Putin Tanda Tangani Rancangan Pertahanan Terbaru Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan terkait pengembangan tentara Rusia di kediaman presiden.

Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan terkait pengembangan tentara Rusia di kediaman presiden.

Ria Novosti/Alexei Druzhinin
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperkenalkan rancangan terbaru pertahanan negara. Para pakar percaya bahwa pengadopsian rencana pertahanan terbaru tersebut kemungkinan merupakan reaksi atas pengabsahan strategi militer AS, yang di situ Rusia ditunjuk sebagai salah satu ancaman terhadap kepentingan nasional Amerika Serikat.

Rancangan pertahanan terbaru dibuat untuk periode 2016 – 2020 telah dibahas Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan di Sochi, Jumat lalu (13/11). Demikian dikabarkan oleh analis militer “Nezavisimaya Gazeta” Vladimir Mukhin kepada RBTH.

Dalam pertemuan tersebut, presiden mengatakan bahwa dalam rancangan tersebut dimuat identifikasi risiko dan ancaman baru terhadap negara. Selain itu, dalam rancangan tersebut juga dibahas mengenai program perlengkapan tentara dengan persenjataan terbaru, pelatihan mobilisasi, serta pertahanan teritorial.

Rancangan sistem pertahanan merupakan dokumen yang berisi pedoman atau panduan yang menunjukkan arah dan lingkup aktivitas negara di bidang pertahanan sekaligus memberikan tugas yang sesuai untuk berbagai kementerian dan departemen.

Perancangan dokumen ini melibatkan hampir seluruh pemerintahan. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan bahwa dalam penyusunan rancangan terakhir pada tahun 2013 lalu dihadiri oleh 49 kementerian dan departemen. Rancangan pertahanan itu merupakan yang pertama dalam sejarah Rusia.

Perubahan Situasi

Pada pertemuan tanggal 13 November, Putin mengatakan bahwa “situasi dunia kini berubah dengan sangat cepat dan dokumen perencanaan militer harus diperbarui”. Terkait apa saja ancaman dan risiko keamanan Rusia yang dicantumkan dalam rancangan terbaru ini hanya bisa diduga-duga karena dokumen tersebut bersifat rahasia.

Menurut Vladimir Mukhin, rancangan tersebut merupakan respon terhadap munculnya strategi versi baru militer AS pada tanggal 1 Juli tahun ini. Dalam dokumen yang disiapkan oleh Pentagon tersebut, AS memberikan penekanan terhadap peran Rusia. Militer AS mengklaim bahwa Rusia mengganggu keamanan regional. “Menanggapi hal tersebut, dalam rancangan pertahanan terbaru Federasi Rusia dapat diperinci siapa musuh Rusia dan cara melawannya,” sebut sang pakar.

Menurutnya Mukhin, rancangan terbaru tersebut juga mencerminkan peran baru kepala subjek federal Federasi Rusia yang bertanggung jawab atas tindakan mobilisasi dan pertahanan teritorial. Sementara, di pelatihan sebelumnya menunjukkan bahwa kepala subjek federal Federasi Rusia sering kali tidak dapat mengerjakan tugas-tugas mereka dalam hal mobilisasi militer.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.