Kembali ke Mimbar PBB, Akankah Pidato Putin "Guncang" New York?

AP
Setelah Putin resmi mengonfirmasi kehadirannya dalam Sidang Umum PBB di New York, muncul berbagai spekulasi mengenai pidato keras yang akan ia sampaikan pada mimbar tersebut. Para pakar memperingatkan Putin tak menyerukan retorika keras di hadapan komunitas internasional. Russia Direct berusaha menganalisis dan mencari tahu, mungkinkah pidato Putin akan menjadi sekuel dari pidato Munich-nya yang sensasional?

Para pakar Rusia berspekulasi mengenai isi pidato yang akan disampaikan Putin dalam Sidang Umum PBB ke-70 yang digelar di New York. Sementara, langkah kebijakan luar negeri yang sangat penting tersebut didahului oleh sejumlah kiprah dan pernyataan diplomatis, memberi kesaksian atas latar belakang emosional yang cukup intens dalam hubungan bilateral Rusia dan AS.

Kunjungan Pertama dalam Sepuluh Tahun

Moskow mengumumkan keikutsertaan Putin dalam Sidang Umum PBB. Sang presiden akan memimpin delegasi Rusia, yang terdiri dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov, dan pejabat-pejabat Rusia lainnya.

Ini merupakan pertama kalinya dalam sepuluh tahun terakhir Putin berbicara di mimbar PBB. Sebelumnya, ia sudah berbicara dalam tiga Sidang Umum PBB, yakni tahun 2000, 2003, dan 2005. Namun, setelah ia terpilih kembali sebagai presiden pada 2012, ia belum pernah menginjakkan kaki di tanah Amerika. Pesan apa yang akan dibawa sang presiden Rusia ke New York?

Media Rusia memberi perhatian khusus terhadap pernyataan terbaru Lavrov mengenai kemungkinan pertemuan Putin secara personal dengan Presiden AS Barack Obama di New York, di sela Sidang Umum PBB. Kepala Kementerian Luar Negeri Rusia tersebut menyatakan, “Kolega Amerika kami mengirim sinyal positif, bahwa mereka hendak menjaga komunikasi dengan kami. Jika mereka mengajukan hal tersebut, saya rasa presiden kami akan memberi pertimbangan yang konstruktif.”

Gedung Putih langsung merespon pernyataan Lavrov. Berdasarkan layanan pers Dewan Keamanan Nasional AS di Gedung Putih, saat ini belum ada rencana pertemuan langsung antara presiden Rusia dan Amerika Serikat dalam waktu dekat, dan tak ada persiapan untuk pertemuan semacam itu.

Setelah itu, spekulasi mengenai kemungkinan pertemuan kedua presiden langsung terhenti.

“Jalan yang dibangun saat ini, termasuk oleh Washington (berupa sanksi, antagonisme, dan ketiadaan dialog), bukan jalur transit menuju bentuk hubungan baru, melainkan jalan buntu,” kata Maria Zakharova, perwakilan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Babak Kedua Pidato di Munich?

Melihat peningkatan ketegangan dalam hubungan bilateral Rusia-AS, beberapa pakar Rusia memprediksi Putin akan memberi pidato penuh tuduhan keras di podium PBB. “Sepertinya ini akan menjadi babak kedua dari pidatonya di Munich,” kata Alexey Mukhin, Direktur Jenderal Pusat Informasi Politik.

Versi lengkap artikel ini dapat di baca di situs Russia Direct.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.