Mantan Presiden Afganistan Diskusikan Langkah Basmi ISIS Bersama Putin

Foto: Aleksandr Natruskin/RIA Novosti

Foto: Aleksandr Natruskin/RIA Novosti

Mantan Presiden Afganistan Hamid Karzai menilai Rusia, Tiongkok, dan India harus bekerja bersama memerangi ekstremisme di Afganistan. Ia juga menyebutkan AS membutuhkan dukungan Beijing dan Moskow dalam membasmi Taliban.

Mantan Presiden Afganistan Hamid Karzai bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (23/6), untuk mendiskusikan langkah membasmi ISIS. Beberapa kabar menyebutkan ISIS membangun markas di Afganistan dan bekerja sama dengan Taliban. Situasi di Afganistan berkorelasi langsung terhadap Rusia, begitu pula sebaliknya, kata Karzai.

Sang mantan presiden juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam kunjungan tersebut. Karzai mengusulkan agar Rusia dan Afganistan bersatu dalam memerangi ekstremisme yang marak saat ini.

Selain hubungan bilateral yang intensif antara Afganistan dan Rusia, Karzai juga merasa Tiongkok dan India perlu ikut aktif bepartisipasi dalam upaya menentang ektremisme di Afganistan, karena ketiga negara memainkan peran yang signifikan di wilayah tersebut.

Ia mengonfirmasi bahwa Presiden Afganistan Ashraf Ghani akan mengunjungi Rusia dalam rangka menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) di Ufa yang akan digelar Juli mendatang. Ghani akan bertemu dengan Putin untuk mempererat hubungan bilateral antara Rusia dan Afganistan.

Dalam pertemuan dengan Karzai, Putin mengaku Rusia sangat khawatir melihat situasi di Afganistan saat ini, terutama karena Taliban mengontrol area yang sangat signifikan di negara tersebut.

Konferensi SCO

Dalam konferensi di Moskow pada awal Juni lalu, Menteri Luar Negeri Afganistan Salahuddin Rabbani menyebutkan, Afganistan berharap anggota SCO akan terus mendukung negara tersebut dan berharap status Afganistan di SCO akan berubah. Saat ini, Afganistan menyandang status sebagai mitra dialog di SCO, dan mereka ingin untuk menjadi observer 'pengamat'.

SCO merupakan organisasi internasional yang didirikan di Shanghai pada 2001 beranggotakan Tiongkok, Kazakhstan, Kirgistan, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan. India dan Pakistan berharap bisa menjadi anggota tetap organsiasi pada pertemuan rutin tahun ini. Tiongkok mendukung keanggotaan Pakistan, sementara Rusia mengusung keterlibatan India dalam format kerja sama ini.

AS Harus Cari Bantuan dari Tiongkok dan Rusia

Afganistan sangat berterima kasih atas bantuan sosial dan ekonomi dari AS, kata Karzai, namun menambahkan bahwa negara yang tengah dilanda perang tersebut tak senang dengan hasil dari keterlibatan militer Amerika di wilayah mereka.

AS mengalami kemunduran dalam memerangi terorisme di Afganistan dan harus meminta bantuan dari Tiongkok dan Rusia, kata Karzai.

Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi RT minggu lalu, Karzai menyampaikan, "AS dan sekutu baratnya datang ke Afganistan untk melancarkan perang terhadap terorisme, dan menciptakan keamanan nasional bagi Afganistan, keamanan regional, serta bagi negara mereka."

"Dan perang ini kini sudah berlangsung selama 13-14 tahun, tanpa hasil yang kita harapkan. Sayangnya, warga Afganistan harus menderita karena perang ini, dan terorisme serta ekstremisme bukannya kalah atau berkurang, atau hilang, malah berkembang secara luas."

Ia menambahkan bahwa terdapat banyak radikalisme di dunia saat ini daripada sebelumnya. "Kita punya lebih banyak ekstremis daripada sebelumnya. Kita menghadapi aksi terorisme yang tak pernah kita hadapi sebelumnya. Dari Libya, menuju Pakistan, India, Tiongkok,dan Rusia. Semua menghadapi konsekuensi akibat hal tersebut."

Karzai menyebutkan bahwa pemimpin AS harus menerangkan pada dunia bahwa mereka telah kalah dalam perang melawan terorisme, atau kehilangan kendali atas perang tersebut.

Artikel ini diolah berdasarkan informasi yang dimuat di Interfax.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.