Putin dan Jokowi, Akankah Bertemu?

Satu hal yang dinanti dan kerap dipertanyakan terkait hubungan Rusia-Indonesia: jika memang Rusia menganggap Indonesia sebagai mitra strategisnya, kapan kedua pemimpin negara akan bertemu?

Masih segar dalam ingatan, saat Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bermain gitar sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT APEC di Bali tahun 2013 silam. Setelah mendengar nyanyian sang presiden Indonesia kala itu, Putin pun mengucapkan terima kasih dalam bahasa Indonesia. Akankah perisitiwa akrab semacam itu terjadi di tahun depan? Adakah upaya dari Rusia dan Indonesia untuk merealisasikan hal tersebut?

Presiden Putin dan Presiden Joko Widodo memang bukan belum pernah bertemu sama sekali. Keduanya tercatat bertemu beberapa kali dalam forum-forum internasional. Namun, siapakah yang akan lebih dulu “mengetuk pintu” dan bertamu di 2016? RBTH Indonesia berkesempatan untuk mewawancari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin secara eksklusif untuk menjawab pertanyaan ini.

RBTH: Setidaknya selama satu tahu kepemimpinan Presiden Jokowi, sudah banyak delegasi Rusia datang ke Indonesia. Namun, saat ini kita masih menanti pertemuan resmi antara dua kepala negara kita, Presiden Joko Widodo dan Presiden Putin. Adakah rencana dari pihak Rusia untuk mewujudkan pertemuan ini di 2016?

Mikhail Galuzin: Saya ingin menyebutkan bahwa segala hubungan kerja sama politik yang telah saya sebutkan, antara Rusia dan Indonesia, termasuk pendalaman dialog antara kami, dan pengembangan dialog ekonomi yang didasarkan atas kebermanfaatan bersama, dan munculnya berbagai proyek investasi skala besar antara kedua negara, semua ini adalah hasil dari kesepakatan yang pada umumnya dicapai oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Putin selama pertemuan di KTT APEC, di Beijing pada November 2014 lalu. Jadi, saya ingin menggarisbawahi bahwa persetujuan yang dicapai oleh kedua pemimpin kita tahun lalu sebenarnya berjalan dengan baik — mereka menghasilkan berbagai hasil konkret, dan ini sangat penting.

Dari pihak Rusia, kami siap untuk melanjutkan dialog dalam tingkat yang lebih tinggi, yaitu antara presiden kita. Kami harap di 2016 akan ada pertemuan antara kedua pemimpin kita, dan sebagai duta besar Rusia di Indonesia, saya akan lakukan yang terbaik untuk merealisasikannya. Apalagi, tahun depan adalah tahun yang spesial bagi Rusia dan ASEAN. Tahun depan, kami akan merayakan 20 tahun dialog kemitraan Rusia-ASEAN, dan tentunya seluruh pemimpin ASEAN, termasuk Presiden Joko Widodo diundang ke Rusia untuk menghadiri kesempatan yang sangat penting ini.

Baca topik wawancara selanjutnya bersama Dubes Galuzin: Apa Tantangan Kerja Sama Ekonomi Rusia-Indonesia di 2016? >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.