Kenapa Rusia Menekan Aktivitas Gereja Saksi Yehuwa?

Jemaah Saksi-saksi Yehuwa tengah menghadiri kebaktian di gereja.

Jemaah Saksi-saksi Yehuwa tengah menghadiri kebaktian di gereja.

Getty Images
RBTH menyamar dan menyusup ke sebuah pertemuan organisasi keagamaan asal AS di Moskow yang memiliki sekitar delapan juta pengikut di seluruh dunia.

Jemaah Saksi-saksi Yehuwa tengah menghadiri kebaktian di gereja. Sumber: Getty ImagesJemaah Saksi-saksi Yehuwa tengah menghadiri kebaktian di gereja. Sumber: Getty Images

Pihak berwenang Rusia selama ini tidak pernah mengakui kepercayaan Saksi-saksi Yehuwa. Adanya penafsiran yang berbeda dari sejumlah ayat Alkitab menjadi salah satu hal yang membedakan Saksi-saksi Yehuwa dengan Gereja Ortodoks Rusia.

Selama satu abad terakhir, keberadaan Saksi-saksi Yehuwa tak pernah dianggap di Rusia. Namun, kondisi itu masih lebih baik karena aktifitas mereka sempat dilarang sepenuhnya. Pada 1951, Stalin bahkan mengasingkan 8.000 orang pemeluknya ke Siberia. Angka tersebut merupakan 80 persen dari jumlah total penganutnya kala itu di Uni Soviet.

Saksi Yehuwa menanggapi serius serangan yang belum lama ini terjadi di Sankt Peterburg. Hal itu dikarenakan aktifitas mereka yang sesungguhnya telah dilarang secara hukum dan diberi label sebagai organisasi berbahaya.

Saat ini, menurut data yang dipaparkan oleh Kepala Dewan Ahli Keagamaan Negara Kementerian Peradilan Rusia Roman Silantiev, terdapat setidaknya 165 ribu penganut Saksi-saksi Yehuwa di Rusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kebaktian regional Saksi-saksi Yehuwa telah ditutup sepenuhnya, dan lebih dari 60 publikasi mereka diberi label sebagai ‘materi ekstremis’. Pada 15 Maret lalu, Kementerian Peradilan Rusia mengajukan tuntutan kepada Mahkamah Agung dan meminta untuk melarang aktivitas organisasi tersebut sebagai kelompok ekstremis.

Kementerian Peradilan menjelaskan kepada RBTH bahwa tuduhan tersebut mengacu pada materi cetak yang diduga menyatakan supremasi Saksi-saksi Yehuwa atas agama-agama lain dan membenarkan tindak kekerasan terhadap pengikut agama lain. Pada hari yang sama, Wakil Menteri Peradilan Sergey Gerasimov memerintahkan penangguhan terhadap semua kegiatan Saksi-saksi Yehuwa di Rusia sampai di pengadilan.

Argumen utama yang dikemukakan dalam persidangan yang berlangsung hampir sebulan itu adalah lusinan putusan pengadilan terhadap kantor regional Saksi-saksi Yehuwa yang tak mendapat reaksi dari ‘markas besar’ gereja Yehuwa yang disebut-sebut sebagai Pusat Administrasi.

Sejumlah pengacara yang mewakili gereja menekankan bahwa jemaah di wilayah tersebut tidak melapor ke Pusat Adminstratif. Karena itu, keluhan terhadap mereka tidak dapat menjadi alasan untuk melarang aktifitas Saksi-saksi Yehuwa. Terlebih lagi, Pusat Administrasi Yehuwa tidak pernah terlibat dalam persidangan tersebut dan tidak pernah menerima peringatan dari Kementerian Peradilan.

Meski begitu, Pusat Administrasi telah berhenti menyebarkan materi cetak ke Rusia yang terdaftar sebagai bahan bacaan bermuatan ekstremis dalam tuntutan hukum. Ternyata, upaya untuk melarang organisasi Saksi-saksi Yehuwa mengejutkan pejabat dan tokoh masyarakat yang loyal sekalipun.

Anggota Dewan Presiden untuk Masyarakat Sipil dan Hak Asasi Manusia sekaligus Presiden Pusat Studi Strategis Agama dan Politik Dunia Modern Maksim Shevchenko mengatakan bahwa tuntutan hukum yang diajukan Kementerian Peradilan bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kebebasan berpikir.

