Jakarta Wadahi Klub Valdai untuk Bahas Posisi Rusia di Sektor Asia

Fyodor Lukyanov, Redaktur Eksekutif Majalah "Rusia dalam Politik Global", berpidato selama pertemuan ke-11 Klub Diskusi Internasional Valdai di Sochi.

Fyodor Lukyanov, Redaktur Eksekutif Majalah "Rusia dalam Politik Global", berpidato selama pertemuan ke-11 Klub Diskusi Internasional Valdai di Sochi.

Mikhail Voskresenskiy/RIA Novosti
Pertemuan Klub Valdai kali ini bukanlah yang pertama diadakan di luar Rusia. Sebelumnya, forum pernah dilangsungkan di Berlin, Singapura, dan London. Lalu mengapa kali ini Jakarta terpilih sebagi tuan rumah tempat dilangsungkannya forum?

Pada 26 – 27 November, Jakarta akan menjadi tuan rumah pertemuan regional Klub Valdai. Dalam sebuah wawancara dengan Rossiyskaya Gazeta, Direktur Ilmiah Klub Diskusi Internasional Valdai Fyodor Lukyanov menjabarkan topik utama apa saja yang akan dibahas di forum tersebut.

Mengapa Indonesia?

“Indonesia terpilih atas beberapa alasan. Pertama, Indonesia merupakan salah satu negara yang paling ambisius dan dinamis berkembang. Selain itu, Indonesia adalah negara yang sangat besar, dengan jumlah populasi sekitar 240 juta jiwa. Indonesia memiliki potensi tinggi. Dulu, di bawah rezim otoriter, Indonesia merupakan salah satu ‘Macan Asia’. Kini pada masa pemerintahaan Presiden Widodo, ada banyak hal lagi yang dapat diklaim Indonesia.”

“Kedua, Indonesia adalah negara anggota ASEAN yang terbesar. Bicara soal negara adikuasa, kami, entah bagaimana, terbiasa berpikir dengan menggunakan kategori negara yang memiliki pengaruh besar. Namun, ASEAN adalah salah satu asosiasi regional yang paling sukses di dunia. Asosiasi ini punya model integrasi tersendiri yang khusus. Meskipun tidak seperti Uni Eropa, ASEAN — dengan melakukan harmonisasi hubungan ekonomi antaranggotanya — berkembang dengan sangat dinamis.”

 

“Indonesia sendiri kini telah meningkatkan posisi pentingnya di dalam konteks Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (TPP). Ini adalah proyek Amerika Serikat berskala besar yang bergerak pada pembentukan hubungan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik, yang akan mengatur sistem ekonomi internasional secara berbeda. Rusia belum lama bergabung ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), yaitu sekitar tiga tahun yang lalu setelah melalui proses yang panjang. Namun ternyata, Rusia bergabung ketika posisi WTO mulai tidak jelas. Ada semacam tahapan yang menggantikan peraturan universal hubungan ekonomi internasional dengan regional. Oleh karena itu, itu penting bagi kami untuk mengadakan pertemuan Klub Valdai di negara tempat tempat sistem baru ini akan memainkan peran penting.”

Apa saja yang akan dibahas?

“Ada tema yang menarik bagi kami. Ini dapat dirumuskan sebagai berikut: apa yang diinginkan Asia? Asia berubah secara radikal. Asia berubah dari wilayah produsen tempat bekerjanya jutaan buruh berupah rendah menjadi wilayah konsumen. Ya, Asia menjadi konsumen saat ini. Dan itulah alasan mengapa jawaban dari pertanyaan ‘apakah yang diinginkan oleh Asia’ sangat penting. Tentu saja yang diinginkan tidak hanya dalam hal makanan dan pakaian, tetapi secara umum pada sektor yang diklaim Asia sebagai sektor berkembang, yaitu ketika Asia berpindah dari tingkat rendah menuju tingkat menengah. Dan ini tidak hanya berlaku pada model ekonomi, tetapi juga pada beberapa ambisi politik.”

“Kawasan Asia adalah kawasan yang paling penting dalam menjalani proses globalisasi. Saat ini, semua perhatian dunia terfokus pada Timur Tengah, dan hal tersebut dapat dipahami karena saat ini di Timur Tengah sedang berlangsung perang, pertumpahan darah, ekstremisme, rudal jelajah, dan lain-lain. Namun, jika kita dapat sesaat mengalihkan perhatian, kita harus mengakui bahwa nasib dunia saat ini dapat diselesaikan oleh Asia. Bukanlah sekadar kebetulan bahwa saat ini Amerika Serikat ini mulai “merangkak pergi” dari Timur Tengah dan lebih berfokus pada Asia dan kawasan Asia-Pasifik, termasuk melalui megablok ekonomi baru. Asia, dalam situasi ini, tentu merasa tertarik pada wilayahnya sendiri dan menyadari potensi dari perannya saat ini. Namun, Asia belum cukup mengerti bagaimana harus bersikap. Jadi, pada forum ini, kami memiliki dua masalah yang akan dibahas. Pertama, memahami apa yang diinginkan oleh Asia, dan kedua, merefleksikan posisi Rusia pada sektor Asia.”

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.