Reportase dari Hmeimim: Rusia Lanjutkan Perang Melawan Teroris di Suriah

Prajurit Rusia sedang menyiapkan jet tempur Su-34 di Pangkalan Militer Hmeimim, Provinsi Latakia, barat laut Suriah, pada 4 Mei 2016. Suriah terjerumus pada perang saudara sejak 2011 setelah meletusnya protes antipemerintah. Perang saudara berubah dengan cepat dan meningkat menjadi perang multidimensi yang telah menewaskan lebih dari 270 ribu orang dan memaksa jutaan warga Suriah meninggalkan rumah mereka.

Prajurit Rusia sedang menyiapkan jet tempur Su-34 di Pangkalan Militer Hmeimim, Provinsi Latakia, barat laut Suriah, pada 4 Mei 2016. Suriah terjerumus pada perang saudara sejak 2011 setelah meletusnya protes antipemerintah. Perang saudara berubah dengan cepat dan meningkat menjadi perang multidimensi yang telah menewaskan lebih dari 270 ribu orang dan memaksa jutaan warga Suriah meninggalkan rumah mereka.

AFP/East News
Seorang reporter RBTH tiba di markas militer Rusia di Suriah dan melihat bagaimana perang melawan militan ISIS dan Jabhat al-Nusra — setelah penarikan sebagian besar pasukan Rusia — terus digaungkan.

Markas militer Rusia di Suriah memiliki denyut aktivitas siang dan malam. Meski penarikan pasukan telah diumumkan pada 27 Februari lalu, perang melawan ISIS dan Jabhat al-Nusra masih berlanjut.

Pesawat kami tiba di markas militer pada pukul 08.00 pagi. Saat itu, para personil unit sudah siap dengan perangkat lengkap di lapangan parade untuk ditempatkan di pos tempur mereka.

Di Mana AU Rusia Bertempur Saat Ini?

Saat pertemuan digelar untuk para jurnalis, para tentara mempersiapkan pesawat tempur dan pesawat pengebom untuk lepas landas: mereka memasang dua bom berdaya ledak tinggi berbobot 500 kg ke dalam pesawat tempur-pengebom Su-34S.

Seperti yang disampaikan Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, pada RBTH, beberapa unit aviasi Rusia dikirim ke beberapa wilayah, termasuk kota Raqqa dan Arak, dan kota Deir ez-Zor, yang dikuasai oleh teroris.

“Pertempuran sengit tengah berlangsung di pinggiran Deir ez-Zor, dan penduduk kota terisolasi penuh,” katanya. “Tiap sepuluh hari, pesawat transportasi militer menurunkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Deir ez-Zor. Situasi di kota ini sangat serius.”

Pasukan Rusia dan Suriah juga mengirim bantuan kemanusiaan bagi penduduk Aleppo. Pasukan pemerintah mampu membebaskan salah satu jalur darat dari militan dan kini digunakan untuk mengirim kebutuhan pokok bagi penduduk. “Minggu lalu, teroris mencoba memotong pasokan dan menyerang konvoi, tapi kami berhasil menangkisnya dan mempertahankan rute tersebut,” kata Konashenkov. Menurutnya, pesawat Rusia tak melakukan serangan di area Aleppo.

Kehidupan di Garis Depan

Dari markas Hmeimim, kami bersama unit militer Rusia dan Angkatan Bersenjata Suriah, menyambangi desa Kawkab (‘planet’ dalam bahasa Arab), dekat kota Hama, 10 kilometer dari garis depan.

Pada hari sebelumnya, sejumlah militan Jabhat al-Nusra dipukul mundur dari permukiman tersebut. Sekelompok kecil yang tersisa memutuskan untuk menyerahkan diri dan bersumpah setia pada pemerintah Suriah.

Rumah dan dinding-dinding bangunan luluh-lantak akibat tembakan senapan, dan beberapa dinding berlubang akibat tembakan senjata berkaliber 122 mm. Di luar semua kengerian perang, sulitnya air dan listrik, kebahagiaan menyelimuti desa — para warga bisa kembali ke rumah setelah desa mereka dibebaskan dari teroris.

Di depan mata kami, para tetua desa menandatangani sumpah setia pada pemerintah yang berkuasa, sementara militan dari Jabhat al-Nusra didampingi tentara Suriah untuk meletakkan senjata mereka.

Seperti yang disampaikan salah satu pejabat Suriah pada RBTH, militan yang tak melakukan kejahatan serius bisa kembali ke kehidupan normal — berkebun, membangun kembali rumah mereka, dan berkumpul bersama keluarga.

Menurutnya, ketika militan Jabhat al-Nusra datang ke desa ini, mayoritas penduduk tak punya pilihan selain bergabung dengan mereka untuk mempertahankan hidup. Situasi ini tersebar di seluruh negeri, dipecah oleh perang sipil, sehingga pemerintah memperbolehkan sebagian bekas militan untuk memulai kehidupan baru.

RBTH berterima kasih pada lembaga pers Kementerian Pertahanan Rusia untuk mengatur reportase ini.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.