Su-24 di Atas Donald Cook Amerika: Ancaman atau Bentrokan Militer?

Pesawat Rusia diketahui membawa amunisi atau perangkat yang mampu merusak sistem elektronik kapal AS.

Pesawat Rusia diketahui membawa amunisi atau perangkat yang mampu merusak sistem elektronik kapal AS.

AP
Pesawat pengebom Rusia terbang di atas sebuah kapal penghancur Amerika di Laut Baltik pada 11 dan 12 April lalu. Kejadian ini ditanggapi dengan reaksi keras oleh AS. Washington menyebutkan kapal tersebut punya hak menembak pesawat Rusia. Berikut ini, RBTH merespons pertanyaan yang berkaitan dengan insiden tersebut.

Apa yang Terjadi di Laut Baltik?

Pada 11 dan 12 April, sebuah pesawat pengebom Rusia Su-24 terbang — beberapa kali — di atas kapal penghancur AS Donald Cook, yang melakukan latihan militer gabungan dengan Polandia di perairan netral di Laut Baltik. Terobsesi dengan insiden tersebut, Komando Eropa Angkatan Bersenjata AS menyampaikan bahwa manuver udara Rusia tak aman dan tak profesional. Gedung Putih pun mengecam insiden tersebut.

Pesawat Rusia diketahui membawa amunisi atau perangkat yang mampu merusak sistem elektronik kapal AS. Pada 12 April, Pentagon memublikaikan sebuah video penerbangan pesawat Rusia, yang menurut mereka terbilang ‘agresif’.

Pesawat-pesawat tempur Su-24 Rusia melintas di atas kapal perusak AS Donald Cook di Laut Baltik. Sumber: YouTube / Military Zone

Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia mengaku terkejut atas ‘reaksi sakit hati Amerika’, yang juga menambahkan bahwa pesawat Rusia saat itu sedang menjalankan uji penerbangan di atas perairan netral Laut Baltik. Kementerian juga menegaskan bahwa kapal Amerika bergerak hanya 70 kilometer dari markas Armada Baltik Rusia yang terletak di Kaliningrad, bagian Rusia yang terletak di Baltik. Menyadari kehadiran kapal tersebut, pilot Rusia ‘menjauh dan mengikuti semua langkah keamanan yang dibutuhkan’.

Mengapa Su-24 Mendekati Kapal Amerika?

Secara resmi, pesawat pengebom Rusia hanya melakukan tes penerbangan. Namun para pakar menilai insiden tersebut terjadi karena kapal penghancur Amerika terlalu dekat dengan markas militer Rusia. Para pelaut menyebut peristiwa semacam ini sebagai ‘aksi memancing’, yaitu ketika sebuah kapal mendorong kapal lain di jarak aman, terang Presiden Pusat Internasional Analisis Geopolitik, Kolonel (Purn.) Leonid Ivashov. Dalam kasus ini, pesawat Rusia juga ‘mendorong’ kapal Amerika menjauh dari pangkalan militer Rusia.

Pakar terkemuka dari Pusat Studi Militer-Politik Institut Negeri Hubungan Internasional Moskow  (MGIMO) Mikhail Alexandrov menyebutkan, kapal Rusia sama sekali tak pernah mendekati markas Amerika yang terletak di sepanjang pesisir AS sedekat itu (pada jarak 70 kilometer dari pangkalan militer, sebagaimana yang dilakukan kapal perusak AS beberapa hari lalu -red.).

Apa yang Terjadi Jika Pesawat Rusia Ditembak?

Dewan Federasi Rusia, Majelis Tinggi Parlemen Rusia, menyebutkan bahwa jika pesawat mereka ditembak, Rusia akan mengeluarkan reaksi ‘keras’. Anggota Dewan Komite Hubungan Internasional Igor Morozov menyebutkan bahwa kapal penghancur Amerika yang mendekati perbatasan Rusia ‘bisa tetap berada di sana’.

Para pakar menyampaikan opini beragam terhadap reaksi Rusia atas pengandaian tersebut.

Menurut Mikhail Alexandrov, militer Rusia mungkin akan menghancurkan sang kapal sebagai balasan penembakan pesawat. Namun pakar tak melihat ini akan memicu perang skala besar. Kedua pihak akan berupaya menahan konflik di level lokal.

Leonid Ivashov, di sisi lain, memiliki pandangan berbeda. “Saya rasa pemerintah tertinggi Rusia akan bereaksi sama seperti saat Turki menembak jatuh pesawat pengebom Rusia Su-24 di atas wilayah Suriah. Komando tertinggi militer-politik Rusia akan memilih memutuskan hubungan dengan Barat, daripada membalas aksi militer tersebut.

Apa yang Akan Didiskusikan Lavrov dan Kerry?

Aksi pilot Rusia dikecam tak hanya oleh Gedung Putih, tapi juga Kementerian Luar Negeri AS. “Aksi tersebut sungguh nekat, provokatif, dan berbahaya. Pesawat itu bisa saja ditembak jatuh,” kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Juru bicara Kemenlu AS menyatakan, Kerry akan mendiskusikan insiden tersebut dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.

Alexandrov, sementara itu, menilai kedua diplomat akan mendiskusikan isu interaktivitas antara militer kedua negara. Khususnya setelah peraturan tertentu ditetapkan sejak era Soviet. Namun AS, tutur Alexandrov, melupakan hal tersebut..

‘Aturan Keterlibatan’ Mana yang Dimaksud Kerry?

Ivashov menjelaskan bahwa terdapat aturan militer internal AS, yang misalnya, mengizinkan kapal AS menembak jatuh pesawat sipil Iran Airbus A300B2-203 pada 1988 di atas Teluk Persia dan menewaskan 290 penumpang.

“Pentagon menyatakan bahwa kala itu pesawat Iran salah dikenali sebagai pesawat tempur F-14A. Pilot dan pelaut tak sepakat menetapkan jarak aman antara musuh,” tutur Ivashov.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.