Reportase dari Tadmur: Bagaimana Masa Depan Kota Kuno Suriah?

Teater Mariinsky Rusia tampil di amfiteater kota Tadmur, Suriah, 5 Mei 2016.

Teater Mariinsky Rusia tampil di amfiteater kota Tadmur, Suriah, 5 Mei 2016.

Reuters
Reporter RBTH bertemu dengan sejumlah prajurit Rusia dan tentara Suriah yang terlibat dalam pembebasan Tadmur dari kelompok teroris ISIS dan mencari tahu nasib apa yang menanti situs warisan dunia ini.

Sejak pagi, konvoi kendaraan kami melewati 300 kilometer dari Latakia ke Tadmur.

Kendaraan yang berisikan sejumlah wartawan ini dikawal oleh pasukan darat dan udara Federasi Rusia. Di daratan, pergerakan kendaraan dilindungi oleh BTR-82A dengan senjata kaliber 30 mm dan kendaraan lapis baja kelas “Tiger” yang berawakkan pasukan khusus. Dari udara pun, kami mendapatkan perlindungan dari helikopter tempur Mi-24 dan Ka-52.

Tadmur Saat Ini

Setiap lima hingga sepuluh kilometer di jalanan terdapat pos pemeriksaan yang dijaga oleh tentara pasukan pembebasan nasional. Melihat barisan kendaraan lapis baja Rusia yang berisikan wartawan, orang-orang dengan gembira melambaikan tangan dan berteriak menyambut.

Pos pemeriksaan diperketat dengan cara yang berbeda: di beberapa tempat terdapat sejumlah marinir dengan benteng yang terbuat dari gundukan buatan, sedangkan di beberapa wilayah lainnya dapat ditemukan parit, tank, dan senjata artileri. Sebagaimana yang dijelaskan oleh beberapa prajurit Rusia, wilayah tersebut merupakan titik terjadinya bentrokan dengan kelompok teroris.

Enam jam kemudian, kami sampai di Tadmur. Kedatangan kami disambut dengan tembakan artileri: tentara Suriah yang menembaki lokasi kelompok militan ISIS. Pada malam hari, hanya berjarak 15 kilometer dari lokasi kami, terjadi bentrokan dengan teroris yang terjadi di titik penghubung di kota Sukhna.

Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
Nikolai Litovkin
 
1/12
 

Saat ini, di dekat Tadmur terdapat pangkalan militer sementara angkatan bersenjata Federasi Rusia. Di sana kompleks rudal anti-pesawat Pantsyr-S1 disiagakan untuk melindungi pasukan dan kelompok penjinak bom yang tengah bertugas dari serangan udara. Sekilas, Anda dapat melihat sejumlah stasiun radar. Informasi mengenai perangkat teknis pangkalan militer Rusia merupakan rahasia negara dan diklasifikasikan sebagai “top secret”.

Pembebasan

Di kota berpenduduk lima ribu jiwa ini — yang sebelumnya menjadi salah satu tujuan wisata — kini hanya menyisakan rumah-rumah kosong yang sudah rusak. Di mana-mana terdapat jejak artileri dan tank, tidak ada satu dinding pun yang tidak terdapat lubang bekas tembakan.

Seperti yang diceritakan oleh salah satu prajurit tentara Suriah kepada RBTH, pertempuran terberat tidak berlangsung di bagian bersejarah dari kota Tadmur, melainkan di daerah perkotaan dengan jalanannya yang sempit dan bangunan bertingkat rendah.

“Pasukan Udara Rusia tidak ikut dalam pertempuran. Pertempuran ini hanya melibatkan infanteri yang datang bahkan sebelum perkelahian berdarah,” kata prajurit Suriah mengenang.

Menurutnya, tulang punggung kelompok militan ISIS adalah orang asing yang telah memeluk agama Islam dan datang untuk bepartisipasi dalam perang sipil. “Ada yang datang dengan alasan ideologis mereka, ada pula yang datang untuk mencari uang dan kehidupan yang mudah, sedangkan yang lainnya datang hanya karena mereka ingin berperang,” kata sang prajurit.

Hanya 20 persen dari militan ISIS yang merupakan prajurit profesional. Sisanya, yaitu sebesar 80 persen, dijadikan umpan. “Orang-orang ini tidak tahu apa yang harus dilakukan selama peperangan. Mereka tidak dapat mengorientasikan posisi dan tidak dapat menemukan titik tembak atau perlindungan,” kata sang prajurit.

“Sebagian militan memburu ‘bisnis kecil’ di antara penduduk yang disandera. Para militan akan menawarkan untuk membawa satu orang atau seluruh keluarganya keluar kota, membawanya hingga ke pos pemeriksaan terakhir di pinggiran Tadmur dan ‘membebaskannya’. Kebebasan di sini berarti sendiri tanpa makanan dan air di sebuah gurun berjarak seratus kilometer dari kota Hos. Pembebasan ini dinilai dengan seluruh uang yang ia miliki, dan sering kali teroris menembaknya setelah ‘dibebaskan’.

Pembersihan Ranjau di Kota

Sebagaimana yang disampaikan Kepala Pasukan Teknik Federasi Rusia yang saat ini berada di Tadmur Letnan Jenderal Yuri Stavitskiy kepada RBTH, pasukan penjinak bom Rusia telah membersihkan lebih dari 234 hektar lahan dari 3.000 titik ledak di Tadmur.

“Para teroris memasang ranjau secara padat. Mereka menerapkan metode baru untuk memasang ranjau, beberapa di antaranya mengenakan sistem ‘antipenjinakan’,” kata Stavitskiy.

Menurutnya, di antara para teroris tersebut terdapat insinyur-insinyur yang sangat terlatih yang mampu menciptakan model-model perangkat peledak terbaru.

Permohonan Damai

Pada 5 Mei lalu, Orkestra Simfoni Teater Marinsky yang dikepalai Valery Gergiev menyajikan konser gratis di kota Tadmur untuk warga setempat dan para pasukan yang bepartisipasi dalam pembebasan kota tersebut.

Sebagaimana yang disampaikan sang konduktor terkenal ini, penampilan tersebut adalah sebuah bentuk penghargaan kepada orang-orang yang mengorbankan nyawa mereka untuk membela Tadmur. “Konser kami ini merupakan permohonan kami kepada semua pihak untuk melupakan perbedaan di antara kita semua demi melawan ancaman terorisme dan untuk menyatukan upaya pemulihan kota,” kata Gergiev dalam wawancaranya dengan RBTH.

Seperti yang diceritakan Direktur Museum Negara Hermitage Mikhail Piotrovsky kepada RBTH, kerusakan Tadmur lebih rendah dibandingkan apa yang ia perkirakan. “Memang, 50 persen bagian dari kota telah dihancurkan, tetapi sebagian besar dapat dipulihkan. Saya percaya, dalam waktu sekitar lima hingga tujuh tahun kami dapat memulihkan kota Tadmur,” kata sang ahli.

Menurut Duta Besar Rusia untuk UNESCO Eleonora Mitrofanova, tidak ada masalah keuangan dalam upaya pemulihan kota ini. “Kami akan mengalokasikan dana dari ‘Dukungan Pendanaan Warisan’. Pendanaan ini berasal dari semua negara anggota organisasi. Saat ini, kami perlu melakukan pemeriksaan untuk mengevaluasi biaya dan rencana pemulihan kota,” kata sang duta besar.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.