Lima Komentar Tertajam Tony Abbott Terhadap Rusia

AP
Mantan Perdana Menteri Australia Tony Abbott sering mengeluarkan komentar tajam terhadap Rusia. Ia pernah bicara terang-terangan menentang Rusia setelah referendum Krimea, ketegangan di Ukraina, serta insiden MH-17.

Tak sampai dua tahun sejak diangkat menjadi PM Australia, Tony Abbott lengser dan digantikan oleh rivalnya Malcolm Turnbull melalui pemilihan pemimpin partainya.

Pada September 2013, saat Abbott naik jabatan, Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan salah satu pemimpin dunia yang menyampaikan selamat kepadanya. Namun, hubungan Rusia-Australia merosot sejak terjadi ketegangan politik di Ukraina. RBTH telah mengumpulkan kutipan-kutipan Abbott yang paling tajam terhadap Rusia.

1. “Saya akan melabrak Putin. Saya akan menyampaikan pada Putin, warga Australia telah dibunuh.” Pernyataan tersebut disampaikan sebelum Konferensi G-20 2014 (November 2014), terkait dengan kecelakaan Malaysia Airlines MH-17.

2. “Tentu tak wajar perangkat AL Rusia berkeliaran di perairan Rusia—tak wajar, tapi bukan tak pernah terjadi sebelumnya.” Pernyataan tersebut merupakan respon atas laporan bahwa kapal Rusia memasuki perairan Australia pada November 2014.

3. “Wilayah yang dikuasai Rusia, pemberontak yang didukung Rusia, dan sepertinya senjata yang dipasok Rusia. Rusia tak bisa cuci tangan dari ini semua,” kata Abbott mengenai jatuhnya pesawat MH-17 pada Juli 2014.

4. “Rusia adalah negara penggertak. Rusia adalah negara besar yang mencoba menggertak negara kecil,” kata Abbot merespon dugaan campur tangan Rusia dalam perselisihan antara Pemerintah Ukraina dan pihak pemberontak di Ukraina timur, Agustus 2014.

5. “Rusia harus mundur, menarik pasukannya dari Ukraina dan warga Ukraina seharusnya mampu menentukan nasib mereka sendiri,” kata Abbot merespon referendum Krimea pada Maret 2014.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.