“Saksi-saksi Yehuwa bukanlah organisasi esktremis,” tutur Maksim. “Mereka tidak pernah mengatur serangan teroris atau menyerukan tindakan yang melanggar hukum. Mereka kerap kali dituduh mempresentasikan agama mereka sebagai kebenaran sejati, tetapi sesungguhnya, banyak gereja lain yang melakukan hal yang sama. Saya pikir alasan sebenarnya dalam hal ini adalah kenyataan bahwa ajaran ini berupaya menarik minat sejumlah calon jemaah secara langsung, melakukan khotbah tatap muka, sehingga bersaing dengan Gereja Ortodoks di beberapa daerah.”

Kerajaan yang Dijaga Ketat

Pusat Administrasi Saksi-saksi Yehuwa Rusia berada di Sankt Peterburg. Saya menelepon kantor Pusat Administrasi ketika persidangan tengah berlangsung, tetapi setelah ada perintah penangguhan aktifitas yang dikeluarkan oleh Kementerian Peradilan. Saya kemudian menghubungi nomor yang saya temukan di halaman situs mereka. Saya terkejut ketika terdengar nada sambung di telepon dan tak lama kemudian ada suara laki-laki yang menyapa saya dengan ramah.

Saya kemudian mengutarakan keinginan saya untuk menghadiri pertemuan Saksi-saksi Yehuwa di Moskow. Meskipun penangguhan aktifitas bertujuan untuk membatalkan pertemuan, pria tersebut tetap memberikan saya sebuah alamat di Moskow, yaitu di Mikhalkovskaya ulitsa 36, “setiap hari Sabtu dan Minggu”.

Saya pun pergi mengunjungi alamat yang diberikan pada akhir pekan. Lokasinya berjarak hanya beberapa langkah dari stasiun metro Koptevo, atau sekitar sebelas kilometer dari Kremlin. Di sana, saya menemukan sebuah bangunan dua lantai yang didirikan pada tahun 1920-an sebagai pabrik tekstil, yang sekaligus merupakan pusat komunitas pekerja. Kini, menurut informasi Rosreestr, gedung tersebut adalah milik pribadi.

Mereka menyebutnya dengan sebutan ‘Aula Kerajaan’, dan terlihat jelas bahwa Saksi-saksi Yehuwa memiliki keseluruhan bangunan tersebut. Tampak sederet orang berbaris di depannya. Penjaga keamanan memakai pakaian berwarna hitam (mereka termasuk salah satu jemaah). Kemudian salah satu dari penjaga keamanan merasa curiga dan menarik saya ke pinggir. Ia pun mulai menanyakan tujuan kunjungan saya. Meski begitu, mereka kemudian tetap membiarkan saya masuk.

Sumber: Getty ImagesSelama kebaktian, para jemaahnya mendengarkan khotbah dan ajaran Yehuwa dan juga bernyanyi. Sumber: Getty Images

Kemudian saya masuk ke sebuah ruangan yang dapat menampung setidaknya 300 orang. Ruangan itu tampak hampir penuh. Saya agak sedikit kesulitan mencari tempat duduk di salah satu baris belakang. Sebelum saya mendapat tempat duduk, saya didekati oleh seorang pekerja di sana bernama Anatoly (tertulis pada tanda pengenal yang ia kenakan). Ia sempat menginterogasi saya selama sepuluh menit. Ia menanyakan semua tentang saya, termasuk di mana saya tinggal, dan apakah saya adalah seorang jurnalis. Sebenarnya, saya memang satu-satunya jurnalis di ruangan itu, tetapi saya menyamar.

Anatoly juga melarang saya untuk mengambil gambar meski saya sempat mengambil foto dengan telepon genggam saya. Ia juga bertanya bagaimana saya mengetahui tentang pertemuan tersebut. Saya cukup beruntung karena pada hari itu bukanlah kebaktian gereja bisa, melainkan kebaktian khusus yang diadakan dua kali dalam setahun, hampir seluruh kepemimpinan Yehuwa di Rusia hadir dalam acara tersebut.

Di dalam aula kecil, kami melihat sebuah tayangan video yang diproyeksikan ke layar. Kebaktian itu sendiri diadakan di aula utama yang berada di lantai dua, tempat yang dapat menampung lebih banyak orang. Anatoly tampak puas dengan jawaban saya, tapi ia meminta saya untuk menemuinya setelah acara selesai.

Rasa Syukur Tanpa Batas

Video pada layar menampilkan dua pria yang duduk di atas panggung saling berhadapan dan memainkan drama sebagai kakak beradik. Cerita bermula dari istri sang adik laki-laki yang menderita sakit keras dan membutuhkan transfusi darah. Transfusi darah dilarang keras bagi jemaah Saksi-saksi Yehuwa. Kini, sang adik datang meminta nasihat.

