korban represi. Salah satunya adalah Robert Conquest, yang pertama mencetuskan istilah “Teror Hebat” dan mengklaim ada sekitar 9 juta orang yang dipenjara pada akhir 1939 di Uni Soviet.

Foto terakhir Osip Mandelshtam, penyair yang ditahan di era Stalin. Sumber: ArsipFoto terakhir Osip Mandelshtam, penyair yang ditahan di era Stalin. Sumber: Arsip

Meski lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya, jumlah ini tetap lima kali lebih besar dari kenyataannya. Sejarawan Viktor Zemskov, salah satu spesialis paling terkenal untuk topik ini, mempelajari data statistik terkait sistem hukuman Soviet, dan ia memperkirakan bahwa pada 1940, ada sekitar 1,9 juta orang di balik jeruji besi di sana.

Menggunakan Masa Lalu untuk Kepentingan Saat Ini

Pada 1990, Kepala Komite Keamanan Negara Uni Soviet (KGB) Vladimir Kryuchkov mengatakan, dari 1930 hingga 1953 ada 3,8 juta orang dipenjara, dan 786 ribu dihukum mati. Ketepatan klaim ini tidak dibantah oleh sejarawan profesional.

Grigory Zinoviev, politikus di era Uni Soviet yang dieksekusi pada 1936. Sumber: Getty ImagesGrigory Zinoviev, politikus di era Uni Soviet yang dieksekusi pada 1936. Sumber: Getty Images

Seperti yang Zemskov ingat, masyarakat tidak mau percaya Kryuchkov, karena menurut mereka angka itu tidak benar. Mereka lebih percaya Gulag Archipelago dengan klaim fantastis bahwa sebenarnya ada puluhan juta korban.

Mengingat fakta bahwa otoritas Soviet mengeksekusi lebih dari 600 ribu orang hanya dalam dua tahun (1937 – 1939), jumlah yang diklaim sang Kepala KGB terasa masuk akal. Namun begitu, masyarakat masih bertanya-tanya: kenapa itu bisa terjadi? Kenapa orang cenderung percaya jumlah yang berlebih-lebihan?

Sergei Korolev, 1938. Sumber: ArsipSergei Korolev, 1938. Sumber: Arsip

Sergey Kara-Murza, ilmuwan sosial dengan spesialisasi sejarah Soviet, coba menjawabnya. Argumennya, meski pun ‘pembersihan’ pada tahun 1930-an itu adalah peristiwa memilukan di sejarah Rusia, “tidak akan pernah ada analisis objektif.”

“Masih ada rasa sakit yang sangat besar karena hilangnya banyak nyawa, dan segala upaya untuk menganalisis secara objektif akan terlihat amoral. Saudara dan bahkan anak kandung politisi yang dibunuh pada 1930-an memainkan peran penting di arena politik saat perestroika (era reformasi Uni Soviet),” tulis Kara-Murza. “Gambaran tentang represi adalah alat politik yang kuat hingga pembuatan dan penggunaannya dibatasi dengan penyensoran yang ketat.”

Pemikiran Kara-Murza tentang penggunaan represi sebagai alat politik saat ini kira-kira sejalan dengan apa yang ilmuwan politik Maria Lipman tulis di majalah Foreign Affairs tentang kampanye destalinisasi selama perestroika.

Istri Alexander Solzhenitsyn, Natalya, saat pembukaan Museum Sejarah Gulag pada Oktober 2015. Sumber: APIstri Alexander Solzhenitsyn, Natalya, saat pembukaan Museum Sejarah Gulag pada Oktober 2015. Sumber: AP

“Destalinisasi secara drastis melemahkan rezim komunis. Pada akhir 1991, kehancuran komunisme Soviet diikuti oleh keruntuhan Uni Soviet.”

Yang juga membingungkan, proses destalinisasi juga tidak selalu dilakukan berdasarkan fakta dan kenyataan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.