Kepala FSB: Hilangnya Pesawat EgpytAir Kemungkinan Akibat Aksi Teroris

Pesawat Airbus A330-300 EgyptAir dari Kairo mendarat di landasan Bandara Internasional Charles de Gaulle, Prancis, Kamis (19/5). Pejabat Mesir dan Yunani mengatakan, pesawat EgyptAir dari Paris ke Kairo yang membawa 66 penumpang dan awak pesawat jatuh di Laut Tengah pada Kamis pagi, di dekat Pulau Kreta, Yunani.

Pesawat Airbus A330-300 EgyptAir dari Kairo mendarat di landasan Bandara Internasional Charles de Gaulle, Prancis, Kamis (19/5). Pejabat Mesir dan Yunani mengatakan, pesawat EgyptAir dari Paris ke Kairo yang membawa 66 penumpang dan awak pesawat jatuh di Laut Tengah pada Kamis pagi, di dekat Pulau Kreta, Yunani.

AP
Hilangnya pesawat Airbus A320 dengan rute penerbangan Paris-Kairo, "kemungkinan" disebabkan aksi terorisme, kata kepala Badan Keamanan Federal Federasi Rusia (FSB). Namun demikian, Rusia belum menangguhkan rute penerbangan udara dengan Prancis.

Kecelakaan pesawat penumpang A320 EgyptAir yang terbang dari Paris ke Kairo pada Kamis (19/5) pagi, kemungkinan besar terjadi akibat aksi terorisme. Demikian hal ini dikemukakan Direktur FSB Rusia Alexander Bortnikov.

"Anda tentu tahu apa yang terjadi dengan pesawat Rusia di Mesir (serangan teroris di atas Semenanjung Sinai pada 2015. Kemungkinan besar, ini adalah serangan teroris lainnya, yang menewaskan 66 penumpang dari berbagai negara," kata kepala FSB.

Namun, hingga kini Rusia belum mengumumkan penangguhan penerbangan ke Prancis, khususnya dengan Bandara Internasional Charles de Gaulle, yang menjadi bandara keberangkatan A320.

Dalam sebuah konferensi pers terkait hilangnya pesawat, Menteri Penerbangan Sipil Mesir Sherif Fathi mengatakan bahwa kemungkinan serangan teroris lebih tinggi dari kemungkinan kesalahan teknis.

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio “Europe 1”, mantan kepala Biro Penyelidikan dan Analisis Keselamatan Penerbangan Sipil Prancis (Bureau d'Enquêtes et d'Analyses pour la Sécurité de l'Aviation Civile/BEA) Jean-Paul Troadec juga mengatakan bahwa kecelakaan tersebut “hampir pasti” terjadi akibat serangan teroris. “Baik masalah teknis, kebakaran, maupun kegagalan mesin tidak akan menyebabkan bencana secara instan. Para awak akan punya waktu untuk bereaksi,” kata Troadec.

Pesawat EgyptAir MS804 menghilang dari radar ketika berada 280 kilometer dari pesisir pantai Mesir dan terbang di atas Laut Tengah. Seorang awak kapal dagang Yunani mengklaim bahwa ia melihat “api di langit” tepat pada saat pesawat dinyatakan hilang kontak. Pesawat tersebut diketahui membawa penumpang dari 12 negara, termasuk 30 orang Mesir dan 15 orang dari Prancis.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.