“Saya butuh bantuan dari seseorang yang berpikiran jernih.” Percakapan diakhiri dengan sang kakak yang meyakinkan saudara kandungnya bahwa “hal yang terpenting adalah tetap percaya pada Yehuwa. Jika seseorang meninggal, Yehuwa bahkan dapat menghidupkannya kembali.” Kemudian para hadirin pun bertepuk tangan dengan meriah.

Hampir semua orang yang hadir memegang Alkitab dan buku tulis kecil untuk mencatat. Pidato oleh seorang pengawas perjalanan Yehuwa bernama Nikolay menarik perhatian khusus. Dalam hierarki Saksi-saksi Yehuwa, seorang pengawas akan mengawasi jemaah di berbagai daerah yang jumlahnya masing-masing terdiri dari 50 hingga 100 orang dan bertugas membimbing mereka, sementara ia mendapatkan penghasilan dari sumbangan para jemaah.

Nikolay adalah sosok pria muda berpakaian rapi dengan mata yang berbinar. Ia sempat membuat jeda yang panjang dan kemudian berbicara dengan suara dramatis mengenai dosa-dosa terberat, yaitu rasa ketidakpercayaan. Ia juga memaparkan bagaimana cara menghindarinya. Nikolay memperingatkan jemaahnya bahwa “dalam waktu dekat, Yehuwa akan menghancurkan dunia lama, dunia yang penuh dengan ketidakadilan, dan hanya mereka yang tidak menyimpang dari jalan Yehuwa yang akan selamat”.

Pada akhir pidatonya, Nikolay memberi isyarat kepada jemaah untuk mulai menyanyikan “Kidung 43” (Bangkitlah, Berdiri Tegak, Tumbuh Kuat), yang terdengar sangat mirip dengan lagu kebangsaan Prancis, La Marseillaise. Setelah itu, para pengawas melontarkan pertanyaan kepada semua yang hadir: “Sudikah kita memberikan persembahan sederhana kepada pihak yang menyelenggarakan kongres ini sebagai ungkapan rasa syukur kita?”. Kemudian tepuk tangan bergemuruh.

Di dalam aula terdapat dua kotak besar dengan tulisan “Sumbangan untuk Masalah Global”. Para jemaah tidak tampak khawatir dan dengan sukarela memasukkan sejumlah uang ke dalam kotak tersebut. Saya tidak tahu pasti berapa jumlah keseluruhan yang berhasil dikumpulkan di dalam kotak tersebut, tetapi saya menyaksikan orang-orang memberikan sumbangan yang cukup besar, yaitu sekitar seribu hingga lima ribu rubel (17 – 88 dolar AS).

Seorang perempuan menawarkan buku Saksi-saksi Yehuwa. Sumber: Alexander Artemenkov / TASSSeorang perempuan menawarkan buku Saksi-saksi Yehuwa. Sumber: Alexander Artemenkov / TASS

Apokalips Kini

Ketika saya beranjak pergi keluar, Anatoly sang penjaga menghadang saya. Ia bertanya apakah saya berminat untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang Saksi-saksi Yehuwa dan apakah saya sudah menikah. Setelahnya, saya baru mengerti bahwa jemaah yang ingin bergabung ke dalam Saksi Yehuwa dilarang menikah dengan orang-orang yang tidak memercayai Saksi-saksi Yehuwa. Kemudian kami saling bertukar nomor telepon.

Dalam acara itu, saya juga sempat berkenalan dengan Yekaterina, seorang perempuan paruh baya. Kami sepakat untuk datang ke acara minum teh yang rutin diadakan oleh salah satu anggota Saksi-saksi Yehuwa setiap akhir pekan. Ia mengatakan bahwa gereja melarang banyak hal, seperti sesorang tidak boleh bekerja di badan pemerintahan, berpartisipasi dalam protes dan demonstrasi (baik sebagai oposisi, maupun propemerintah), berkarir di militer, berdiri ketika lagu kebangsaan negara dilantunkan, hingga larangan mengerang ketika berhubungan seks.

Saya bertanya kepada Yekaterina bagaimana ia sampai memutuskan menjadi anggota. Yekaterina kemudian menjawab bahwa bertahun-tahun yang lalu, ia pernah dipukuli oleh ayah tirinya, kemudian ia terduduk di lantai dengan rasa putus asa dan berdoa kepada Tuhan. Pada saat itu, bel pintu berbunyi, ternyata ia adalah Saksi-saksi Yehuwa. Yekaterina mendapatkan dua buah buku dari mereka, buku-buku itu menurutnya telah mengubah hidupnya dan kehidupan ayah tirinya. Kini, mereka pun menyebarkan pemahaman Saksi-saksi Yehuwa dari pintu ke pintu dan menawarkan buku.

