Pertemuan Pejabat Kremlin dengan Kerry di Sochi: Apakah AS Masuk dalam Format Normandy?

Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada awal pertemuan bilateral di kediaman presiden Bocharov Ruchey di Sochi, 12 Me 2015. Foto: EPA

Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara pada awal pertemuan bilateral di kediaman presiden Bocharov Ruchey di Sochi, 12 Me 2015. Foto: EPA

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mendiskusikan krisis Ukraina secara langsung dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Para pakar menilai hal tersebut menujukan pada dasarnya AS telah bergabung dengan format Normandy.

Pada Selasa (12/5), Menteri Luar Negeri AS John Kerry kembali mengunjungi Rusia untuk pertama kalinya setelah dua tahun, berbincang selama satu jam dengan Menteri Luar Negeri AS Sergey Lavrov dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kremlin menyebutkan belum ada terobosan besar dalam hubungan Moskow dan Washington, namun para pakar Rusia yakin hasil pertemuan di Sochi akan mengubah mekanisme regulasi konflik Ukraina secara serius, karena secara praktik AS telah bergabung dengan format Normandy.

Jalan Terbaik Menuju Perdamaian

Format Normandy adalah kelompok perwakilan diplomatik senior dari empat negara, yaitu Jerman, Rusia, Ukraina dan Prancis, untuk mengatasi konflik di timur Ukraina.

Mengomentari hasil permbicaraan di Sochi, Ajudan Presiden Rusia Yuri Ushakov menyebutkan pembicaraan tersebut bukanlah terobosan, namun berlangsung secara terbuka dan cukup bersahabat. Sergey Lavrov menyatakan pertemuannya dengan Kerry berlangsung “semarak”.

Kerry juga menyebutkan pembicaraan dengan presiden dan menteri Rusia berlangsung secara terbuka. Bicara tentang Ukraina, Kerry menyatakan bahwa Kesepakatan Minsk adalah “jalan terbaik menuju perdamaian”. “Kesepakatan tersebut harus diterapkan secara keseluruhan sesegera mungkin,” kata Kerry.

Kerry pun mengomentari pernyataan Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengenai perebutan kembali Bandara Donetsk oleh Kiev yang tengah dikuasai para militan. Ia menyarankan pemimpin Ukraina untuk berpikir panjang sebelum melakukan langkah militer. Menurut Kerry, hal tersebut akan membuat Kesepakatan Minsk "menghadapi ancaman serius”.

Menurut Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Dunia di Higher School of Economics Andrei Suzdaltsev, pernyataan Kerry di Sochi bermakna simbolis. Suzdaltsev menilai, Kerry telah secara terbuka memperlihatkan AS akan menekan Kiev untuk menerapkan kesepakatan tersebut dan mengakui untuk pertama kali bahwa kedua pihak memang telah melanggar Kesepakatan Minsk, bukan hanya para milisi atau Rusia, seperti yang disebutkan Washington sebelumnya.

Kesepahaman Dasar

Menurut para pakar, pembicaraan di Sochi menunjukan kedua pihak mampu mencapai kesepakatan dasar terkait situasi di Ukraina. AS kini akan menggunakan pengaruhnya pada Kiev untuk penerapan Kesepakatan Minsk, sementara Moskow akan menggunakan pengaruhnya pada republik yang telah memerdekaan diri di Donbas. "Kesepakatan Minsk merupakan landasan dasar bagi Rusia dan Amerika, sesuatu yang sangat penting untuk Moskow sebagai salah satu penjamin implementasi tersebut," kata Direktur Departemen Keamanan Eropa di RAS Institute of Europe Dmitri Danilov. "Jika sebelumnya AS membatasi diri untuk mengakui secara politik dan diplomatik mengenai pentingnya Kesepakatan Minsk, kini AS akan melakukan upaya guna mewujudkan kesepakatan tersebut," kata Danilov. Hal itu membuka jalan lebih lebar demi tercapainya perdamaian di wilayah tersebut, mengingat dekatnya hubungan Kiev dan Washington.

Para pakar percaya bahwa AS pada dasarnya telah bergabung dengan format Normandy, yang sebelumnya terdiri dari Rusia, Jerman, Prancis, dan Ukraina. “Secara praktis, AS telah bergabung dalam format negosiasi tersebut,” kata Direktur Jenderal Pusat Teknologi Politik Igor Bunin. "Moskow memang menginginkan hal ini, namun tak yakin AS akan menyetujuinya. Obama mengambil langkah yang sangat hati-hati untuk bergerak ke arah kami," kata Bunin.

Masa Kritis

Selain berdiskusi dengan Putin dan Lavrov di Sochi, Kerry mendiskusikan realisasi Kesepakatan Minsk melalui telepon dengan Presiden Poroshenko dan dalam pertemuan personal dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Pavel Klimkin pada konferensi NATO di Antalya, Turki. Media melaporkan, meski Kerry kerap menyebut “Rusia dan para separatis” harus mematuhi Kesepakatan Minsk, kini ia menunjukan bahwa “masa kritis untuk bertindak telah tiba.”

Menurut Danilov, aura positif dari pertemuan Sochi merupakan sinyal yang mendukung keberlanjutan dialog Rusia-Amerika di masa mendatang.

Baca juga: AS dan Rusia Saling Tuduh Langgar Perjanjian Nuklir >>>

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.