Kabur ke Luar Negeri dan Jadi WNA: Usaha Koruptor Rusia Hindari Hukum

Korupsi merupakan salah satu masalah besar di Rusia.

Korupsi merupakan salah satu masalah besar di Rusia.

Getty Images
Politisi Rusia yang masuk daftar pencarian internasional tidak terburu-buru untuk kembali ke negara asal mereka.

Mantan Gubernur Chelyabinsk Mikhail Yurevich. Sumber: Aleksandr Kondratuk/RIA NovostiMantan Gubernur Chelyabinsk Mikhail Yurevich. Sumber: Aleksandr Kondratuk/RIA Novosti

Pemerintah Yekaterinburg masih menunggu untuk menginterogasi mantan Gubernur Chelyabinsk, Mikhail Yurevich, yang diduga menerima suap senilai 26 juta rubel (5,98 miliar rupiah). Pengadilan menolak untuk menahan sang politikus secara in absentia (menghukum tanpa dihadiri oleh terdakwa) karena kasus itu dianggap tidak cukup bukti. Pihak penyelidik telah memasukkan nama Yurevich ke dalam daftar pencarian orang internasional meski perwakilannya tidak menyembunyikan keberadaannya. Menurut Lenta.ru, Yurevich berada di London dan tidak ingin cepat-cepat pulang untuk diinterogasi. Di negara mana lagi politisi Rusia bersembunyi?

Pindah ke Ukraina

Mantan Politikus Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Denis Voronenkov dan istrinya Maria Maksakova. Sumber: ReutersMantan anggota Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Denis Voronenkov dan istrinya Maria Maksakova. Sumber: Reuters

Pada awal Februari, mantan Wakil Ketua Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) Denis Voronenkov diketahui telah pindah ke Ukraina bersama istrinya, mantan anggota parlemen Maria Maksakova, dan setelah itu mendapatkan status kewarganegaraan di sana. Sementara itu di Moskow, penyelidikan diadakan terkait dugaan bahwa Voronenkov menggusur sebuah bangunan senilai lima juta dolar AS di pusat kota.

Kepala Komite Investigasi Rusia Alexander Bastyrkin mengatakan bahwa Voronenkov kabur dan menghindari pengadilan. Di sisi lain, Voronenkov mengatakan bahwa ia meninggalkan Rusia karena “Moskow adalah kota yang kejam,” (tidak seperti “Kiev, kota yang dihuni orang-orang baik dan berhati mulia”) dan menyebut kasus kriminal yang dituduhkan kepadanya tidak sah. Moskow memasukkan Voronenkov ke daftar pencarian orang internasional, dan ia bersaksi sebagai warga negara Ukraina, yang dianggap pengkhianatan negara, di hadapan mantan Presiden Ukraina Victor Yanukovych. Pada 23 Maret 2017, Voronenkov ditembak mati di pusat kota Kiev.

Ilya Ponomarev, mantan wakil ketua Duma lainnya yang juga masuk dalam daftar pencarian orang internasional, diberikan izin tinggal di Ukraina. Ia dituduh ikut campur dalam penggelapan dana senilai lebih dari 22 juta rubel dari Yayasan Skolkovo.

Ponomarev meninggalkan Rusia pada musim gugur 2014 sebelum ia dimasukkan ke dalam DPO internasional. Ia pertama minggat ke AS lalu ke Ukraina. Ia berjanji untuk kembali ke Rusia dan bersaksi hanya jika ia tidak ditangkap dan larangan bepergian ke luar negerinya dicabut.

Ilya Ponomarev. Sumber: Alexey Vitvitsky/RIA NovostiIlya Ponomarev. Sumber: Alexey Vitvitsky/RIA Novosti

Dari Nice ke London

Pada 2001 silam, pihak berwenang menggelar proses pidana terhadap Sergei Pugachev, seorang anggota parlemen dan pendiri Mezhprombank, terkait dugaan kebangkrutan bank yang disengaja. Pugachev kemudian menggunakan paspor diplomatik untuk terbang ke Nice dan tidak kembali lagi ke Rusia. Empat tahun kemudian, Pugachev diketahui telah meninggalkan Inggris, tempat ia tinggal selama itu.

Interpol telah beberapa kali mendaftarkan Pugachev ke DPO internasional, dan bahkan pada 2014 mereka mengeluarkan “catatan merah”, sesuai permintaan pemerintah Rusia, yang mengizinkan polisi di negara Pugachev berada untuk menangkapnya saat ditemukan. Meski begitu, Pugachev masih berkeliaran.

Sergei Pugachev. Sumber: Vladimir Rodionov dan Sergei Velichkin/TASSSergei Pugachev. Sumber: Vladimir Rodionov dan Sergei Velichkin/TASS

Tuntutan pidana mungkin sebentar lagi akan berakhir untuk mantan Menteri Keuangan Moskow Alexei Kuznetsov, yang dituduh mencuri 14 miliar rubel dari kas daerah. Kuznetsov pertama menjadi tersangka atas penipuan, penggelapan, dan praktik properti ilegal pada 2008. Setelah itu, ia dan istrinya Janna Bullock kabur ke AS. Badan penegakkan hukum mampu menemukan tiga orang komplotan Kuznetsov dan menjebloskan mereka ke penjara. Istri Kuznetsov, yang juga terlibat dalam kasus, masih bersembunyi di AS. Sayangnya, Rusia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika.

Alexei Kuznetsov. Sumber: TASSAlexei Kuznetsov. Sumber: TASS

Moskow berkesempatan untuk mendorong Kuznetsov ke pengadilan tiga tahun lalu. Sebuah pengadilan di Perancis, tempat ia ditahan, memutuskan untuk mengekstradisinya ke Rusia, namun prosesnya tertunda. Beberapa bulan yang lalu, pengadilan di Lyon membebaskan Kuznetsov dari penahanan rumah. Namun begitu, pada 2015, Perancis meluncurkan proses pidana terhadap Kuznetsov atas pencucian uang yang ia dapatkan secara ilegal di sana. Oleh karena itu, tampaknya ia tidak akan bisa menghindari pengadilan sama sekali.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.