Entah benar atau tidak, itu adalah kisah tipikal yang dapat Anda dengar dari hampir semua pengikut kepercayaan ini. Pendiri Saksi-saksi Yehuwa, seorang Hakim Amerika Joseph Rutherford, menulis bahwa ia memeluk kepercayaan ini dengan cara yang sama: ketika ia tengah menuntut ilmu hukum, ia pernah bekerja paruh waktu dengan menjual buku. Banyak orang yang sering menyuruhnya pergi ketika ia menawarkan buku, sehingga ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa jika ia sudah memiliki penghasilan yang baik ia akan membeli buku yang ditawarkan penjual muda kepadanya kelak.

Ia akhirnya memenuhi janjinya, dan buku-buku yang dibeli ternyata adalah studi Alkitab. Rutherford melihat ini sebagai pertanda dan kemudian memutuskan untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya untuk Tuhan.

Yekaterina juga mengatakan bahwa ia tidak mendapatkan bayaran sepeser pun dengan membagikan buku. Faktanya, ia justru menyumbangkan mulai dari 50 hingga 100 dolar untuk ‘Masalah Global’. Ia tidak bertanya apa pun kepada saya meskipun saya tidak pernah menghadiri pesta teh yang sempat saya janjikan. Namun, setelah beberapa hari kemudian, Yekaterina membanjiri saya dengan pesan teks yang terlihat tidak masuk akal.

“Jangan bersedih. Bersama kami, semua ramalan akan menjadi kenyataan.”

“Apa yang saya coba katakan kepada Anda adalah wahyu dalam bentuk aslinya. Antikristus sudah berada di antara kita, hitungan mundur telah dimulai.”

“Asal kamu tahu saja: kelima film Terminator difilmkan oleh seorang Yahudi Mesianik Amerika.”

“Saya sudah mengetahui kebenaran selama 20 tahun, tetapi mereka masih mencoba untuk mengirim saya ke rumah sakit jiwa karena ini.”

Pada hari serangan teroris di Sankt Peterburg awal bulan ini, Yekaterina sempat mengirim pesan teks kepada saya: “Wahyu, ayat 15:2. Bacalah. Ayat itu berbicara tentang lautan kaca dan api.” Saya merasa tidak ada sesuatu yang ekstrem pada Ekaterina, tapi ia tampaknya memiliki gangguan mental.

“Kami Tidak Akan Menyerah”

Selalu ada perdebatan mengenai apakah Saksi-saksi Yehuwa adalah sekte atau hanya organisasi penipu. Namun, saat ini mereka menghadapi tuntutan pidana yang terancam dikenakan hukuman sampai enam tahun penjara. Sementara itu, Anggota Dewan Ahli Komite Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) untuk Asosiasi Publik dan Organisasi Keagamaan Vladimir Ryakhovsky meyakini bahwa hukuman tersebut tidak dapat dihindari.

“Banyak pihak yang mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi, tetapi saya merasa bahwa ini jelas akan terjadi,” kata Ryakhovsky.

Saya kemudian menelepon Anatoly. “Lalu, apa yang akan Anda lakukan sekarang setelah pengadilan melarang aktifitas Saksi-saksi Yehuwa untuk selamanya?”

“Kami akan berdoa kepada Tuhan,” jawabnya. “Setiap orang yang mencoba menyakiti kami akan berakhir dengan kesengsaraan. Hitler ingin membakar kami hidup-hidup di ovennya. Stalin ingin membuat kami mati membusuk di Siberia, tapi di mana mereka sekarang? Mereka dikutuk, sementara kami tetap hidup. Kami tidak akan menyerah.”

Saya kemudian bertanya lagi kepadanya, “Bagaimana caranya Anda tidak menyerah?” tetapi Anatoly bungkam. Menurutnya, pemimpin Saksi-saksi Yehuwa akan mengajukan banding atas keputusan Mahkamah Agung tersebut. Mereka punya waktu sebulan untuk melakukan itu, dan mereka akan melakukannya tanpa menggunakan kekerasan atau pun ekstremisme.


Lima hal yang patut Anda ketahui seputar isu keagamaan di Rusia:

Kenapa Moskow dijuluki sebagai ‘Roma Ketiga’?

Dari mana Gereja Ortodoks Rusia mendapat dana?

Apa dan siapa yang disebut sebagai ‘Pemercaya Lama’?

Benarkah masyarakat Rusia tidak percaya Tuhan?

Apa saja yang kita ketahui tentang Gereja Ortodoks?

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.